
Jian menunduk dan tiba-tiba saja teringat dengan seseorang, "Valia Samantha, apa jangan-jangan Valia memang berasal dari keluarga itu?, tapi itu tidak mungkin karena dia murid beasiswa, serta aku juga tidak pernah melihatnya menggunakan pakaian mewah, dan juga Telisa mengatakan padaku bahwa dia memanglah orang miskin. Ya ... pasti seperti itu," batin Jian sambil berpikir.
Kini Jian mendongakkan wajahnya dan menatap Yuwin, "Tidak pa, aku tidak pernah menyinggung keluarga itu," ucap Jian sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.
Yuwin yang mendengar itu langsung menunduk kembali, "Aku tidak terima dengan semua ini, aku harus mendatangi perusahan Samantha," guna Yuwin dengan mata melotot sempurna dan sambil menarik rambutnya.
Freya dan Jian tampak terdiam, keduanya sungguh tidak tau kenapa tuan Samantha melakukan hal ini pada mereka.
...****************...
Di sisi lain Granov terus keluar masuk kantor polisi, ketika mendapatkan pemberitahuan bahwa kampus mengadakan cuti, saat itu juga Granov tampak senang, karena ia memiliki waktu untuk mengetahui tentang pengembangan kasus adiknya.
Dan sekarang Granov hanya terduduk di tempat duduk halte bus, "semuanya hanya sia-sia saja, polisi bahkan tidak menemukan apapun," gumam Granov yang tampak cukup lelah dengan semua penantiannya.
Ting
Tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam ponsel Granov, lalu ia pun membuka ponsel itu dan melihat nama yang tertera di ponselnya.
"Carmila," gumam Granov sambil memegang erat ponselnya.
Granov sudah tidak memiliki waktu untuk Carmila, biasanya ketika mendapatkan hari libur, mereka akan memiliki janji temu untuk pergi berdua, tapi sekarang sungguh berbeda, karena Granov sangat memprioritaskan kasus sang adik.
Granov pun menghela nafas kasar, ia pun mendongakkan wajahnya dan menutup mata, lalu ia membuka mata itu kembali dan menunduk. "Karena terfokus sama pada kasus Elena, aku bahkan hampir lupa dengan keberadaan Carmila," gumam Granov yang menatap lurus kedepan.
"Semua ini karena dia, jika saja saat itu dia tidak menabrak kakak, maka kami pasti akan bahagia sampai hari ini," lanjut Granov sambil menggenggam ponselnya dengan sangat kuat.
#Flashback On
Saat itu, Eric, Karin, Elena dan Granov berada di kampung halaman mereka, dan sang kakak beserta sang istri berada di kota.
Keluarga itu tampak sangat bahagia, dan kebahagiaan itu hilang sejak sang kakak kecelakaan.
__ADS_1
Ddrrttt
"Kak, sejak tadi ponsel mu terus berdering" ucap Elena sambil melirik kearah ponsel Granov yang tengah berdering di atas meja.
Granov baru saja keluar dari toilet, ia melihat panggilan itu telah berakhir, dan Granov mengecek kembali ponselnya, ia melihat 5 panggilan tak terjawab dari sang kakak ipar.
"Ini adalah kakak ipar, kenapa kau tidak mengangkatnya?," ucap Granov dengan kesal lalu ia pun mencoba menghubungi nomor itu kembali.
Setelah tersambung, tiba-tiba saja ponsel Granov terkatung sehingga membuat semua penghuni rumah terkejut.
Mereka semua bahkan menoleh kearah Grano, "Ada apa, kak?" tanya Elena yang langsung beranjak dari sofa dan menghampiri Granov.
Eric dan Karin juga mendekat ke arah anaknya, lalu Granov menatap kedua orang tuanya dengan tubuh yang sedikit bergetar. "Ka-kakak mengalami kecelakaan, se-sebaiknya kita harus bergegas kembali ke kota," ucap Granov dengan gugup dan mulai ketakutan.
Elena, Eric dan Karin membulatkan mata mereka, lalu mereka semua menyiapkan barang-barang dan langsung bergegas mencari bus.
Namun tiba-tiba saja, hujan turun dengan sangat deras sehingga membuat beberapa sejumlah daerah mengalami banjir.
