Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Tamparan Kuat


__ADS_3

Sedangkan Granov semakin terkejut mendengar perkataan Valia, ia pun meninggalkan dapur dan melangkah untuk mendekati kedua wanita itu.


"Ti-tidak, aku minta maaf, aku bukannya memarahi Carmila, tapi ada sesuatu yang belum bisa aku katakan padanya," ucap Granov dengan gugup.


Carmila yang mendengar itu pun tersentak kaget, ia tidak menyangka jika dibalik sikap Granov yang memarahinya terdapat sesuatu yang membuatnya gelisah.


"Katakan saja pada kami kak, sebenarnya apa yang telah terjadi?," tanya Carmila sambil menoleh kearah Granov.


"Haha ... ini lah yang aku tunggu, aku sangat senang melihat wajahnya yang tampak sedih itu. Aku sengaja memancingnya agar dia terus mengingat kembali kematian adiknya yang menyebalkan itu," batin Valia tersenyum smirk.


Valia sudah merencanakan hal itu sejak Carmila mengajaknya pergi kerumah Granov, ia tentu akan terus membuat seluruh keluarga itu mengingat kematian Elena, karena bagaimana pun, mengingat kematian orang yang mereka sayangi adalah sebuah penderitaan yang tak pernah ada habisnya.


"Dimana kedua orang tua itu?, kenapa aku belum melihat mereka?," batin Valia sambil melihat seluruh ruangan, tapi tidak ada tanda-tanda dari keberadaan mereka.


Tiba-tiba saja Valia mendengar suara langkah kaki, lalu ia pun mulai tersenyum smirk.


Ia menoleh kearah Granov yang sudah duduk di atas sofa, "Jika kau memilih berada di sini, maka lebih baik aku pulang saja," ucap Valia dengan lantang dan membalikkan tubuhnya.


Carmila yang mendengar itu merasa sangat terkejut, padahal Granov hanya meninggikan suara pada dirinya, tapi kenapa Valia yang begitu sangat marah?.


"Valia, jangan pergi, apa kau tidak ingin mendengarkan penjelasan kak Granov terlebih dahulu?," tanya Carmila sambil melihat kearah Valia yang sudah melangkah.


Lalu Valia pun menghentikan langkahnya dan berbalik, "untuk apa aku berada disini, jika seorang pemilik rumah meninggikan suaranya seperti itu?, lagipula tidak salah aku bertanya tentang foto itu, karena foto itu terpasang jelas di depan mataku!, jika kau tidak ingin di ajukan pertanyaan yang sama, maka bakar saja foto-foto itu, kau tidak perlu memamerkannya sebesar itu!," ucap Valia yang sengaja membesarkan suaranya.


Lalu, suara langkah kaki itu semakin dekat dan tiba-tiba saja ...


Plakkk

__ADS_1


Suara tamparan itu begitu sangat keras, hingga membuat pipi Valia memerah dengan sudut bibir yang sudah mengeluarkan darah.


Semua orang terkejut mendengar tamparan itu, mereka pun melihat Karin tengah berdiri di depan wajah Valia.


Valia yang mendapat tamparan itu pun memegang pipinya yang terasa sangat panas. Bola matanya seakan ingin keluar dari tempatnya.


Lalu tanpa aba-aba Valia langsung menampar pipi Karin dengan sangat kuat, sehingga membuat leher Karin memutar beberapa derajat dan Karin jatuh terduduk di lantai.


"Valia!" ucap Granov dan Carmila secara bersamaan.


Eric yang melihat itu pun langsung memegang lengan Valia dan membuatnya menatap wajah Eric.


"Apa yang kau lakukan pada istriku!," ucap Eric dengan amarah yang mengebu-ngebu.


Sedangkan Carmila dan Granov membantu Karin untuk duduk di sofa.


Valia menatap Eric dengan tajam, bahkan tatapan itu seakan lebih tajam dari pisau, "Apa kau buta?!," balas Valia dengan keras.


Valia yang melihat itu tidak tinggal diam, ia membuat seluruh tenaganya berada di ujung kaki lalu sebelum tangan Eric mendarat di pipi itu, Valia justru lebih dulu sudah menendang tubuh Eric dengan sekuat tenaga.


