Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Pengacara Yang di Segani


__ADS_3

Valia pun melirik kearah Carmila, "Berhenti membujukku Carmila, karena semua itu tidak ada gunanya," ucap Valia sambil menggeluarkan ponselnya dan ia mengirim pesan pada seseorang.


Carmila yang mendengar itu sungguh tidak percaya, biasanya Valia sangat menuruti perkataannya, tapi kali ini ia justru sama sekali tidak mendengarkan perkataan nya.


"Sejak datang ke sini, dia tampak seperti orang lain," batin Carmila sambil menatap Valia dengan penuh tanda tanya.


Semua orang tampak tidak ada yang berbicara, mereka terdiam sambil menunggu pengacara keluarga Amoriya.


Setelah setengah jam berlalu, pengacara itu pun datang, lalu Granov langsung bangkit dan meminta untuk menuntut Valia.


"Dia sudah menampar ibuku dan juga menendang ayahku, aku berharap dia di jebloskan kedalam penjara" ucap Granov dengan marah.


Valia tampak dengan santai melipat kedua tangannya, ia bahkan tengah tersenyum smirk.


Pengacara itu pun menoleh kearah Valia, "Apakah yang di katakan tuan Granov itu benar, nona?," tanya pengacara itu pada Valia.


Valia pun mengangguk, "benar," jawab Valia dengan santai.


Pengacara itu pun tersentak kaget, karena biasanya para pelaku tidak pernah mau berkata dengan jujur, tapi wanita yang ad di depannya ini sungguh berbeda.


"Baiklah nona, aku akan ... " lalu tiba-tiba saja perkataan di potong oleh Valia.


"Tunggu sebentar, kau tidak menanyakan hal yang lain?," tanya Valia sambil tersenyum.


Granov yang mendengar itu pun juga tidak tinggal diam, "tidak perlu!, disini sudah jelas bahwa kau lah yang menyerang kedua orang tua ku," ucap Granov sambil menatap Valia.


"Benar nona, lagipula tidak ada yang perlu aku tanyakan lagi," ucap Pengacara itu lagi.


"Tunggu sebentar ... " ucap seseorang yang baru saja tiba.


Semua orang menoleh kearah pintu, dan Granov serta keluarganya terkejut melihat pengacara yang cukup terkenal masuk kedalam rumah mereka.

__ADS_1


Lalu Granov pun melihat kearah Valia, sedangkan Valia tengah tersenyum smirk dan menaik turunkan kedua pundaknya, "kau yang menginginkannya," ejek Valia.


Carmila, Eric dan Karin tidak bisa berpaling melihat orang itu, mereka juga langsung menoleh kearah Valia.


Kini mata Valia melihat kearah mereka bertiga, "kenapa?, bukankah kalian yang memaksaku memanggilnya?," tanya Valia dengan nada mengejek.


Sedangkan Eric dan Karin sudah tidak bisa berkata-kata lagi, karena orang yang datang adalah pengacara yang sangat adil dan jujur.


Pernah sekali mereka mendengar bahwa klien dari pria itu berbohong padanya, lalu tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengirim kliennya itu ke dalam penjara.


Dan sejak kejadian itu ia menjadi pengacara ayang di segani, orang yang memanggil dirinya hanya orang-orang yang benar-benar tertindas, dan pria itu selalu memenangkan kasusnya.


"Bagaimana kau bisa memanggil dia?," tanya Granov dengan wajah yang sudah mengeluarkan keringat dingin.


"Tentu saja karena aku punya uang," ucap Valia dengan tersenyum smirk.


Granov yang mendengar itu mulai terdiam, jika seperti ini maka Valia akan membuktikan ucapannya.


Sedangkan pria itu langsung berhadapan dengan Valia, "nona, bagaimana awal dari kejadian ini?," tanya pria itu dengan wajah datar.


"Aku melihat di sana ada cctv, dan tuan bisa mengeceknya," ucap Valia sambil menunduk sudut atas ruangan itu.


Granov yang mendengar itu tampak ketakutan, "Ti-tidak, cctv telah rusak, kau tidak perlu mengeceknya," cegah Granov.


Bagaimanapun Karin duluan lah yang menampar Valia, awalnya ia mengira bahwa Valia tidak akan bisa menang darinya, tapi dugaannya salah, ternyata Valia telah menang mutlak darinya.


