Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Kecurigaan Polisi


__ADS_3

Carmila yang mendengar itu merasa sangat kesal, ia pun mulai berdiri dan menjitak kepala Valia.


Takk


Aww


Valia pun langsung memegang kepalanya, walau Carmila terlihat kurus tapi sentilan itu terasa sangat menyakitkan.


"Jika sekali lagi kau mengatakan omong kosong itu,, maka aku tidak akan mau berbicara dengan mu lagi," ancam Carmila sambil menatap Valia dengan tajam.


Sedangkan Nero tertawa kecil melihat Carmila menjitak kepala Valia, sedangkan raut wajah Valia terlihat sangat ketakutan.


Valia pun langsung berdiri dan memegang lengan Valia, "Tidak, tidak, jangan lakukan itu, aku berjanji tidak mengulanginya lagi," ucap Valia sambil memohon dengan mengeluarkan puppy eyes nya.


Carmila yang melihat itu hanya bisa menghela nafas pelan, ia bahkan tidak menyangka bahwa hatinya luluh dengan tatapan itu.


"Baiklah, baiklah," ucap Carmila sambil mengelus tangan Valia yang tengah bergelantung di lengannya.


Valia yang mendengar itu merasa sangat senang, ia pun kembali duduk di kursinya, lalu Valia mengeluarkan ponselnya.


Lalu Valia mulai menggerakkan jari-jarinya dengan sangat cepat, sedangkan Nero dan Carmila tampak binggung melihat Valia yang tengah sangat fokus menatap layar ponselnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Carmila penasaran.


Walau tengah fokus, Valia tetap bis mendengar apa yang di tanya kan oleh Carmila. "aku senang mengirim pesan pada keluargaku," ucap Valia berbohong tanpa menoleh ke arah Carmila.


"Aku tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya padamu, maafkan aku yang terus berbohong padamu," batin Valia.


Nero yang penasaran mencoba mengintip sedikit, tapi Valia langsung memanjangkan kakinya lalu menendang meja agar bisa mendorong kursinya kebelakang.


Nero yang melihat itu merasa sangat terkejut, "apa dia tau bahwa aku sedang mengintip?" batin Nero.


Pasalnya ketika Nero mengintip, ia merasa mata Valia tidak melihat kearahnya, tapi kenapa Valia menjauh?, kemungkinan Valia tau bahwa dirinya sedang mengintip.

__ADS_1


Itulah yang ada di pikiran Nero, "sepertinya instingnya benar-benar tajam," batin Nero lalu mengambil cup minumannya.


Setelah selesai berkutat dengan ponsel, Valia menarik kursinya agar mendekat pada Carmila dan Nero.


Arrrgggghhhh


Tiba-tiba saja, seseorang berteriak sangat kuat, suara itu bahkan bergema ke seluruh gedung, membuat para mahasiswa berlari ke sumber suara.


Mereka yakin bahwa suara itu datang dari arah toilet, lalu tiba-tiba saja seorang wanita berlari keluar dan terjatuh.


Mereka melihat mahasiswi itu tampak ketakutan, lalu seseorang menghampiri mahasiswi itu dan ia pun mulai berjongkok di hadapannya, "Ada apa?," tanya pria itu dengan binggung.


Mahasiswi itu melihat ketua organisasi ada di depannya, "Ke-ketua Kaliandra, di dalam toilet ada dua mahasiswa yang tangah terkapar di lantai," ucap mahasiswi itu dengan terbata-bata.


Kaliandra yang mendengar itu langsung masuk kedalam toilet wanita, ia melihat dua mahasiswi tengah terkapar di lantai.


Lalu Kaliandra keluar dengan wajah panik, "Tolong panggilkan salah satu polisi itu untuk datang ke sini," ucap Kaliandra sambil memerintahkan salah satu mahasiswa yang tengah berkumpul di sana.


Orang-orang yang ada di kantin juga mendengar teriakan itu, mereka juga ikut berlari untuk mengetahui apa yang terjadi.


"Untuk apa melihat manusia cacat seperti mereka, benar-benar membuang-buang waktu," gumam Valia dengan suara kecil.


Setelah sampai di sana mereka melihat Kaliandra yang sedang menanyakan seorang mahasiswi.


