Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Memuji Keakraban


__ADS_3

Seketika saja Valia tampak terlihat senang, "Haha ... ini benar-benar menarik," batin Valia sambil tersenyum smirk.


Lalu ia pun mencoba menenangkan Carmila, "Sudahlah Carmila, kau tidak harus membelaku seperti itu, lagipula Yanga mereka katakan itu benar, aku berasal dari keluarga miskin dan tidak memiliki apapun," ucap Valia dengan nada rendah.


Carmila yang mendengar itu mulai mengeryitkan dahinya, ia pun mencoba memberanikan diri untuk menanyakan hal yang terus di simpan di dalam hatinya, "apa orang miskin bisa membayar bill makanan, tiket bioskop dan menyetir mobil?," tanya Carmila dengan penuh selidik.


Valia yang mendengar itu merasa sangat terkejut, dan membuatnya sedikit gugup, ia mencoba berpikir tentang hal lainnya, "Tentu saja, karena selama ini aku telah bekerja keras untuk mencari uang, dan mengapa aku bisa menyetir?, alasannya adalah aku pernah menjadi salah satu sopir truck di sebuah perusahaan," ucap Valia dengan mengelak sedikit.


Alasan itu langsung terpikirkan olehnya begitu saja, dan ia berharap kedua orang di depannya itu bisa mempercayai perkataannya.


Ia tidak ingin penyamaran Valia asli terbongkar begitu saja, bagi Valia membalas orang yang membeli Valia asli dengan identitas tersembunyi adalah hal yang paling menyenangkan.


Jadi orang-orang tidak mudah mencurigai dirinya secepat itu, walau Valia melakukan aksi kecil seperti memperlihatkan Video di layar lebar, justru tidak membuat orang berpikir negatif padanya.


"Aku harus membunyikan identitas aslinya, karena, kalau identitas ini sampai terbongkar, maka pembalasan dendam yang sedang aku lakukan menjadi tidak menarik lagi," batin Valia sambil tersenyum smirk.


Carmila yang mendengar itu merasa sangat terkejut, ternyata inilah kebenaran yang sangat ingin di ketahui nya.


Awalnya ia berpikir untuk bertanya pada Valia sendiri, tapi Carmila berpikir untuk menundanya, dan sekarang ternyata Valia sendiri membongkar hal itu didepannya dan juga di depan Nero.


Sedangkan Neo cukup terkejut mendengar hal itu, ibunya pernah mengatakan bahwa Valia sangat handal membawa mobil, karena ibunya sendiri melihat bagaimana Valia menyetir dan mendorong para pria bersenjata itu kelaut.


"Ternyata itu alasannya, pantas saja mereka berdua bisa selamat dari pria bersenjata itu, dan ketika aku mengantarnya pulang, dia memintaku untuk berhenti di sebuah gang sempit yang sedikit kumuh, dan saat itu juga aku menyadari bahwa Valia benar-benar berasal dari kalangan bawah." batin Nero sambil sesekali melirik kearah Valia.


"Ah ... dan baru-batu ini, aku mendapat sebuah jackpot, kalian ingin lihat?," ucap Valia sambil tersenyum dan mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


Ia pun mengetik akun bank nya dan mulai memperlihatkan saldo yang ada di sana, "lihat ini, bukankah ini banyak?," ucap Valia sambil tersenyum.


Nominal yang ada di dalamnya sangat lah besar untuk kalangan bawah, tapi bagi Carmila dan Nero, nominal itu bukanlah apa-apa.


Carmila terkejut melihat nominal saldo yang ada di akun bank Valia, "apa ini?, darimana kau mendapatkannya?," tanya Carmila dengan binggung.


"Ada pertaruhan antara dia dan Jian, lalu jian kalah, dan saat melakukan persyaratan yang di ajukan Valia, ibu Gleni datang dan mencegah Jian melakukan syarat itu, tapi Valia meminta denda dan terjadilah saldo itu," jelas Nero sambil tertawa kecil karena mengingat kembali hal lucu itu.


