Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Kemarahan Yuwin pada Jian


__ADS_3

Seketika saja tubuh Rila menegang, ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Ruslan.


Dan suasana di ruangan itu mulai menjadi hening, tidak ada dari mereka yang memulai percakapan.


Bahkan Rila dan Jian saling memandang satu sama lain, mereka memang tidak pernah melihat langsung wajah dari anak Samantha, karena bagaimana pun identitas wajah dari anak konglomerat itu tertutup dengan sangat rapat.


"Bagaimana mungkin kami bisa tau?, kami hanya berpikir bahwa memang tidak mungkin dia bagian dari Samantha karena sejak masuk universitas, ia tidak pernah memakai pakaian mahal ataupun barang branded lainnya," ucap Rila dengan percaya diri.


Ruslan pun memejamkan matanya dan menghela nafas kasar, "Kenapa kalian tidak membicarakan ini pada kami?, sekarang aku katakan, Coba kalian pikirkan dan lihat kami, hanya kami bertiga yang di hapus secara tidak hormat oleh keluarga Samantha, artinya teman kalian itu yang bernama Valia adalah bagian dari Samantha" ucap Ruslan menutup wajahnya dengan kedua tangan lalu ia pun melihat kearah kedua remaja itu.


Rila dan Jian yang mendengar itu mulai ketakutan, keduanya saling memandang satu sama lain.


Setelah melihat kebungkaman kedua anak dari temannya itu, membuat Ruslan menghela nafas kasar. kini ia mulai kembali teringat dengan kematian Asra, "Apa yang sudah kau lakukan nak?, setelah tiada, kau justru meninggalkan masalah begitu besar padaku," gumam Ruslan dengan pelan.


Yuwin yang sedaritadi diam mulai mengingat tentang perkataan sang putri, ia pun membuka mulutnya, "apa mainan baru mu itu adalah anak keluarga Samantha?." tanya Yuwin dengan suara keras.


Rila, Ruslan, Harkan, Freya, dan Tifa terkejut mendengar teriakan itu, mereka semua kini menatap kearah Yuwin.


Jian yang mendengar itu mulai bergetar ketakutan, tapi, mau tidak mau, ia harus menjawab pertanyaan sang papa.


Jian memilih menundukkan wajahnya, ia sungguh tidak berani menatap wajah para orang tua itu, "Be-benar, pa." ucap Jian dengan terbata-bata.


Yuwin yang mendengar jawaban sang anak mulai meradang, ia berdiri dan langsung memukul kepala Jian dengan sangat keras.


Plakkk


Arghhh


"Sialan!, bisa-bisanya aku memiliki anak bodoh sepertimu!" teriak Yuwin dengan keras.


Jian pun langsung memegang kepalanya yang terasa begitu sakit, bahkan orang-orang yang ada di sana terkejut dengan tindakan yang di lakukan oleh Yuwin.


Yuwin yang sudah meradang kini mengangkat tangannya kembali, sedangkan Freya langsung memeluk tubuh Jian.

__ADS_1


Dan tiba-tiba saja, Ruslan berdiri dan menghentikan tangan Yuwin. "Hei, apa yang kau lakukan?, sadarlah, dia itu anakmu," ucap Ruslan dengan mencoba menahan tangan Yuwin.


Yuwin pun mendengar perkataan Ruslan, ia langsung menurunkan tangannya tapi kedua bola mata Yuwin masih menatap kearah Jian dengan tajam.


"Sialan!, sekarang ini, aku bahkan tidak ingin mengakuinya sebagai anak," ucap Yuwin dengan kesal.


Sedangkan yang lainnya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena mereka baru pertama kali melihat adegan itu di depan meta mereka sendiri.


Biasanya, Yuwin terus saja membanggakan Jian, mereka bahkan tidak pernah melihatnya marah pada sang anak, bahkan juga tidak pernah meninggikan suaranya.


Tapi kali ini sangat berbeda, Yuwin terlihat sangat murka sehingga ia memperlakukan Jian di depan mereka semua.


Bahkan kata-kata yang tidak pantas keluar begitu saja dari mulutnya, "berhentikan mengatakan kata-kata kasar Yuwin, sekarang yang harus kita lakukan adalah mencoba meminta maaf pada anak itu, karena bagaimanapun dia adalah anak dari seorang konglomerat yang di segani di kota ini," ucap Ruslan mencoba memberikan ide pada mereka semua.