Brukk


Eric terjatuh ke belakang dengan sangat kuat, sedangkan Carmila dan Granov terkejut melihat tindakan Valia.


"Valia!" teriak Carmila dengan kuat. Ia pun bangkit dan berdiri di depan Valia.


Valia menatap kearah Carmila, ia sudah tidak heran dengan perlakuan ibunya itu, karena dia memanglah manusia paling baik yang pernah di temui Valia semasa hidupnya.

__ADS_1


"Apa!, kau ingin menamparku juga?" tanya Valia dengan menurunkan nada bicaranya pada Carmila.


Mendengar hal itu, kedua tangan Carmila sudah terkepal dengan kuat, "Benar!, saat ini aku ingin sekali menamparmu!, bisa-bisanya kau berlaku seperti itu pada kedua orang tua kak Granov!, kau sudah dewasa!, seharusnya kau tidak melakukan itu pada mereka!" ucap Carmila dengan mata melotot sempurna.


"Lakukanlah, maka aku dengan senang hati pergi dari sini," ucap Valia sambil menyerahkan pipinya di hadapan Carmila.


Cemilan tersentak kaget, ia tidak menyangka bahwa Valia menyerahkan pipinya begitu saja, Sedangkan Granov sudah menatap Valia dengan tajam. "kau tidak bisa pergi begitu saja!, aku akan segera melaporkanmu kepada polisi," ucap Granov yang sedang membantu Eric berdiri.


Carmila pun langsung menoleh kearah Granov, "Kak, jangan laporkan Valia pada polisi," ucap Carmila sambil berjalan kearah Granov.


Granov tidak memperdulikan perkataan Carmila, ia pun dengan segera mengeluarkan ponselnya dan ketika Granov mengetik nomor polisi, tiba-tiba saja suara Valia mampu menghentikan tangan itu.


"Kau yakin ingin melaporkan ku pada polisi?, jika dilihat dari cctv, maka ibumu lah yang bersalah dan aku bisa membalikkan tuntutan itu" ucap Valia dengan santai.


Granov pun menoleh kearah Valia, "kau hanya orang miskin, jadi tidak mungkin kau bisa membalikkan laporan itu" ucap Granov yang sudah tidak bisa bersabar lagi dengan sikap semena-mena Valia.


Valia yang mendengar itu mulai mengeryitkan dahinya, "kau yakin?, maka kau bisa mencobanya," ucap Valia sambil tersenyum smirk.


Carmila yang mendengar itu merasa sangat pusing, awalnya ia memohon pada Granov untuk membatalkan niatnya melaporkan Valia, tapi siapa sangka Valia sendirilah yang memprovokasi Granov.


Kini Carmila berjalan kearah Valia, lalu ia pun memegang kedua lengan Valia, "apa yang sudah kau lakukan Valia?!, aku sengaja memohon padanya untuk membatalkan niatnya itu, tapi semua sia-sia karena perkataanmu itu. Sekarang apa yang bisa kau lakukan?, darimana kau mendapatkan pengacara yang bisa membebaskan mu?, dan bagaimana kau membayar mereka?. Aku sarankan lebih baik kau meminta maaf pada keluarga kak Granov," ucap Carmila yang mencoba membuat Valia mengerti dengan perbedaan harta keduanya.


Valia yang mendengar itu justru mengubah ekspresi wajahnya, "Kau tidak perlu khawatir, karena aku sungguh tidak bersalah dalam hal ini, dan apa kau lupa aku masih menyimpan jackpot yang aku dapat?, aku bisa menggunakan itu untuk membayar pengacara," ucap Valia tersenyum manis.


Carmila yang mendengar itu pun mulai mengingat tentang jackpot itu, dan dengan jackpot yang begitu besar, maka pastilah bisa membayar pengacara, tapi tetap saja, Carmila tidka membenarkan perlakuan Valia pada Eric dan Karin.


Granov pun mulai memanggil pengacaranya dan menyuruhnya membuat laporan tuntutan untuk Valia.

__ADS_1


"Kau tetap harus meminta maaf pada mereka, Valia" ucap Carmila dengan membujuk Valia.


Bersambung ...


__ADS_2