Dear Dion

Dear Dion
30. Calon Mertua


__ADS_3

"Tante, Om, selamat siang?" Sapa Sina sopan kepada Tuan Edward dan Nyonya Ranti.


Dia menyambut pasangan suami-istri itu di ruang tamu untuk kesopanan karena dia pikir tidak baik rasanya langsung menyambut mereka ke halaman depan seperti Risa. Tentu saja ini berbeda, Risa adalah putri mereka sedangkan Sina bukan siapa-siapa untuk mereka jadi wajar saja dia tidak bertindak berlebihan.


Hem..Hem, untuk sementara mereka bukan siapa-siapa tapi beberapa waktu lagi mereka akan resmi menjadi mertuanya, heheh..


"Selamat siang, Sina." Sapa Tuan Edward sangat ramah.


Dia bahkan mengusap kepala Sina seperti yang dia lakukan kepada Risa. Begitu nyaman.


"Bagaimana di sini? Tidak buruk bukan tinggal di rumah ini?" Tanya Tante Ranti penasaran.


Sudah 3 minggu lebih Sina tinggal di rumah mereka jadi tentu saja mereka penasaran bagaimana pendapat Sina selama tinggal di rumah ini. Mereka mengharapkan Sina nyaman di rumah ini karena biar bagaimanapun Sina adalah putri dari sahabat mereka.


"Di sini sangat nyaman Tante, orang-orangnya juga ramah dan baik jadi Sina bisa beradaptasi dengan cepat. Oh ya, Tante, taman di sini juga sangat bagus dan asri jadi Sina kadang menghabiskan waktu di sana." Jawab Sina jujur.


Semuanya baik dan ramah akhir-akhir ini jika Sina mengecualikan kejadian 3 minggu yang lalu. Tamannya juga sangat bagus dan hijau sehingga Sina sangat senang bersantai di sana, duduk dengan nyaman sambil menulis cerita yang berkembang di kepalanya. Suasana di taman sangat mendukungnya untuk menulis cerita apalagi saat sore hari, udara sore yang sejuk dan melegakan seringkali menerbangkan rambutnya. Membuat suasana hati Sina yang tertekan menjadi lebih baik lagi.


"Syukurlah jika Sina nyaman tinggal di rumah kami," Nyonya Ranti menatap lega sang suami yang juga menatapinya.


"Kami awalnya khawatir Sina tidak bisa tinggal di rumah ini karena Randi bilang kamu tidak suka bertemu dengan orang baru." Kata Tuan Edward awalnya agak khawatir.


Sina memang tidak suka bertemu dengan orang baru akan tetapi ini berbeda jika bersangkutan dengan Dion. Keluarga Dion sangat besar dan untuk mendapatkan simpati mereka, Sina harus pandai membangun koneksi yang baik.


"Sina juga sangat terkejut bisa terbuka dengan orang-orang di sini, Om." Bohong Sina berpura-pura tidak memperkirakannya.


"Benar Pa, orang-orang di sini sangat menyukai Sina jadi Risa sebenarnya tidak yakin dengan apa yang dikatakan Om Randi tentang Sina yang tidak suka bertemu dengan orang baru." Kata Risa menyindir dengan halus.

__ADS_1


Faktanya, hanya ada beberapa orang yang menerima Sina di sini dan sebagian besar orang-orang di sini tidak terlalu menyukai Sina. Namun, karena Sina adalah tamu penting untuk Tuan dan Nyonya mereka maka ketidaksukaan itu disembunyikan dengan apik oleh mereka.


Sina tersenyum tipis, "Orang tuaku sangat mengena diriku." Kata Sina berbohong.


Nyonya Ranti menyadari ekspresi kosong Sina, jadi karena tidak ingin menyakitinya Nyonya Ranti lalu memutuskan membawa semua orang ke meja makan untuk makan siang bersama. Setelah melakukan perjalanan jauh dia juga sedikit lapar sehingga Nyonya Ranti sudah tidak sabar ingin memberi asupan kepada tubuhnya.


...🌺🌺🌺...


"Jadi sudah 3 minggu Dion tidak pulang ke rumah?" Tanya Nyonya Ranti terkejut.


Selama di luar negeri dia tidak pernah mendapatkan kabar apapun tentang ini jadi setelah mendengar laporan Sina tentu saja dia terkejut. Sebagai Ibunya, Dion tidak pernah pergi tanpa memberikan kabar jadi Nyonya Ranti sedikit khawatir tentangnya.


