
Dia masih tidak menyangka wanita yang ada di dalam pelukannya saat ini adalah Sina, sang kekasih yang sudah dia rindukan selama beberapa bulan ini.
Tangan Dion terangkat menyentuh wajah merah Sina yang masih berkeringat karena kegiatan mereka tadi, kemudian jatuh pada pundak telanjang Sina yang ditutupi oleh rambut hitam panjang yang terurai. Suara nafasnya terdengar ringan diikuti oleh pergerakan dadanya yang teratur menunjukkan bahwa dia sedang terlelap dalam tidur yang damai.
"Ini nyata..kamu ada di dalam pelukan ku." Bisik Dion sembari menyunggingkan sebuah senyuman.
"Tidak apa-apa sayang.. setelah ini kita akan hidup bahagia bersama baby kita. Aku akan melindungi kamu dan baby kita, tidak mengizinkan siapapun menyentuh urat rambut kamu sedikitpun karena sudah saatnya kita bahagia. Jangan menangis lagi karena kesedihan karena aku akan merubah semua tangisan kamu menjadi sebuah kebahagiaan, apa kamu mendengar ku?" Dia bertanya pada sosok damai yang ada di dalam pelukan.
Seolah-olah orang yang ada di dalam pelukannya sekarang tidak tidur dan sedang menyimak semua yang baru saja dikatakan.
"Hem.." Sina kedinginan jadi dia beringsut semakin masuk ke dalam pelukan Dion.
"Bagus." Dion puas dengan jawaban Sina.
Dia lalu menarik Sina ke dalam pelukannya, mengecup wajah cantik Sina sesuka hati dan membuat tidur sang kekasih terganggu.
"Dion.." Sina tidak senang diganggu.
Dion tersenyum, tangan kanannya mengusap-usap perut besar Sina dengan lembut dan sayang.
"Okay, sekarang kamu bisa tidur." Katanya meredam suara tawanya.
Ah, Sina-nya sangat lucu ketika sedang tertidur. Apalagi jika tercipta pikiran usil untuk mengganggu sang kekasih, Hem..betapa senang Dion.
"Oh..aku harus melihatnya." Dia mengambil ponsel di atas nakas.
Dia baru ingat ada dokumen penting yang bawahannya kirim tadi pagi namun belum sempat dia baca karena berbagai macam aktivitas yang penting bersama Sina.
Nah, karena sekarang Sina tidur di dalam pelukannya Dion jadi tidak khawatir untuk memberikan sedikit waktunya pada urusan kantor.
"Coba kita lihat..apa hubungan Tuan Jason perusahaan X dengan pejabat daerah yang bernama Pak Ruli. Kenapa disaat negara sedang sibuk-sibuknya dia mempunyai waktu untuk memikirkan urusan kotor orang lain.. Hem, seberapa banyak uang haram yang ada di kantong hitamnya?" Dion mulai membaca dokumen yang bawahannya kirim.
Hanya beberapa lembar saja namun informasi yang ada di sana sangat cukup untuk memuaskan Dion. Sampai akhirnya suatu paragraf di dalam dokumen tersebut membuat wajah Dion langsung mengeras dingin.
"Mereka mulai mencari tahu tentang Sina?" Dion mengepalkan kedua tangannya marah.
"Darimana mereka tahu tentang Sina dan mengapa harus Sina yang mereka cari diantara semua wanita yang mendekatiku?" Dion mulai curiga ada campur tangan orang dalam di masalah ini.
Dia pikir ada bantuan seseorang yang cukup dekat dengannya sehingga mereka akhirnya tahu informasi tentang Sina. Lihat saja yang ada di dokumen, orang-orang pesuruhan Tuan Jason dan Pak Ruli sudah berkeliling banyak tempat untuk mencari keberadaan Sina.
Untuk apa?
Dion tersenyum dingin, tentu saja ini bukanlah hal yang baik.
"Kalian sampai berani menyentuh masalah pribadiku? Hahaha..maka lihat penghargaan apa yang akan ku berikan untuk kalian berdua. Aku harap kalian tidak menyesali semua yang telah kalian mulai sendiri." Peringat Dion dingin.
__ADS_1
"Dion..." Sina terbangun karena suara tawa Dion.
"Hem, apa aku membangunkan mu?" Wajah keras nan dingin itu segera menghilang digantikan dengan ekspresi lembut yang penuh kasih.
"Ngantuk.." Keluh Sina manja.
Dion tersenyum, mengecup puncak kepala Sina dan mengelus perutnya agar kembali tertidur.
"Aku minta maaf telah membangunkan kamu, sekarang kamu bisa tertidur lagi.."
Sina tidak memberikan respon apa-apa, namun suara nafasnya yang teratur menunjukkan bahwa dia kembali tertidur.
"Tidak lagi sayang..aku tidak mau kehilangan kamu lagi." Bisik Dion cemas bercampur posesif.
Dia mengecup ringan bibir Sina sebelum kembali fokus pada ponselnya. Dion tidak ingin terlalu berbasa-basi dengan dokumen itu lagi jadi dia langsung menghubungi bawahannya.
"Ya, bos?" Terdengar suara berat di ujung sana.
