Dear Dion

Dear Dion
62. Hamil


__ADS_3

"Selamat, kamu hamil dan usia kandungan mu sudah memasuki satu bulan." Dokter itu menyerahkan selembar kertas putih yang sudah dinodai tinta hitam.


Tidak percaya, tangan kanan Sina tidak bisa berhenti gemetar saat menyentuh surat itu. Matanya yang mulai berair menatap tidak percaya tulisan rapi dan tegas yang tercetak manis di atas surat itu.


"Aku..ha-hamil, dok..aku benar-benar hamil." Tanyanya masih tidak percaya.


Sudah masuk 1 bulan?


1 bulan yang lalu dia melakukannya bersama Dion yang sedang mabuk, dan dia hanya melakukannya bersama Dion. Itu artinya...


Dia hamil....ya, dia hamil anak Dion. Di dalam perutnya ada darah daging Dion, darah daging orang yang dia cintai saat ini sedang mengalir di dalam tubuhnya.


Ini adalah hasil dari penyatuan mereka berdua, karena malam itu kini ada mahluk kecil yang sedang tumbuh di dalam perutnya. Pantas saja..pantas saja dia sangat tenang saat mencium wangi Dion, pantas saja dia bisa memakan makanan pemberian Dion dengan mudah. Pantas saja...itu karena Dion dan anak ini. Itu karena Dion adalah Ayah dari anak ini.


Anak ini.. adalah anaknya juga.


"Dok, ini gak bohong'kan?" Tanya Sina gugup bercampur senang.


Dokter itu bisa melihat senyum penuh kebahagiaan Sina, dia tahu jika Sina sama sekali tidak menolak kehadiran anak itu. Sebagai seorang wanita tentu saja dia ikut berbahagia dengan kabar gembira ini, dan dia semakin bahagia melihat penerimaan Sina yang sangat mudah.


"Aku sama sekali tidak berbohong, ini adalah hasil tes darahmu yang tadi. Lagipula alat juga tidak bisa berbohong jadi kamu bisa yakin. Oh..tapi kalau kamu masih ragu, aku sarankan kamu menggunakan testpack besok pagi." Saran dokter untuk meyakinkan Sina.


Sina tahu jika testpack digunakan untuk melakukan tes kehamilan tapi dia tidak tahu bagaimana cara menggunakannya.


"Aku akan mencobanya besok, tapi bagaimana caraku menggunakannya?" Tanya Sina ingin tahu.


Dokter agak geli dengan kepolosan Sina, "Itu sangat mudah, singkatnya urin yang kamu gunakan adalah urin pertama pada pagi hari yang belum pernah kamu keluarkan. Kemudian masukkan testpack ke dalam wadah yang menampung air urin mu dan tunggu sampai 5 detik. Setelah 5 detik angkat testpack itu dan tunggu lagi sampai 10 menit untuk memastikan keakuratan hasil testpack tersebut. Jika yang muncul 1 garis merah atau tidak ada sama sekali maka itu artinya kamu tidak hamil. Namun, jika yang muncul 2 garis merah setelah menunggu 10 menit, maka sudah bisa dipastikan jika positif hamil. Ini mudah, kamu seharusnya bisa melakukannya besok."

__ADS_1


Ternyata itu tidak terlalu sulit, pikir Sina.


"Terimakasih dok, aku akan mencobanya besok pagi. Tapi...aku dengar wanita yang hamil sangat rentan dengan bahaya di lingkungannya. Itu..apa dokter bisa menjelaskan kepadaku apa yang tidak dan boleh aku lakukan selama masa kehamilan ini, karena ini juga yang pertama kali untukku jadi aku sama sekali tidak tahu menahu tentang kehidupan orang hamil." Katanya agak malu.


Maklum, dia baru pertama kali hamil dan sebelumnya tidak pernah memperhatikan orang yang sedang hamil. Jadi pengetahuannya tentang kehamilan agak sedikit...yah, terlalu banyak yang harus diperhatikan.


"Itu memang wajar, apalagi kamu masih muda." Kata dokter itu tidak merasa heran.


"Sebenarnya kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan masa kehamilan karena asalkan kamu perduli dengan kehidupan anak itu maka percayalah, bahaya akan sangat sulit menghampiri. Untuk sehari-hari kamu cukup lebih banyak beristirahat, jauhi asap rokok, jangan melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan atau memberatkan, dan tidurlah lebih awal dari biasanya. Ah.. dan yang lebih penting peringati suamimu agar tidak melakukan hubungan intim sampai usia kandungan mu 3 bulan ke depan. Aku sarankan kalian bisa melakukannya saat usia kandungan mu masuk bulan ke-empat..yah, asalkan suamimu bisa lebih mengontrol diri ketika berhubungan intim maka anak itu seharusnya tidak apa-apa." Wajah dokter tidak terlihat malu atau bisa dikatakan biasa-biasa saja saat mengatakan masalah urusan ranjang.


