Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Semakin Ingin Bertemu


__ADS_3

Javier dan Nisia menghubungi keluarga Asra, keduanya mengatakan untuk berkunjung ke mansion mereka.


Setelah menghubungi keluarga Asra, kaki Nisia seolah berat untuk melangkah keluar mansion, tapi sebelum melangkah, ia menarik nafas dalam-dalam dan langsung menghembuskannya dengan perlahan.


Javier yang melihat wajah istrinya sangat mengetahui bahwa sang istri sangat tidak suka untuk mendatangi keduanya, tapi mau bagaimanapun mereka tetap berpikir secara manusiawi.


...****************...


Seseorang yang ada di dalam itu terus saja memandang Valia, dia adalah teman dari Kaliandra, "Bagaimana bisa dia berubah drastis seperti itu?," gumam Nero sambil termenung di dalam kelas.


Sejak Kaliandra memerintahkan Nero untuk membantu Valia, sejak saat itu juga sedikit demi sedikit Nero mengenal sifat Valia.


Saat Valia di rundung untuk terakhir kalinya, Nero sama sekali tidak bisa menghalangi mereka karena ia memiliki kelas yang tidak bisa di tinggali oleh Nero.


Dan saat itu mulai terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan pada Valia, sedangkan Nero sedikit menyesali hal itu.


Setelah pembulian yang dilakukan Jian, Valia tidak masuk beberapa hari, Nero benar-benar merasa bersalah padanya, lalu keesokan harinya, Nero mendengar bahwa Valia telah masuk kembali ke kampus.


Ia yang masih berada di taman langsung berlari ke kelas, lalu ia melihat hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yaitu melihat Valia yang sedang memutar tangan Jian. Nero juga merasakan hawa di sekitarnya mulai berubah dan melihat tatapan Valia semakin tajam.


Semakin di pikirkan oleh Nero, semakin ia tidak menemukan jawabannya, tapi ia juga cukup senang dengan perubahan yang di alami oleh Valia selama dirinya tidak masuk kedalam ke kampus.


"Dengan begini, tidak ada lagi yang berani bermain-main dengannya," gumam Nero yang masih duduk di kelas dan menatap kursi Valia.


Nero bergegas membersihkan meja dan mengambil tasnya, ia pun berjalan keluar kelas, lalu ia mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Kaliandra.


[Mari kita bertemu di cafe favorit kita]


Ketika Nero ingin memasukkan ponselnya ke saku, tiba-tiba masuk balasan dari Kaliandra.


[Baiklah]

__ADS_1


Nero mengeryitkan dahinya, karena tidak bisanya Kaliandra mau membalas pesan dalam waktu singkat.


"Sepertinya dia tau bahwa aku ingin memberitahukan tentang Valia padanya," gumam Nero sambil memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku.


Karena berbeda gedung jadi membuat mereka tidak bisa bertemu setiap hari, dan karena itulah mereka selalu membuat janji temu.


Setelah mereka berdua bertemu, Kaliandra terlihat antusias ingin mendengar tantang Valia.


"Apa kau sudah melihat di forum kampus?," tanya Nero sambil menyesap kopi yang ada di depannya.


Kaliandra mengangguk, karena ia sudah melihat semua berita itu, "Aku melihatnya, bahkan aku juga melihat layar lebar di kelasku," ucap Kaliandra sambil menatap keluar.


Cafe itu berada di pinggir jalan, dan cafe yang mereka datangi saat ini memiliki interior yang sangat menakjubkan, seluruh cafe iri di lapisi oleh kaca, sehingga membuat semua orang yang ada di dalam bisa melihat keluar.


"Yang menyebarkan seluruh video ke layar lebar seluruh kampus adalah Valia sendiri," ucap Nero sambil melihat kearah Kaliandra.


Kaliandra benar-benar terkejut, ia menoleh kearah Nero dan memastikannya kembali, "apa kau yakin, Nero?, bukankah Valia orang yang tidak pernah bisa melawan orang seperti mereka?," tanya Kaliandra yang merasa tidak percaya dengan perkataan Nero.


Kaliandra yang mendengar itu merasa sangat tercengang, sejak mengenal Valia, ia yakin bahwa Valia adalah anak yang baik dan lembut, tapi setelah mendengar cerita dari Nero, Kaliandra seolah semakin ingin bertemu dengan Valia.


"Aku ingin bertemu dengannya," gumam Kaliandra membuat Nero terbatuk.


Uhuk


Uhuk


Nero yng baru saja menyesap kopinya, terkejut mendengar perkataan Kaliandra, padahal dulu Kaliandra mencoba menjauhi Valia agar wanita itu tidak terkena imbas dari wanita-wanita yang ada di kampus.


"Ada apa?," tanya Kaliandra dengan binggung.


"Kenapa kau mengatakannya secara tiba-tiba?, bukankah kau sendiri yang mengatakan hanya memantaunya dari kejauhan, tapi sekarang kenapa berbeda?," kesal Nero karena hidungnya benar-benar sakit.

__ADS_1


"Sekarang ini sungguh berbeda, dia sudah bisa mengatasinya, jadi aku bisa mendekatinya kembali," ucap Kaliandra dengan datar.


"Dasar Licik!" umpat Nero lalu menyesap kopinya kembali.


Mereka pun berbincang-bincang tentang apa yang terjadi dengan Valia, sedangkan Kaliandra sendiri tidak pernah bosan mendengar itu dari Nero.


...****************...


Valia yang masih berada di kampus mencoba mencari Carmila di gedung sebelah, ia berjalan sambil tersenyum Ria.


Melihat ruangan Carmila sudah dekat, Valia bergegas mempercepat langkah kakinya dan langsung memasuki kelas itu.


Valia melihat Carmila dan langsung menghela namanya, "Carmila," panggil Valia sambil berjalan mendekati kursi Carmila.


Carmila terkejut melihat Valia datang ke kalas nya, bahkan seluruh teman-teman Carmila juga ikut terkejut melihat Valia berada di kelas mereka, kemana Valia pergi, maka ia akan menjadi pusat perhatian para mahasiswa lainnya.


"Dia berteman dengan Carmila yang kaya raya?," tanya teman-teman lainnya yang begitu terkejut.


"Aku yakin anak beasiswa itu mendekati Carmila pasti memiliki maksud yang lain," ucap teman yang lain.


"Tentu saja memiliki maksud tertentu, dia itu orang miskin, sedangkan Carmila terlahir kaya, aku bahkan yakin kalau wanita miskin itu tengah memanfaatkan Carmila," timpal yang lain


Awalnya Fallen dan Zewina sudah tersenyum karena Valia mendapat cemooh dari teman-teman kelas mereka, dan bahkan mereka mengira bahwa Carmila akan cuek terhadap Valia, tapi ternyata tidak, mereka di kejutkan dengan Carmila yang menyapa Valia kembali.


"Valia?, kenapa kau tidak mengabari ku jika kau akan mampir ke sini?," tanya Carmila sambil membereskan barang-barangnya lalu berdiri dan menghampiri Valia.


Valia terlihat cuek mendengar omongan dari teman-teman Carmila, ia justru langsung membalas perkataan Carmila, "Aku hanya ingin memberimu kejutan," ujar Valia sambil tersenyum.


Valia melihat kearah belakang Carmila, disana Fallen dan Zewina sudah menatapnya dengan tajam, lalu Valia membalas mereka dengan sebuah senyuman mengerikan.


Keduanya tampak terkejut, sedangkan Carmila tidak melihat senyuman itu karena ia sedang mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.

__ADS_1


Bersambung ..


__ADS_2