Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Nona Muda Yang Sangat Unik


__ADS_3

Valia terkejut mendengar pertanyaan Carmila, ia tampak terdiam sebentar dan mulai menghela nafas dengan pelan, "bisakah aku menceritakan itu nanti?, aku berjanji akan menceritakan semuanya padamu," ucap Valia sambil tersenyum kearah Carmila.


Carmila menatap Valia dengan intens, ia pun memilih untuk mempercayai perkataan Valia, "Baiklah, aku akan menagih janji ini ketika aku sudah di perbolehkan keluar dari rumah sakit," ucap Carmila sambil melanjutkan melahap makanan yang ada di depannya.


Nero bahkan tidak menyangka bahwa bisa melihat pertemanan antara Carmila dan Valia, sepengetahuan Nero, ia tidak pernah melihat Valia memiliki seorang teman, tapi sekarang Nero bahkan harus melihat bahwa Valia yang sering di rundung oleh Jian justru bisa berteman dengan bunga kampus mereka yang terkenal dengan kecantikannya serta kaya raya.


"Bagaimana bisa mereka berteman?, setiap aku memantau keadaan Valia, aku tidak pernah melihatnya jalan dengan orang lain, tapi sekarang aku justru melihat hal yang sangat mustahil, bahkan jika aku mengatakannya pada orang-orang, kemungkinan mereka juga tidak memercayai perkataanku," batin Nero yang terus melihat kearah Valia dan Carmila.


Valia mengangguk sambil tersenyum, "sepertinya kau harus menginap di rumah sakit ini, tapi sebelum itu, kau bisa menghubungi orang tua mu," ucap Valia pada Carmila.


"Ah ... benar, aku sungguh melupakan hal itu," ucap Carmila yang mulai mencari Ponselnya di dalam saku dan langsung menekan nomor ponsel orang tuanya.


Setelah panggilan itu tersambung, orang tua Carmila langsung mencercanya dengan berbagai pertanyaan.


"Carmila, kemana saja kau?, papa sudah menghubungi terus menerus tapi panggilan itu tidak pernah tersambung," ucap sang papa dari ujung sana.


Carmila yang mendengar itu merasa sangat bersalah, "maaf pa, memang ada sesuatu yang terjadi padaku, tapi papa tenang saja, aku memiliki teman yang cukup bisa di andalkan, dan sekarang aku sedang bersamanya, jadi papa dan mama tidak perlu menghawatirkan aku." jawab Carmila sambil tersenyum.


"Apa yang terjadi maka?," tanya sang papa lagi.


"Aku tidak bisa menceritakannya melalui telepon, tapi saat sampai di rumah nanti, aku pasti akan membicarakannya pada kalian. Sekarang aku hanya ingin membicarakan itu, dan untuk malam ini aku akan bersama dengan teman wanita," ucap Carmila agar sang papa tidak begitu khawatir.


Sedangkan Valia sudah sangat mengenal sifat mereka, ia pun mulai meminta ponsel Carmila, lalu setelah ponsel itu berada di tangannya, ia langsung berbicara dengan pelan.


"Maaf paman, tapi bisakah paman mengizinkan Carmila bersamaku?, aku berjanji hanya untuk malam ini saja," bujuk Valia agar bisa meyakinkan orang tua Carmila.

__ADS_1


"Kakek, aku benar-benar merindukan kalian, setelah kalian tiada kami tidak memiliki kebahagiaan kebahagiaan lagi," batin Valia yang sangat merindukan kedua orang tua Carmila.


Setelah merasa cukup yakin bahwa anaknya bersama dengan wanita, orang tua Carmila pun mulai menyetujuinya, "baiklah nak, aku mengizinkannya menginap malam ini, jadi tolong jaga Carmila untukku," ucap sang papa dari ujung telepon sana.


"Baik paman, aku berjanji akan menjaganya, terimakasih," jawab Valia ambil tersenyum dan panggilan itu pun langsung berakhir.


Carmila terkejut dengan perkataan Valia, karena biasanya papa nya tidak pernah membiarkan dirinya menginap kemana pun, bahkan ke rumah Fallen ataupun Zewina, tapi kenapa saat Valia meminta izin, papanya langsung menuruti perkataan Valia?.


Pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala Carmila,"Jika Valia meminta izin kembali, artinya dia tau bahwa Carmila pasti tidak di beri izin." batin Carmila sambil menatap Valia


"Kau sungguh luar biasa, bagaimana kau bisa tau bahwa papa ku tidak akan mengizinkan aku menginap?," tanya Carmila dengan penuh selidik.


Valia yang mendengar itu hanya bisa tertawa kecil, "setiap orang tua pasti memikirkan anak perempuan mereka, dan yang paling utama, mereka akan menjaga anak perempuan itu dengan sepenuh hati." elak Valia dengan cepat.


"Tidak mungkin ku mengatakannya dengan jujur karena sekarang bukanlah waktu yang tepat," batin Valia sambil melirik ke sembarang arah.


"Tuan, semua ini sungguh aneh, aku bahkan terkejut perubahan nona begitu sangat jauh dari sifatnya yang kita ketahui selama ini," ucap Rein pada Xander.


Xander memikirkan perkataan Rein, "aku juga demikian, aku bahkan terkejut dia bisa membunuh secara sadis seperti itu, dan aku mendapat laporan tentang mayat terbaru yang baru saja mereka lihat. Valia yang sekarang bukan lah Valia yang dulu lagi, aku bahkan curiga bahwa dia adalah orang lain," gumam Xander yang kembali mengingat kejanggalan-kejanggalan yang pernah di rasakan dan dilihatnya secara langsung.


"Tuan, memang benar dugaan tuan selama ini bahwa yang menghapus jejak cctv itu adalah nona Valia sendiri," lapor Rein lagi.


Xander yang mendengar itu sudah tidak terkejut lagi, "Sudah ku duga, karena tidak mungkin orang lain menghapusnya, karena Valia tidak pernah mengenal siapapun. Dan aku semakin yakin bahwa Valia bukanlah Valia itu sendiri ... "


"Dari awal aku sudah memerintahkan seseorang untuk mengawasi pergerakan Valia, dan sekarang aku memerintahkan mu untuk selalu berada di sampingnya, jika kau memiliki kecurigaan tentang suatu hal, maka segera laporkan padaku, agar kita bisa menyusun teka teki ini," lanjut Xander sambil berjalan keluar ruangan.

__ADS_1


Rein yang mendengar perintah itu pun langsung mengangguk, dan mengikuti langkah Xander dari belakang.


Xander kembali mengecek keadaan Carmila, lalu mereka semua pun menginap di rumah sakit.


Nero, Kaily, Valia tidur di dalam ruangan Carmila, lalu Xander tidur di ruangan lainnya, dan sedangkan Rein tetap berdiri di luar ruangan.


Sampai keesokan paginya, Xander memeriksa keadaan Carmila, lalu ia pun sudah memperbolehkan pulang.


Saat keluar ruangan Kaily dan Neo di kejutkan dengan keberadaan Rein yang tengah berdiri di depan pintu.


"Siapa kau?," tanya Kaily dengan mata penuh menyelidik.


Rein menoleh kebelakang, lalu ia pun mulai menyingkirkan tubuhnya dari depan pintu, "saya hanya seorang penjaga yang bekerja di bawah perintah tuan Xander nyonya," jawab Rein dengan wajah datar.


Kaily yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, ia yakin bahwa Xander juga butuh seorang pengawal, karena mengingat Xander adalah dokter yang sangat terkenal.


Lalu Kaily mulai menoleh kebelakang, "Valia, Carmila, ikutlah dengan kami, bibi akan mengantar kalian sampai ke rumah dengan selamat," ucap Kaily dengan di selingi sebuah senyuman.


Rein yang mendengar itu langsung melirik kearah Valia, dan membuat tatapan keduanya bertemu, lalu Valia memberi sebuah isyarat dengan menggelengkan kepalanya.


Awalnya Rein berbuat untuk mengantar Valia pulang, tapi tiba-tiba saja tawaran itu justru terlebih dulu keluar dari mulut Kaily, sehingga membuat Rein ingin mendengar perintah Valia.


Tapi Valia hanya memberikan sebuah kode saja dan Rein yang mengerti kode itu pun langsung memutar wajahnya dan menatap lurus kedepan.


"Sungguh nona muda yang sangat unik, dan jika kami menemukan sebuah kejanggalan dari nona, semoga saja hal itu tidak membuat kami kecewa padamu," batin Rein.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2