Carmila terus menatap Nero sambil mendengar dengan seksama, ia bahkan ikut tersenyum mendengar kehebatan Valia, "kau luar biasa," ucap Carmila sambil menepuk pundak Valia.


"Tentu saja, aku akan anakmu," ucap Valia dengan lantang.


Carmila dan Nero terkejut mendengar hal itu, mereka pun langsung menatap kearah Valia.


"Anakku?, apa maksudmu Valia?" ucap Carmila dengan binggung.


Mendengar candaan itu mulut Carmila menganga dengan lebar, "apa yang kau katakan?, kau ingin aku pukul ha ...?" ucap Carmila sambil melotot dengan tajam.


Nero yang berada di antar keduanya juga ikut tertawa, baginya kedua orang yang mengelilinginya sangatlah lucu.


Lalu Nero memutar kepalnya ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang, ia terkejut karena semua orang terus menatap kearah mereka, Lalau Nero pun berniat untuk menghentikan keduanya, "Hei kalian, berhentilah bertengkar, suara kalian mengganggu orang lain, dan akan membuat kita bisa di usir dari sini," ucap Nero sambil menengahi mereka.


Carmila yang mendengar itu langsung menghela nafas kasar, wajahnya tampak begitu kesal mendengar panggilan Valia untuknya.


Sedangkan Valia, tertawa geli melihat Carmila tampak begitu kesal padanya. "Haha ... maafkan aku, aku hanya bercanda," ucap Valia dia sela tawanya.

__ADS_1


Di sudut ruangan seseorang tengah menatap Carmila, awalnya ia terlihat senang melihat Carmila tampak begitu murung, tapi sejak kedatangan Valia, wajah Carmila kembali terlihat gembira.


"Sial!, kenapa dia selalu datang di waktu yang tidak tepat, padahal aku sangat menyukai eskpresi putus asanya itu, tapi Valia selalu mengacaukan semua usahaku," gumam orang sambil mengeram marah.


Orang itu bahkan mengeram dengan marah, ia pun langsung mengepalkan kedu tangannya, apalagi sekarang ia melihat carmila bercanda gurau dengan seorang pria.


Walau disana juga terdapat Valia, tapi tak bisa di pungkiri bahwa orang itu tidak menyukai kehadiran Nero.


"Berani-beraninya kau tertawa padanya!, aku pasti akan memberi perhitungan padamu, Carmila," ucap pria itu lalu bangkit dari kursinya dan melenggang pergi.


Valia spontan melirik kearah pria yang baru saja meninggalkan mejanya, ketika Valia menyelidiki postur tubuh orang itu, ia melototkan matanya, "ternyata kau terus berada disitu!" batin Valia dengan kesal.


Padahal Carmila sudah menghubunginya berkali-kali, tapi panggilan itu tidak pernah tersambung sampai membuat Carmila tampak bersedih.


"Ternyata kau sengaja membuat ibu terus memikirkan mu. Selama ada aku, ibu tidak kan pernah bersedih lagi!, ingat itu." batin Valia sambil menatap punggung itu dengan tajam.


"Aku ke ingin pergi ke toilet sebentar, kalian pesan saja terlebih dahulu," ucap Valia sambil bangkit dari kursinya dan membawa tasnya.


Ia pun melangkah meninggalkan Carmila dan Nero, sedangkan kedua orang itu tampak begitu canggung satu sama lain.


"Carmila, bagaimana kau bisa dekat dengan Valia?," tanya Nero yang mencoba memecahkan kecanggungan di antara mereka.


Carmila yang mendengar itu langsung menceritakan pertemuan pertamanya dengan Valia secar detail.


Nero terus mendengarkan nya dengan serius, ia bahkan terlihat sangat menikmati cerita itu, bahkan ia juga mendengar dari Carmila yang bercerita tentang pembayaran Bill makanan dan tiket bioskop itu.

__ADS_1


"Tidak bisa di pungkiri bahwa kalian juga benar-benar terlihat sangat akrab," ucap Nero dengan memuji keakraban keduanya.


Bersambung ...


__ADS_2