
Kaliandra tidak menjawab pertanyaan dari wanita itu, ia bergegas bangkit dan akan segera meninggalkan wanita itu, tapi seketika saja tubuh Kaliandra berhenti melangkah dan menegang.
"Apa kau yakin akan meninggalkanku?, kau tidak lupa siapa aku kan?," ucap wanita itu sambil menatap lurus kedepan.
Lalu wanita itu bangkit dan berbalik, ia melihat Kaliandra menghentikan langkahnya, seketika saja wanita itu tersenyum smirk.
"Bagus, kau akhirnya mengingat posisi mu," ucap wanita itu sambil melangkahkan kakinya mendekati Kaliandra.
Wajah Kaliandra terlihat sangat kesal, sedangkan wanita itu justru terus tersenyum dan langsung merangkul lengan Kaliandra.
"Ayo kita kembali ke kelas," ucap wanita itu sambil berjalan dengan Langkah gontai dan dengan terpaksa Kaliandra pun menuruti perkataan wanita itu.
Saat melewati lorong kampus, Kaliandra melihat Nero dan Valia berdiri di luar kelas, dan Kaliandra mengalihkan pandangannya agar tidak saling bertatap muka dengan Nero dan Valia.
Deg
Ketika Valia menatap kearah keduanya, ia merasa dada nya begitu terasa sakit, "Kenapa sakit sekali," desis Valia sambil memegang dadanya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja, penglihatan Valia tampak gelap, ia bahkan tidak bisa mengimbangi tubuhnya sendiri dan membuat tubuhnya ambruk.
Brukkk
Nero awalnya fokus melihat Kaliandra yang seolah tidak mengenalnya, dan ia di kejutkan dengan suara yang begitu keras.
Nero melihat Valia sudah terjatuh dan sudah tidak sadarkan diri, perubahan wajah Nero terlihat sangat Jelas.
Dengan wajah panik, Nero langsung mengangkat tubuh Valia, "Hei bangun, ada apa dengan mu?," teriak Nero yang mencoba membangunkan Valia.
Mata Kaliandra pun melotot dengan sempurna, dan Spontan saja kaki Kaliandra ingin berlari mengejar Nero.
Namun wanita yang ada di sampingnya langsung menarik lengan Kaliandra, "jangan mencoba untuk membantunya," ucap wanita itu sambil tersenyum manis.
Kaliandra mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat, lalu ia pun tetap mengikuti perintah wanita itu, dan keduanya melangkah pelan seperti sepasang kekasih.
Tapi, di dalam setiap langkah Kaliandra, ia hanya memikirkan Valia saja, "Bagaimana keadaannya?, apa dia baik-baik saja?," batin Kaliandra yang merasa sangat khawatir.
__ADS_1
Sedangkan Wanita itu melirik kearah Kaliandra, "aku tidak akan membiarkan wanita lain mendekatimu, kau di takdirkan hanya untukku" batin wanita itu.
Nero telah sampai di ruang kesehatan, ia pun langsung membaringkan tubuh Valia. setelah mencari siapa yang berjaga, akhirnya Nero melihat Delna yang tengah terduduk sambil menangis.
Nero terlihat tampak sangat kesal, "cih, dulu kalian berdua terlihat begitu sangat egois dan keji, sekarang kau menangis ketika adikmu hilang?, lalu bagaimana dengan para anggota keluarga yang telah kehilangan anaknya karena ulah kalian berdua?, apa menurutmu mereka tidak menangis?, benar-benar menjijikkan," ucap Nero sambil berbalik dan mengangkat tubuh Valia kembali.
Delna yang mendengar itu merasa sangat marah, ia pun menghentakkan meja dan bangkit dari kursinya, "apa maksudmu mengatakan itu?, kau hanya mahasiswa di kampus ini dan kau tidak pantas berbicara seperti itu padaku," ucap Delna dengan keras.
Delna bahkan tidak berpikir bahwa ada salah seorang mahasiswa berani mengatakan seperti itu padanya.
Nero yang mendengar itu pun langsung mengerutkan dahinya, "Hahaha .... aku sudah tidak takut dengan apapun lagi, aku bahkan bisa dengan mudah mengatakan semua kelakuan mu pada dekan dan dengan begitu pak dekan akan langsung mengatakannya sendiri pada pendiri," ucap Nero sambil tersenyum smirk.
Delna yang mendengar itu mulai tersentak kaget, "ka-kau!" teriak Delna dengan kuat.
Sedangkan Nero mengabaikan teriakan Delna, ia pun langsung berlari meninggalkan ruangan Delna begitu saja.
Bersambung ....
__ADS_1