Ia sungguh khawatir dengan kondisi sang kakak ipar, karena jika kakaknya mengalami kejadian yang mengerikan, hal itu bisa mengguncang sang kakak ipar yang tengah hamil muda.
"Aku sungguh khawatir dengan keadaan kakak, dan aku takut hal itu menjadi bumerang untuk kakak ipar dan bayinya," ucap Granov sambil berjalan mondar mandir.
Karin, Eric dan Elena juga terlihat sangat khawatir, tapi mereka bahkan tidak bisa berbuat apapun. Karena akses jalan di tutup, mereka semua pun menginap di loket bus.
Setelah 2 hari telah terlewati dan banjir pun mulai surut, Granov bergegas memesan tiket dan naik kedalam bus.
Setelah mereka sampai di kota, Granov mencoba menghubungi kakak iparnya, dan kakak iparnya pun memberikan alamat rumah sakit tempat dimana suaminya di rawat.
Mereka semua pun bergegas pergi ke rumah sakit, setelah sampai, mereka membuka pintu kamar itu, dan mereka semua melihat kearah sang kakak ipar yang tengah terduduk di samping tempat tidur suaminya.
Mata mereka pun melotot melihat raut wajah sang kakak ipar sangatlah menakutkan, Granov bergegas masuk kedalam rumahan dan memegang kedua pundak kakak iparnya.
__ADS_1
"Kak Molina, kenapa kakak menjadi seperti ini?" ucap Granov dengan sedih, lalu ia melihat kearah sang kakak yang tengah terbaring di atas tempat tidur.
Molina tidak menjawab pertanyaan itu, ia bahkan terus saja memandang sang suami.
Elena dan Karin menutup mulut mereka dengan kedua tangan, sedangkan Eric dan Granov membulatkan mata mereka, karena mereka semua melihat seluruh tubuh sang kakak terpasang banyak alat bantu.
"I-ini sangat mengerikan!, siapa yang melakukan ini pada nya!" teriak Granov dengan marah dengan menitikkan air matanya.
Granov pun menoleh kearah Molina, ia melihat tatapan itu terlihat tampak seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Granov pun menghala nafas dengan pelan, Lalau ia langsung berjongkok di hadapan Molina, "Kak, lihat aku, apa kakak tau siapa pelakunya?" tanya Granov sambil memegang tangan Molina.
Ia sangat yakin bahwa Molina sedang mengalami syok berat, jadi ia harus menurunkan nada bicaranya pada Molina.
Molina akhirnya tersadar dan menoleh kearah Granov, tiba-tiba cairan bening keluar dari pelupuk matanya, "Granov, ka-kak mu ... dia ... " perkataan Molina menggantung dan Granov pun langsung memeluk Molina.
Setelah mendapatkan pelukan itu, tangisan Molina pun pecah, ia sudah beberapa hari ia menahan kesedihan itu dan akhirnya tumpah begitu saja di depan keluarga suaminya.
"Kakak, beritahu aku, apa yang telah terjadi," ucap Granov sambil mengelus punggung Molina.
Molina pun melepaskan pelukan itu, "A-aku tidak tau, tiba-tiba aku mendapat panggilan dari orang yang tidak aku kenal, mereka menyuruhku datang ke rumah sakit, lalu setelah aku sampai, mereka memperkenalkan diri sebagai keluarga dapilona, lalu mereka meminta maaf dan memberikan tas ini sebagai kompensasi atas kecelakaan itu dan mereka pergi begitu saja," ucap Molina sambil menghapus air matanya.
lalu Molina pun langsung memberikan tas itu pada keluarga suaminya, Granov pun membuka tas itu dan ternyata isinya sejumlah uang yang sangat banyak.
#Flashback Off
"Apa kau pikir setelah memberikan kami uang itu, kau bisa hidup dengan nyaman?, tidak Carmila, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengampuni perbuatanmu itu pada keluarga ku," gumam Granov sambil melangkahkan kakinya meninggalkan halte bus.
Granov terus saja membawa masa lalu itu padanya, ia bersumpah untuk terus mengingat kejadian itu, dan ia juga bertekad untuk menghancurkan keluarga Dapilona sampai ke akar-akarnya.
Bersambung ...
__ADS_1