"Benar Tante, tapi kemarin dia menghubungi Risa dan mengatakan jika perusahaan sedang mengerjakan proyek besar sehingga dia tidak bisa pulang ke rumah." Jawab Sina menghibur kekhawatiran Nyonya Ranti.


"Kak Dion pasti sedang sibuk Ma jadi lebih baik kita jangan hubungi dia dulu. Takutnya kita mengganggu pekerjaan Kak Dion meskipun niat kita baik menghubunginya." Kata Risa menyindir secara halus.


Semua orang yang ada di rumah ini tahu jika Sina sangat gencar menghubungi Dion bahkan sampai mendatangi perusahaan. Saking gencarnya Sina tetap mencari Dion ke perusahaan meskipun dia sudah beberapa kali diusir oleh petugas keamanan.


"Syukurlah jika dia sudah menelepon ke rumah," Katanya agak lega.


"Tapi, Mama bingung kenapa Dion tidak pernah pulang ke rumah. Padahal biasanya Dion selalu pulang ke rumah meskipun perusahaan sangat sibuk. Tapi, kenapa kali ini dia tidak pernah pulang?" Lanjut Mama bingung.


Mendengar pertanyaan Mamanya, sebuah senyuman simpul terbentuk indah di wajah cantik Risa. Memanfaatkan situasi ini secara tidak langsung menjatuhkan Sina.


"Risa juga awalnya terkejut Ma, karena gak biasanya Kak Dion seperti ini. Tapi setelah Risa pikirkan baik-baik beberapa hari ini aku pikir Kak Dion sengaja gak pulang karena ingin menghindari seseorang di rumah ini." Kata Risa meninggalkan tanda tanya untuk Nyonya Ranti.


Sontak senyuman Sina langsung menegang, dia menatap Risa dengan tatapan tidak mengerti juga kebingungan. Mungkinkah orang yang dia maksud Risa adalah dirinya atau orang lain pasalnya satu-satunya orang yang dekat dengan Dion hanya Sina saja. Namun, Sina juga tidak yakin jika itu dirinya karena beberapa hari ini Risa selalu bersikap baik kepadanya jadi mungkin saja Risa sudah mulai menerimanya.

__ADS_1


"Siapa yang ingin Dion hindari? Kenapa Mama tidak tahu tentang ini?" Tanya Nyonya Ranti tidak senang.


Risa tersenyum manis, matanya polos melirik singkat Sina yang sedari tadi terus menatapnya.


"Ini cuma pikiran Sina saja Ma dan belum tentu benar. Bisa saja Kak Dion memang sangat sibuk di kantor sehingga tidak mengizinkan siapapun untuk menghubungi ataupun menemuinya." Ucap Risa berdalih.


Nyonya Ranti menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan pikiran putrinya yang terlalu jauh.


"Dion bukanlah orang yang seperti itu." Kata Nyonya Ranti tidak berdaya.


Risa terkekeh ringan melihat reaksi Mamanya. Bagi Nyonya Ranti dan Sina apa yang dikatakan Risa tadi adalah sebuah bercandaan jadi mereka tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati.


"Ah..atau mungkin Kak Dion sedang berkencan di luar sana dengan gadis lain?" Ujar Risa pura-pura bodoh.


Mendengar ini Sina segera membuka mulutnya berniat untuk membantah apa yang dikatakan Risa. Namun, sebelum ia bisa mengeluarkan suaranya tiba-tiba Nyonya Ranti lebih dulu berbicara.


"Tidak mungkin!" Bantah Nyonya Ranti yakin.


Risa berpura-pura terkejut, "Bagaimana bisa tidak mungkin? Kakak kan masih lajang jadi bukan tidak mungkin dia menemukan gadis cantik di luar sana." Kata Risa menekankan kata 'lajang'.


Secara halus, Risa ingin mengatakan kepada Sina bahwa Dion sama sekali tidak menganggap Sina sebagai gadis yang istimewa. Dengan kata lain Dion selama ini hanya menganggap Sina sebagai mainannya saja.


Sina ingin sekali mengatakan jika dia dan Dion punya hubungan intim yang layak disebut sebagai pasangan kekasih jadi Dion seharusnya sudah tidak lajang lagi. Tapi Sina tidak berani mengatakan ini di depan calon mertuanya karena dia ingin membuat kesan gadis yang baik dan juga sopan kepada Nyonya Ranti.


"Dion tidak mungkin bersama gadis lain karena dia sangat setia dengan Bela." Jawab Nyonya Ranti secara tidak langsung menusuk hati Sina.


Deg

__ADS_1


Bela?


Bersambung..


__ADS_2