"Apa sebelumnya kau tidak melihat siapapun?," tanya Kaliandra dengan pelan, karena ia tau bahwa mahasiswi yang ada didepannya pasti merasakan syok berat.


"Ti-tidak ketua, ketika aku sampai aku hanya melihat mereka berdua saja," ucap mahasiswi itu dengan tubuh gemetar.


Kaliandra yang mendengar itu merasa tidak percaya, ia pun mencoba bertanya kembali, "Kau yakin tidak melihat apapun?," tanya Kaliandra untuk memastikan sekali lagi.


"Yakin ketua, dan aku melihat sesuatu yang mengerikan, yaitu lidah mereka berdua sudah tidak ada lagi," ucap mahasiswi iru dengan menunduk terus menggenggam erat tangannya.


Semua orang yang mendengar itu merasa angkat terkejut, karena perbuatan itu sangatlah mengerikan.

__ADS_1


Mereka bahkan berpikir pantas saja mahasiswi ini lari keluar dengan ketakutan, ternyata hal mengerikan itu yang sudah dilihatnya.


Kaliandra yang mendengar itu merasa angkat terkejut, ia melihat para mahasiswa ingin masuk kedalam toilet itu, tapi dengan cepat Kaliandra menghadang mereka semua.


"Jangan ada yang masuk kedalam, kita harus menunggu polisi untuk memeriksa mereka," ucap Kaliandra dengan tegas.


Para mahasiswa itu pun menuruti perkataan Kaliandra, mereka mulai menjauh dari toilet itu.


Lalu seorang mahasiswa ayang di perintahkan Kaliandra berhasil memenangkan seorang polisi.


Polisi itu langsung menerobos kerumunan mahasiswa, lalu ia berlari kedalam toilet. Betapa terkejutnya polisi itu melihat keadaan kedua wanita itu.


"Sial, apa lagi ini?," gerutu sang polisi.


Ia baru saja di pusingkan dengan penemuan daging itu, dan sekarang ia di pusingkan kembali dengan penemuan ini.


Polisi itu pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi rekan-rekan yang lain.


Ia juga menghubungi ambulan untuk segera datang ke lokasi yang dia sebutkannya.


Setelah selesai menghubungi mereka, ia langsung keluar dari toilet, "aku tidak bisa menolong mereka saat ini, jadi kita harus menunggu para ambulan, karena aku melihat mereka tidak bisa menggerakkan kedua tangan mereka lagi, dan kemungkinan palaku tengah mematahkan tangan mereka," jelas polisi itu sambil menghela nafas kasar.


"Padahal kami belum menemukan titik terang dari tempat sebelumnya dan sekarang aku harus mengurus hal mengerikan ini lagi. Sebenarnya siapa pelakunya?" gumam Polisi itu dengan kesal.


Seketika saja polisi itu mulai mengeluarkan pra duganya, "Sepertinya pelakunya berkuliah di kampus ini," gumamnya sambil menatap wajah mahasiswa itu satu persatu.


Para mahasiswa yang mendengar itu merasa sangat terkejut, "Jika pelaku itu berada di kampus ini, maka nyawa kami semua pasti tidaklah aman," ucap Seorang mahasiswa yang tengah ketakutan.


Kaliandra yang mendengar itu juga merasa angkat setuju, "bisa saja dia membunuh kami semua yang berkuliah di tempat ini, tapi apa tujuan pelaku yang sebenarnya?" gumam Kaliandra yang terus berpikir.


Valia yang mendengar itu hanya memutar bola matanya dengan malas, "aku tidak sekejam itu sehingga membunuh orang yang tidak bersalah, jangan samakan aku dengan manusia seperti mereka, tentu kami adalah orang yang berbeda," batin Valia sambil melipat kedua tangannya.


Carmila dan Nero saling menatap satu sama lain, "menurutmu apa motif sang pelaku?" tanya Carmila pada Nero.

__ADS_1


Nero pun mulai menggelengkan kepalanya, "aku juga tidak tau, sepertinya kita harus menunggu berita berikutnya, karena kita tidak tau daging siapa yang ada di ruangan bu Gleni, dan kita Bahakan belum melihat siapa korban yang ada di dalam toilet itu," ucap Nero yang benar-benar penasaran dengan wajah para korban.


Bersambung ....


__ADS_2