Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Garis Batas Yang Tidak Boleh di Sentuh


__ADS_3

Renzo yang mendengar hal itu langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, karena aku sudah memutuskan untuk mengatakannya sendiri pada polisi bahwa memang benar Valia lah yang sudah melakukan perbuatan keji itu pada mereka." ucap Renzo yang benar-benar berpegang teguh pada pendiriannya.


Valia yang mendengar itu mulai mengeryitkan dahinya, ia bahkan melipat kedua tangannya sambil tersenyum tipis.


Sedangkan Nero terlihat kesal mendengar perkataan Renzo, "jika bapak seperti ini maka aku akan memanggil orang tua ku untuk mewakili Valia," ucap Carmila sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kedua orang tuanya.


Nero yang melihat itu juga melakukan hal yang seperti Carmila lakukan, sedangkan Kaliandra ingin melihat seperti apa permainan yang akan di buat oleh Renzo, pasalnya menghadapi kedua orang tua Nero sangatlah tidak mudah dan sekarang di tambah dengan kedua orang tua Carmila.


Renzo terlihat santai dengan hal itu, ia merasa benar telah membuat Valia menjadi kambing hitam, dengan perkataan yang dia berikan maka sudah pasti Valia akan masuk kedalam penjara tanpa mengganggu kariernya.


Seseorang pun mulai membuka pintu, dan orang di dalamnya semua menoleh kearahnya.


"Apa kalian sudah menemukan petunjuk?," tanya Ferry yang mulai melangkahkan kakinya kedalam ruangan.


Renzo yang melihat itu pun tersenyum smirk, "Kami bahkan sudah menemukan orangnya, dan dia lah pelakunya" tunjuk Renzo sambil mengarahkan tangannya kearah Valia.


Mata Ferry mulai mengikuti arah tangan Renzo, lalu ia tampak mengernyitkan dahinya, "Dia?," tanya Ferry yang sangat terkejut melihat Wajah Valia.

__ADS_1


Valia hanya memiringkan kepalanya dan tersenyum kearah Ferry, sedangkan Ferry tampak tidak yakin dengan hal itu.


Ferry pun mulai melihat kembali kearah Renzo "Jangan mengada-ngada, pak," ucap Ferry sambil berjalan mendekat kearah mereka.


Renzo bahkan terkejut mendengar perkataan Ferry, "apa maksud mu?, aku memiliki buktinya, kau bisa tanyakan pada mereka," ucap Renzo sambil melihat kearah Nero dan Carmila.


"Tidak!, kami mengatakan padamu bahwa Valia memang pergi ke kamar mandi ... " mendengar hal itu, Renzo pun langsung memotong perkataan Carmila.


"Lihat!, aku benar bukan!, mang dialah pelakunya!" ucap Renzo sambil tersenyum.


"Apa bapak tidak mendengarkan!, sudah ku katakan bahwa saat itu dia langsung pergi dari sana untuk menemui seorang dosen!" teriak Carmila yang sudah sangat kesal dengan kelakuan Renzo.


"Apa kau baru saja berteriak padaku?" ucap Renzo yang menatap Carmila dengan tajam.


Carmila yang melihat itu mulai tampak takut, sedangkan Valia mulai memudarkan senyumnya dan menatap Renzo dengan tajam.


Rektor itu pun perlahan mendekati Carmila dan saat Renzo ingin memegang tangan tangan Carmila, tiba-tiba saja tangannya di cegah oleh seseorang.

__ADS_1


Semua orang melihat kearah orang itu, dan mereka terkejut melihat Valia yang tengah menatap Renzo dengan tajam.


"Kau tidak seharusnya melewati batasan itu," ucap Valia dengan dingin sambil menghempaskan tangan Renzo dengan kasar.


Renzo yang melihat itu benar-benar tak bisa berkata apapun, ia bahkan sempat mematung karena baru pertama kali ia melihat mata Valia menatapnya dengan tajam.


Lalu seketika saja Renzo tersadar dan ia balik menatap Valia dengan tajam sehingga tatapan keduanya saling bertemu satu sama lain.


Renzo bahkan tidak menyangka bahwa Valia menghempaskan tangannya begitu kasar, "Kau barusan menghentikan ku?, apa kau ingat aku ini siapa?" tanya Renzo dengan berteriak marah.


"Aku tidak perduli, sekali pun kau adalah malaikat pencabut nyawa, jika sudah melewati batasan itu, maka aku tidak akan pernah bisa mentolerir nya," ucap Valia dengan sangat dingin.


Renzo yang mendengar itu benar-benar sangat kesal, ia pun menoleh kearah Ferry, "lihat lah, dia menyerang ku secara tiba-tiba," ucap Renzo dan saat itu juga dia terdiam.


Orang-orang terlihat binggung melihat kebungkaman Renzo, mereka pun melihat arah mata Renzo dan di depan pintu sana ternyata terdapat kedua orang tua Carmila dan kedua orang tua Nero.


"Apa kau pikir kami tidak melihat perbuatanmu pada anakku?" ucap orang tua Carmila yang tengah berjalan masuk kedalam.

__ADS_1


Bersambung ...


Selain garis batas kesabaran ada kata apa lagi?, author benar-benar lupa 😭, kalau ada yang tau langsung coment ya 🙏


__ADS_2