Pria itu pun langsung menatap Granov dengan tajam, "Jangan halangi aku tuan, jika kau seperti ini, artinya dari awal kau sudah memfitnah klienku, sekarang tunjukkan padaku dimana letak ruangan cctv itu," ucap pria itu dengan tegas.


Granov yang mendengar perkataannya justru tidak bisa berkutik, mau tidak mau ia tetap harus menunjukkan ruangan cctv mereka.


Mereka semua menuju ke ruangan itu dan Granov pun membuka rekaman sebelumnya, dan benar saja bahwa yang melakukan tindakan itu adalah Karin.

__ADS_1


Lalu kedua pengacara itu menatap kearah Karin, "Ternyata benar bahwa pihak mulai yang memulainya, aku akan menyalin rekaman ini dan akan segera menyerahkannya ke polisi," ucap pria itu dengan wajah datar.


Granov, Karin, dan Eric dengan serempak membulatkan mata mereka, "ti-tidak tuan, tolong maafkan aku," ucap Karin sambil meneteskan cairan bening itu di pipinya.


Pria itu menoleh dan menatap Karin dengan tajam, "Tidak bisa, pihak mu lah yang memulai masalah ini, bahkan kalian sudah memanggil pengacara terlebih dahulu, yang artinya kalian sudah siap menerima konsekuensi ini," ucap peria itu sambil berdiri di depan Valia.


"Nona, urusan kita di sini sudah selesai, sekarang kita harus pergi ke kantor polisi dan menyerahkan bukti ini, lalu kita pergi kerumah sakit karena pipi nona sudah mulai membiru," ucap pria itu dengan datar lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah Granov.


Lalu Karin pun melangkahkan kakinya dan berdiri didepan Valia, "Tolong maafkan aku, jangan laporkan aku ke polisi," ucap Karin dengan wajah menunduk.


"Mimpi!, aku bahkan berjanji untuk tidak pernah melupakan perlakuan kalian padaku!" ucap Valia sambil menatap Karin dengan tajam.


Pengacara dari pihak Granov sungguh tidak bisa berbuat apapun, ia yakin bahwa dirinya akan kalah jika melawan pria itu, apalagi pria itu telah memiliki bukti yang kuat.


Carmila merasa kasihan pada keluarga pacarnya, ia pun berpikir untuk mencoba membujuk Valia sekali lagi.


"Valia, apa kau tidak merasa kasihan pada mereka?," tanya Carmila sambil menunjukkan satu jarinya kearah ketiga orang yang tengah menunduk itu.


"Tidak!" jawab Valia dengan tegas.


Carmila yang mendengar penolakan itu benar-benar tidak bisa berbuat apapun, ia melangkahkan kakinya di hadapan Granov, "aku sungguh minta maaf kak, ini adalah keputusan Valia, aku tidak bisa membujuknya," ucap Carmila pada Granov.


Carmila bahkan mulai berpikir bahwa apa yang di lakukan Valia adalah hal yang wajar, karena Granov lah yang menantang Valia.


Granov merasa sangat kesal, ia sungguh tidak ingin mendengar suara Carmila, dan ia mencoba menahan amarahnya itu.


Granov pun mengabaikan Carmila, lalu ia menatap kearah Valia. "Apa kau benar-benar tidak bisa membatalkan laporan itu?," tanya Granov mencoba memastikan kembali.


"Tidak!." ucap Valia dengan tegas sambil menatap Granov dengan tajam.


"Lain kali, sebelum menantang ku berpikirlah dua kali, hanya karena aku miskin bukan berarti aku bisa di tindas sesuka hatimu. untuk mendapatkan uang yang banyak, aku bahkan harus menerima tantangan orang yang berkuasa, tapi entah mengapa aku justru memenangkan tantangan itu dan dengan uang itu aku bisa membayar pengacara seperti dia," jelas Valia dengan datar.

__ADS_1


"Tentu saja aku menang karena otakku yang pintar ini, keberuntungan?, aku bahkan tidak mengenal kata keberuntungan. Bagaimanapun aku tidak pernah percaya dengan hal itu, karena di kehidupan ku sebagai Silyena, aku tidak pernah mendapatkan keberuntungan apapun," batin Valia.


Bersambung ...


__ADS_2