
Valia yang mendengar itu merasa sedikit heran, tapi ia tidak benar-benar mempertanyakan hal itu pada Xander.
Valia memilih untuk menyandarkan tubuh dan menutup mata, "kau masih sepolos dulu, bahkan kau tidak tau siapa paman mu ini," batin Xander yang melirik kearah Valia yang tengah memejamkan matanya.
Setelah mereka sampai di rumah, Xander tidak ingin membangunkan Valia, ia memilih untuk menggendong keponakannya itu, dan mulai berjalan memasuki mansion.
Saat Xander menggendong Valia, Javier dan Nisia yang berada di rumah terkejut dengan kemunculan Xander dan Valia.
"Xander, ada apa dengan Valia?," tanya Javier dengan menghampiri adiknya.
"Kakak, aku mengantarnya dulu ke kamar, setelah itu aku akan menjelaskan pada kakak," ucap Xander sambil menaiki tangga dan membawa Valia ke kamarnya.
Javier dan Nisia kembali duduk di sofa, mereka melihat Xander turun dari lantai atas.
Xander melangkah ke arah Javier dan Nisia, tapi Nisi langsung bertanya pada adik iparnya itu, "Xander, katakan pada kakak, kenapa Nisia bisa bersamamu?," tanya Nisia dengan penasaran.
Xander mulai menceritakan seluruh kejadiannya pada Javier dan Nisia, dan kedua orang tua itu terkejut mendengar penjelasan adik mereka.
Lalu tiba-tiba saja Xander teringat akan sesuatu, "Kakak, kakak ipar, aku penasaran bagaimana Valia bisa membawa mobil?, bukankah selama ini dia tidak pernah membawanya?," tanya Xander sambil melihat keduanya dengan serius.
Nisia menggelengkan kepalanya, "kami juga tidak mengetahuinya Xander, kami bahkan sangat terkejut ketika Valia mengendarai mobil itu tanpa mengatakan apa-apa kami. dan ketika kami bertanya, dia mengatakan bahwa telah belajar dari temannya," ujar Nisia sambil melihat kearah Xander.
Xander yang mendengar perkataan itu mulai mengeryitkan dahinya, ia merasa banyak kejanggalan di diri Valia.
Xander kini menoleh kearah Javier, ia melihat sang kakak seperti sedang merenung, Xander yang merasa penasaran langsung menepuk pundak kakaknya, "ada apa kak?," tanya Xander dengan pelan.
"Xander, apa kami orang tua yang buruk?" tanya Javier sambil menundukkan wajahnya.
Xander yang mendengar itu pun merasa sangat terkejut, "Apa maksud mu kak?," tanya Xander dengan sedikit kebingungan.
__ADS_1
Javier menceritakan sebuah kejadian ini dimana ia dan Nisia baru mengetahui semua hal yang terjadi pada Valia.
#Flashback On
Javier dan Nisia sedang berjalan-jalan di mall, saat sedang mengelilingi mall itu, dari lantai 3 mereka bisa melihat keramaian yang ada di lantai 2.
Karena penasaran, keduanya pun memilih untuk sedikit mendekat dan melihat dari atas, tapi siapa sangka, ternyata mereka melihat putri mereka sendiri telah di kelilingi oleh banyak orang.
"Bukankah itu Valia sayang?," tanya Nisia yang begitu terkejut melihat putrinya telah di kelilingi banyak orang.
Javier mencoba melihat dengan jelas, dan benar seperti yang istrinya katakan, bahwa di tengah-tengah kerumunan itu ternyata ada putri mereka, "Valia?," gumam Javier yang terlihat sangat binggung.
Ketika keduanya memilih untuk menghampiri putri mereka, ternyata teriakan dari Jian mampu membuat langkah Javier dan Nisia berhenti.
"Miskin?, dia menyebut putri kita miskin?," gumam Nisia yang mengeryitkan dahinya.