Harkan yang mendengar ide tersebut langsung menatap kearah Rila, "pertama-tama, aku ingin mendengar, apa saja yang sudah kalian lakukan padanya?," tanya Harkan dengan tatapan kecewa.


Rila yang melihat tatapan itu justru sangat terkejut, ia bahkan pertama kalinya melihat raut wajah kecewa dari sang papa.


Rila mulai menunduk dan menceritakan seluruh kejadian yang dirinya tau, sedangkan Jian semakin ketakutan karena ada bagian dari rencananya yang Rila tidak ketahui.


Padahal Ruslan sudah memenangkan Yuwin tapi kenapa putrinya justru semakin bertambah ketakutan?.


Freya melepaskan pelukannya dan menatap kearah Jian. "ada apa Jian?, kenapa tubuhmu semakin bergetar hebat?," tanya Freya dengan binggung.


Ia bahkan semakin mengkhawatirkan putrinya itu, padahal Freya berkata dengan pelan, tapi seluruh mata orang yang tengah serius mendengar perkataan Rila tiba-tiba saja beralih menatap kearah Freya dan Jian.


"Sekarang apa lagi?," tanya Yuwin dengan kesal, karena mereka tengah fokus mendengarkan cerita dari Rila.


Jian semakin gugup mendengar pertanyaan itu, ia tidak menyangka bahwa pertanyaan Freya mengundang tatapan semua orang kearahnya.


Yuwin yang melihat kebungkaman itu mulai merasa curiga, karena ia sendiri bisa melihat bahwa Jian tengah bergetar ketakutan.


"Jawab!" teriak Yuwin dengan marah.

__ADS_1


Jian tersentak kaget dan ia pun spontan menceritakan seluruh kejadian yang dimana dirinya telah menyewa beberapa preman tapi ia tidak lagi mendengar kabar dari preman itu, bahkan ia juga menceritakan tentang menyewa dua orang bersenjata untuk membunuh Valia, dan lagi-lagi Jian tidak mendengar kabar dari orang tersebut.


"Jadi orang yang kau sewa itu untuk membunuh keluarga samantha?" teriak Yuwin yang semakin marah.


Harkan, Tifa, Rila, Ruslan dan Freya terkejut mendengar perkataan itu, "pantas saja nama kita di hapus begitu saja, ternyata anak-anak kita berencana untuk membunuh anak dari keluarga Samantha," ucap Harkan terduduk dengan lemas.


Rila yang mendengar perkataan itu mulai mencoba membantah perkataan sang papa, "Tapi aku tidak ikut dalam rencana itu, pa," ucap Rila dengan membela dirinya.


Yuwin yang sudah sangat murka mulai manarik rambut Jian dengan kuat.


Arghhh


Jian terkejut ketika Yuwin menarik rambutnya, "sakit!" teriak Jian yang mulai meneteskan air matanya.


Sedangkan Freya mencoba menghentikan sanga suami, "jangan lakukan itu, apa kau tidak melihat dia tengah kesakitan!" teriak Freya dengan nada khawatir.


Yuwin tidak mendengarkan perkataan Freya, ia pun mulai menghempaskan Jian dengan sangat kasar.


Arrgghhh


Takk


Jian kini terjatuh dari sofa dan dahinya pun membentur di sudut meja. Ia mulai merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.


Sedangkan Yuwin justru tidak memperdulikan Jian, "Dasar anak sialan!, sia-sia aku membesarkan anak bodoh sepertimu!" teriak Yuwin dengan keras.


Freya langsung membantu Jian berdiri, ia melihat dahi Jian sudah mengeluarkan darah segar.


Ruslan semakin tidak percaya melihat tindakan yang di lakukan oleh Yuwin, saat ini mereka semua membutuhkan solusi, bukan kemarahan yang tidak jelas seperti yang di lakukan temannya.


"Yuwin, apa kau tidak bisa berbicara dengan santai?, kau lihat, Rila bahkan mulai terlihat ketakutan melihat tindakan mu itu," ucap Ruslan sambil menunjuk kearah Rila yang tengah memeluk Tifa.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf karena jarang update, kesibukan di real jauh lebih padat, sungguh di luar dari ekspektasi author 😭 🙏


__ADS_2