
Setelah begitu lama mengikuti mobil yang menculik nona nya, dari kejauhan Rein bisa melihat bahwa nona nya turun dari mobil dengan di kawal oleh 2 orang pria berbadan kekar.
"Haa .... sudah lama aku tidak melatih otot-otot ku ini, sepertinya mereka sangat cocok menjadi samsak tinju ku," ucap Rein sambil membunyikan seluruh jarinya dan lehernya yang terasa sangat kaku.
Rein keluar dari mobilnya, sambil mulai berjalan mengendap-endap dengan mendekati rumah itu.
Tidak ada penjaga yang berjaga di sekitar rumah itu sehingga membuat Rein masuk dengan sangat mudah.
Rein pun mengintip dan melihat mereka tengah mengikat tangan, kaki dan mulut Valia. Rein yang melihat itu merasa sangat marah, ketika dirinya ingin menerobos masuk, tiba-tiba Bian melihat sebuah mobil baru saja tiba.
Melihat hal itu Rein langsung menyembunyikan dirinya, dan ketika orang itu keluar, Rein benar-benar sangat terkejut.
"Kau!, aku harus memberitahukan hal ini pada bos," gumam Rein yang mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Xander.
Setelah mendapati nomor Xander, Rein pun langsung mengirim lokasinya saat ini pada Xander.
Rein kini mulai mengintip kembali, ia melihat orang itu tengah tertawa menggelegar, lalu mereka pun membuka penutup mulut Valia.
"Hahaha .... lihatlah anak miskin, kau sungguh tidak bisa berbuat apapun, dan jika kau juga menghilang maka tidak ada yang mengetahuinya," ucap Renzo yang tengah tertawa keras.
Valia yang mendengar itu tampak tersenyum smirk, di dalam matanya bahkan tidak terlihat ada ketakutan.
Tapi justru sebaliknya, ia seakan terlihat menantang Renzo sambil mengeluarkan senyum evil nya.
Seketika tawa Renzo terhenti, lalu ia melihat kearah Valia yang tengah mengejeknya. "kau menantang ku?," tanya Renzo dengan mata yang sudah melotot dengan sempurna.
"Menurutmu?," tanya Valia sambil membesarkan kedua bola matanya dan diselingi oleh senyuman mengerikan.
__ADS_1
Renzo yang melihat itu benar-benar kesal, ketika Renzo ingin menyentuh Valia, tiba-tiba saja Valia menggoresnya dengan sebuah pisau kecil.
sreeekkk
Aarrgghh
Sontak saja membuat kedua pria berbadan kekar itu terkejut, mereka mendekati Renzo dan melihat keadaan bos mereka itu.
Sedangkan Valia membuka ikatan Kaki nya dengan menggunakan pisau kecil itu, "kau pikir aku wanita lemah yang bisa kau tindas sesuka hatimu?, jika masih itu yang kau pikirkan maka aku minta maaf, karena Valia Samantha bukanlah Valia yang dulu lagi," ucap Valia sambil memutar pisau kecil itu ditangannya.
Renzo yang sedang memegang tangannya yang sudah berdarah kini di kejutkan dengan perkataan Valia, "A-apa?!, tidak mungkin," ucap Renzo sambil menatap kearah Valia.
"Haha ... kau baru mengetahui nama lengkap ku?, setiap Jian memiliki masalah dengan ku, kau justru selalu menghukum ku, tapi kau tidak pernah tau nama lengkap murid yang sudah berkali-kali kau hukum?, aku jadi bertanya-tanya sebenarnya kau ini rektor seperti apa?," ucap Valia lagi.
"Ti-tidak!, kau hanya wanita miskin yang masuk melalui beasiswa, jadi sungguh tidak mungkin bahwa kau bagian dari Samantha," ucap Renzo yang semakin tidak percaya dengan perkataan Valia.
Renzo yang mendengar itu semakin ketakutan, ia tidak menyangka bahwa bisa mengatakan itu dengan sangat mudah.
"Ah .. aku juga lah yang telah memotong lidah kedua mahasiswi itu, sebenarnya tuduhan mu itu tidak salah, tapi yang salah adalah kau hanya kekurangan bukti," lanjut Valia sambil memutar pisau itu terus menerus.
Sedangkan kedua kaki Renzo sudah tidak bisa menopang tubuhnya lagi, ia benar-benar syok mendengar pernyataan itu.
"Ce-cepat bunuh dia!" teriak Renzo dengan kuat.
Kedua pria kekar itu pun mulai berlari kearah Valia, tapi tiba-tiba saja seorang mendobrak pintu itu dan langsung melempar dua bilah pisau ke arah masing-masing pria kekar itu.
Ughhh
__ADS_1
ughh
Kedua pria kekar itu pun terjatuh di hadapan Valia, lalu Valia melihat kearah pintu dan ternyata orang yang di lihat ya itu adalah Xander.
"Paman," ucap Valia sambil berlari memeluk Xander.
Sontak saja hal itu membuat Renzo menoleh dan ia sungguh sangat terkejut, "ka-kau dokter yang menginvestigasi penemuan daging itu, ba-bagaimana kau bisa berada di sini?" ucap Renzo yang semakin tidak mengerti akan situasi yang ada di depannya.
"Apa karena kau ketakutan jadi kau bidak bisa mendengar panggilan Valia padaku?," tanya Xander dengan mata yang tengah melotot dengan tajam.
"Ka-kalian bagian dari keluarga Samantha?" ucap Renzo sambil menunjuk kearah mereka.
Keduanya tidak menjawab pertanyaan itu, "paman serahkan saja hal ini padaku, karena aku bisa mengurusnya sendiri." ucap Valia lalu berbalik dan ia langsung menendang wajah Renzo.
Brukkk
Aagghhh
"Sudah lama aku ingin melakukan hal ini padamu!, kau tau betapa menyakitkan siksaan yang kau berikan padaku?," ucap Valia sambil menatap kearah Renzo, tapi Valia melihat Renzo menjawab pertanyaannya.
"Sepertinya kau tidak tau, maka aku akan membuatmu merasakan seperti apa rasa sakit itu," ucap Valia lalu mendengar kembali wajah Renzo.
Brukk
Arrgghh
Bersambung ...
__ADS_1