Javier yang mendengar itu merasa sangat marah, ia ingin segera turun tapi sebuah tangan menghentikan pergerakan Javier.
Javier membenarkan perkataan istrinya itu, ia memilih untuk menonton dari atas.
Keduanya bahkan terkejut ketika melihat seorang wanita membela anak mereka. "Dia pasti teman Valia," gumam Nisia dengan sedikit senyuman.
Biasanya ia tidak pernah mendengar Valia pergi bersama temannya, awalnya Nisi Bagitu takut karena Valia tidak pernah bersosialisasi, tapi sekarang ia sedikit tenang karena anaknya memiliki teman.
"Apa-apaan wanita itu?, dia mengatakan anak kita masuk kedalam mall ini karena memiliki teman yang kaya?, apa dia tidak tau bahwa mall ini adalah milik kita?," ucap Nisia dengan kesal.
"Tenanglah sayang, kita lihat saja dulu seperti apa situasinya," ucap Javier yang berusaha menenangkan istrinya.
Javier dan Nisia tidak menyangka bahwa anaknya bisa berkata dengan wajah datar dan menakutkan.
__ADS_1
"Apa kau lihat sayang?, dia bertanya dengan wajah datar dan tatapan menusuk. Aku bahkan bertanya-tanya apa dia benar-benar masih anak kita yang lemah lembut itu?," tanya Nisia yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Nisia dan Javier terlihat sangat kesal ketika Jian mengatakan Valia miskin, tapi kekesalan itu berubah ketika mendengar Valia mengatakan janji mereka dan membawa kantor polisi.
Bahkan mereka mendengar suara yang sudah di rekam oleh Valia, lagi-lagi rasa terkejut dan rasa bersalah di hati Javier dan Nisia kini bercampur menjadi satu.
Mereka bahkan saling memandang satu sama lain, "Ta—taruhan seumur hidup?, apa wanita itu gila?," ucap Nisia sambil melotot dengan tajam.
Javier pembatas yang ada di depannya, benjolan-benjolan yang ada di tangannya bahkan sangat terlihat jelas.
"Aku akan membuat perhitungan dengan ayah nya!" geram Javier dengan menggeretakkan giginya.
#Flashback Off
Xander terkejut dengan taruhan yang di terima Valia, "Seumur hidup?, apa kakak tau siapa mereka?," tanya Xander dengan marah.
Javier mengangguk, "Dia adalah anak pemegang saham di kampus kita," ucap Javier sambil menghela nafas pelan.
Xander tersenyum smirk, kini ia tau kenapa Valia ingin membalaskan dendamnya pada mereka, ternyata yang membuli keponakannya itu adalah anak-anak dari para pemegang saham.
Dan Xander juga tau bahwa Valia masuk kedalam kampus mereka dengan menggunakan Beasiswa.
Awalnya ia melarang, tapi karena melihat Valia memohon, akhirnya Xander juga menyetujui keputusan itu.
Dan Xander juga sudah mengira bahwa hal-hal seperti ini pasti akan terjadi, tapi ketika Xander di panggil untuk merawat Valia untuk pertama kalinya, Xander ingin membicarakan itu dan ingin membalaskan perbuatan mereka.
Tapi, Valia yang baik hati melarang pamannya untuk balas dendam, dan ketika Xander sudah tidak tahan melihat keponakannya berbaring, ia pun ingin memberitahukan hal itu pada kakak dan kakak iparnya. Dan lagi-lagi Valia menghalanginya
Hingga ia mendengar sendiri permintaan keponakannya itu. Yaitu tentang ingin membalas dendam pada mereka yang telah membulinya, setelah mendengar perkataan Valia, Xander bahkan langsung tersenyum dan menyetujui perkataan keponakannya itu dan berjanji akan terus membantu Valia.
__ADS_1
"Kau tidak berbuat berbuat apapun kakak, karena aku akan menangani masalah ini," ucap Xander sambil tersenyum smirk.
Bersambung ...