
Setelah Valia dan Rein sampai di rumah sakit, Valia pun mulai membuka pintu mobil, tapi tiba-tiba saja ia teringat dengan keberadaan Kaily yang pasti akan berjaga di dalam ruangan Carmila.
Valia memutar kepalanya sambil menatap Rein, "Kak, saat kita sampai nanti, berpura-pura lah untuk tidak mengenalku, aku tidak ingin orang lain mengetahui bahwa aku adalah bagian dari keluarga samantha ataupun keponakan paman," ucap Valia sambil turun dari mobil.
Rein yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas pelan, Lalu ia pun turun, tapi Rein memilih untuk membiarkan Valia jalan terlebih dahulu.
Dan setelah Valia sudah masuk kedalam rumah sakit, barulah Rein melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran rumah sakit.
Kini, Valia telah sampai di depan ruangan Carmila, ia pun mulai membuka pintu ruangan itu.
Kaily dan Nero yang berada di dalam spontan menoleh kearah pintu yang tengah terbuka, ketika Kaily melihat wanita yang sangat di tunggunya itu, ia pun langsung berdiri dari sofa dan memanggilnya, "hei nak," sapa Kaily sambil tersenyum
Nero sendiri terkejut melihat Valia, ia tidak menyangka bahwa wanita yang baru saja di ceritakan oleh ibu nya itu adalah Valia.
"Valia," sapa Nero lagi.
Mendengar kedua sapaan itu, Valia pun langsung menoleh, ia melihat Nero dan Kaily tengah menatap kearahnya.
Valia meneliti wajah keduanya, ia melihat mereka tampak begitu mirip dan hal itu membuat Valia berasumsi bahwa keduanya pasti memiliki hubungan, tapi Valia tidak ingin menduga-duga, dan ia lebih memilih mengetahuinya dari keduanya terlebih dahulu.
"Nero?, kenapa kau ada di sini?," tanya Valia sambil berjalan mendekat kearah keduanya.
Kaily terlihat terkejut mendengar keduanya saling menyapa dengan sangat akrab, ia pun melihat kearah Nero dan wanita di depannya dengan saling bergantian.
"Kalian sudah saling mengenal satu sama lain?," tanya Kaily terus memandangi keduanya secara bergantian.
Nero pun melihat kearah sang ibu, ia pun kini tengah mengangguk, ia justru memilih untuk menjawab pertanyaan sang ibu terlebih dahulu, "Tentu saja ibu, karena kami berada di tahun dan jurusan yang sama, sedangkan Carmila berada di jurusan management dan bisnis," ucap Nero pada Kaily.
Setelah mendengar panggilan itu Valia bahkan tidak terkejut lagi, ia hanya tidak menyangka bahwa wanita yang menolongnya justru ibu dari pria yang menolongnya juga.
__ADS_1
Sedangkan Kaily tidak menyangka bahwa sang anak kenal dengan wanita yang sangat di inginkannya.
Lalu Nero langsung menoleh pandangannya pada Valia, "Ah, aku di sini karena ibu memanggilku, aku bahkan terkejut ternyata ibu justru menjaga temanku sendiri," ucap Nero dengan santai.
"Mereka benar-benar baik, di dalam ingatanku, saat Valia asli di rundung oleh kelompok jian, dia selalu datang menolong Valia asli dan sekarang ibu nya juga telah membantuku," batin Valia.
"Ungghh"
Sontak saja, setelah mendengar suara itu membuat Valia langsung berlari ke arah tempat tidur Carmila.
"Carmila," panggil Valia yang terlihat cukup senang melihat Carmila sudah bangun.
Carmila membuka matanya perlahan, lalu ia mencoba untuk duduk. "Valia, aku lapar," ucap Carmila sambil memegang perutnya yang tiba-tiba saja berbunyi.
Valia yang mendengar itu langsung tertawa kecil, "Haha ... tenang saja, aku sudah membawa sesuatu," ucap Valia di sela tawanya sambil memperlihatkan paper bag yang sedang di pegangnya.