"Apa kamu tahu siapa orang dalam yang telah memberitahu mereka tentang keberadaan Sina?" Tanya Dion langsung to the point.
"Belum bos, aku masih menyelidiki masalah ini."
Dion tidak puas dengan kinerja bawahannya yang lambat.
"Jangan lengah karena ini juga menyangkut hidup kamu di tanganku." Peringat Dion dingin.
"Baik, kemudian tugas kamu sekarang serahkan semua bukti-bukti perusahaan X dan pejabat daerah yang bernama Pak Ruli karena telah melakukan tindak korupsi ke polisi. Ingat, kamu juga harus melibatkan media massa nasional maupun swasta, tekan terus jangan sampai berita ini menghilang. Satu lagi, Pak Ruli pernah berselingkuh dengan asisten pribadi wanitanya. Sebarkan semua foto-foto perselingkuhan mereka di sosial media dan jangan lupa kirimkan juga kado spesial ini kepada istrinya. Aku mau berita ini sudah ada besok pagi, apa kamu mengerti?"
"Bos, aku mengerti!"
Setelah itu Dion langsung menutup sambungan telepon. Dia menaruh ponselnya di atas nakas samping dan memeluk Sina untuk menenangkan semua sarafnya yang menegang.
Hal ini terus saja berlangsung hingga dia akhirnya bisa terlelap.
Paginya semua berita di tv menyiarkan tentang penggelapan dana pemerintah yang dilakukan oleh perusahaan X dan salah satu pejabat daerah yang baru menjabat. Tidak hanya itu saja yang ramai dibicarakan oleh masyarakat umum karena kabar yang paling mengejutkan mereka adalah tersebarnya foto-foto perselingkuhan pejabat daerah tersebut dengan asisten pribadinya.
Berbagai macam foto-foto perselingkuhan mereka tersebar luas di sosial media tanpa perlu disensor atau ditutupi. Membuat masyarakat geger dan beramai-ramai mengecam tindakan tersebut. Alhasil, tidak hanya karir pejabat daerah tersebut yang hancur tapi rumah tangga harmonisnya pun ikut lenyap bersama semua kecemerlangan hidupnya.
Dia sudah tidak punya apa-apa lagi selain tatapan kebencian dari keluarga dan anak-anaknya.
Cerita serupa juga di dapatkan oleh perusahaan X. Selain mengalami pailit para petinggi perusahaan X termasuk Tuan Jason ditahan polisi sebagai tersangka kasus penggelapan dana proyek pemerintah. Mereka semua terancam hukuman seumur hidup atau paling sedikit 20 tahun.
"Akhir yang indah'kan?"
...🍚🍚🍚...
__ADS_1
1 Bulan Kemudian
Usia kandungan Sina hampir masuk 9 bulan yang berarti hari kelahiran sang baby hanya menghitung dua atau 3 minggu saja menurut prediksi dokter.
Hari ini mereka akan segera pindahan ke apartemen pribadi Dion di pusat kota. Dion bilang dia tidak ingin Sina kesusahan di apartemen kecil ini sehingga mereka harus segera pindah sebelum sang baby lahir.
Mengenai kedua orang tua mereka, Sina hanya mengikuti keputusan Dion. Mereka sepakat akan memberitahu kedua belah pihak tentang hubungan dan baby mereka setelah sang baby lahir ke dunia agar mereka tidak punya alasan untuk memisahkan mereka lagi.
Hem, sebenarnya Dion diam-diam menyembunyikan kabar yang sebenarnya dari Sina bahwa kedua orang tua mereka sudah setuju tentang hubungan ini. Mereka hanya tidak tahu tentang keberadaan baby yang masih di dalam kandungan Sina saja dan rencananya kabar ini akan Dion sampaikan setelah sang baby melihat dunia!
"Sayang, nanti kalau ada apa-apa langsung telpon yah?" Dion akan ke luar membeli makanan untuk Sina.
Padahal dia hanya perlu menyeberangi jalan yang ada di depan saja, tidak jauh sama sekali dengan apartemen ini.
"Iya..iya, aku akan hubungi kamu kalau ada apa-apa." Sina mengecup pipi Dion.
Mendorongnya keluar dari apartemen karena tidak tahan melihat ekspresi imutnya.
Cup
Dion mengecup balik bibir Sina masih cemas sebelum benar-benar pergi keluar.
"Tunggu aku kembali."
Setelah itu pintu apartemen benar-benar tertutup. Meninggalkan Sina yang sedang asik senyum-senyum sendiri seraya mengelus lembut permukaan perutnya.
"Papa kamu imut, sayang." Bisik Sina berbicara dengan kandungannya.
Baby yang ada di dalam kandungannya merespon Sina dengan sebuah tendangan kecil, membuat Sina tertawa menahan geli.
Tok
Tok
Tok
Ada suara ketukan pintu dari luar. Hem, apa itu Dion?
"Papa kamu kok cepat banget balik?"
Sina tanpa ragu berjalan ke arah pintu, menarik gagang seraya bersiap-siap menceramahi sang kekasih.
"Dion kamu kok cepat banget balik-ah, Risa?"
Bersambung..
__ADS_1
Author teh gak pernah bilang mau ngegantungin'kan?