Mata Carmila seakan terlihat berbinar, ia pun langsung mengambil papperbag itu dan mengeluarkan seluruh makanan yang ada di dalamnya.
Nero yang melihat tawa itu benar-benar sangat terkejut, karena itu adalah untuk pertama kalinya Nero melihat Valia tertawa, "dia bisa tertawa seperti itu?, dia benar-benar jauh berbeda dari Valia yang dulu," batin Nero sambil menatap Valia.
Kaily terus tersenyum ketika Nero terus memperhatikan Valia, "sepertinya Nero menyukainya," batin Kaily dengan tatapan menyelidik
Saat di sibukkan dengan Carmila, Valia mulai teringat akan sesuatu, ia pun mengambil satu paper bag itu dan membawanya pada Nero dan Kaily.
"Nero, Bibi, aku membawa beberapa makanan, maaf karena hanya ini yang aku punya," ucap Valia sambil menyerahkan paper bag itu pada Nero.
Nero menerima makanan itu dengan senang hati, ia pun menganggukkan kepalanya, "tidak apa-apa, kami berdua menyukai makanan ini, dan terimakasih," ucap Nero juga sebagai mewakilkan ucapan terimakasih dari sang ibu.
Uhuk uhuk
__ADS_1
Seketika saja Carmila terbatuk-batuk, ia benar-benar tidak sadar jika di dalam ruangan itu terdapat dua orang lagi.
Carmila benar-benar tidak tau mengenai hal itu, apalagi saat dirinya tengah dalam keadaan syok, ia hanya mengingat bahwa hanya ada dirinya dan Valia saja.
"Sebelumnya maaf kan aku karena tidak menyapa kalian dan justru terlebih dahulu sudah memakan makanan ini," ucap Carmila sambil menundukkan kepalanya.
Kaily yang mendengar permintaan maaf itu mulai tersenyum kearah Carmila, tidak bisa di pungkiri bahwa kedua wanita yang di tolong olehnya adalah wanita yang sangat sopan dan baik.
"Tidak apa-apa nak, lagi pula kau masih harus mengisi tenaga, jadi tidak perlu sungkan," ucap Kaily yang kembali duduk di sofa dan diikuti Nero.
Carmila yang mendengar itu kembali memakan makanannya, ia tampak tidak perduli dengan keberadaan Nero, karena bagi Carmila memiliki seorang pacar sudah sangat cukup untuknya.
"Apa aku harus mengatakan hal ini pada Kaliandra?, jika dia mendengar hal ini, aku penasaran dengan apa yang akan di lakukan olehnya nanti" batin Nero sambil mengambil maknanya dan mengunyahnya.
Sedangkan Valia kembali duduk di samping tempat tidur Carmila, "seharusnya aku mengucapkan terimakasih pada Nero, jika bukan karena dirinya, aku yakin bahwa sejak lama Valia asli pasti sudah mati," batin Valia sambil memutar kepalanya dan sesekali melirik ke arah belakang.
Lalu Valia melihat Carmila dengan intens, "ibu, jika saja dulu aku menggunakan kekuatanku, pasti aku dan ibu bisa hidup dengan bahagia. jika saja saat itu aku tidak mengemis cinta ayah, pasti kita sudah bisa hidup dengan tenang, walau hanya berdua saja," batin Valia dengan penuh sesal.
Carmila yang sedang fokus menguyah makanan mulai terganggu dengan tatapan Valia, ia pun menoleh dan melihat mata Valia penuh dengan kesedihan.
Carmila menaruh makanan yang ada di tangannya ke nampan, "Valia, ada apa?," tanya Carmila yang mulai memegang tangan Valia.
Nero dan Kaily mendengar ucapan Carmila, merekapun langsung menoleh kearah keduanya.
"Ah ... tidak, aku hanya rindu dengan seseorang saja," bantah Valia sambil menyembunyikan ekspresinya.
Carmila menatap curiga, ia yakin bahwa Valia tengah menyembunyikan sesuatu darinya, "Apa kau tidak ingin menceritakan tentang apa yang ada di forum kampus padaku?," tanya Carmila berterus terang.
Bersambung ...
__ADS_1