Tapi berbeda dengan dokter, Sina justru terlihat sangat malu ketika mendengar urusan intim disebutkan. Dokter mengatakan seolah-olah dia sudah punya suami...tapi, sebenarnya dokter memang benar. Sina harus menikah dengan Dion karena anak ini...anak ini adalah anak mereka berdua dan Dion harus tahu tentang keberadaan anak ini.


"Aku..sudah selesai, dokter terimakasih untuk hari ini. Di lain waktu.. mungkin aku akan datang lagi." Sina segera berdiri dari duduknya.


Memasang maskernya dengan terburu-buru untuk menyembunyikan rona wajahnya.


Sina menjadi salah tingkah, mengatakan beberapa kata dengan terburu-buru dia lalu melarikan diri sebelum dokter menyadari ada sesuatu yang salah dengan wajahnya.


Langkahnya terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya, sebuah senyuman sumringah tercetak manis di atas bibirnya yang bersembunyi dari balik masker. Matanya bersinar terang menunjukkan betapa baik suasana hatinya sekarang. Sekilas, orang-orang yang melihatnya langsung tahu jika ada sesuatu membahagiakan yang membuat sinar mata Sina bersinar menyilaukan.


Setidaknya, meskipun tidak merasakan bahagia mereka bisa terbawa suasana dengan euforia yang Sina bawa. Melihat orang bahagia yang lain juga ikut merasa senang, setidaknya itulah yang author rasakan ketika melihat orang lain bahagia🤭


"Tuhan, terimakasih untuk kesempatan yang Engkau berikan hari ini."


Dengan adanya anak ini dia bisa punya kesempatan untuk hidup bersama Dion, melahirkan dan membesarkan buah hati mereka bersama.


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Cuaca cerah berawan dan udara sejuk menari-nari diantara bayang-bayang semua orang yang ada di jalan. Menghibur suasana hati setiap orang yang beraneka ragam, menenangkan suasana hati orang yang begitu penat diantara kemacetan yang pasti berujung entah dimana.


"Hah.. sangat menyegarkan." Lega Sina setelah melepaskan maskernya.


Menghirup udara segar sebanyak mungkin karena ini masih belum terlalu siang sehingga udara agak menyejukkan.


Karena hari ini berawan Sina tidak terlalu kepanasan saat berjalan menyusuri jalanan. Dia malah cukup santai dan tidak terganggu sama sekali dengan kemacetan yang ada jalan sekarang.


"Dia pasti sangat haus sekarang." Gumam Sina menebak.


Di perempatan depan dia melihat seorang laki-laki paruh baya berteriak nyaring sambil memberikan selebaran ke beberapa orang yang lewat. Sebagian orang mengambilnya dan menggenggamnya tanpa ingin tahu isi selebaran tersebut. Sebagian lagi mengambilnya secara acuh tak acuh dan melemparkannya ke dalam tong sampah tanpa takut melihat reaksi dari laki-laki paruh baya itu. Sina perhatikan, laki-laki paruh baya itu sebenarnya melihat tindakan orang-orang yang membuang selebarannya. Jujur, dia terlihat agak menyedihkan tapi tetap diam tanpa menegur orang-orang itu.


"Aku harus membeli air minum." Ucap Sina memutuskan setelah melihat laki-laki paruh baya itu seringkali mengusap keringat di atas keningnya.


Melihat ke samping kiri, beruntung Sina menemukan sebuah toko serba ada yang terlihat tidak terlalu ramai. Langsung saja dia masuk ke dalam, mengambil beberapa minuman mulai dari tidak berasa sampai air yang berasa. Tidak hanya itu saja, dia juga membeli beberapa roti untuk bekal laki-laki paruh baya itu di sini. Dia membeli roti yang tidak manis karena Sina khawatir laki-laki paruh baya itu tidak suka dengan yang manis-manis. Jadi, dia memilih beberapa roti sampai akhirnya matanya jatuh pada kotak hadiah indah berwarna biru tua yang tertata rapi di antara kotak hadiah lainnya.


Melihat kotak itu dia teringat dengan surat rumah sakit yang ada di dalam tasnya. Dia ingin memberikan Dion surat itu nanti dan alangkah lebih baiknya surat itu dimasukkan ke dalam kotak hadiah itu.


"Kalau begitu aku akan membelinya juga dan menempatkan surat itu di dalamnya. Nanti setelah Dion pulang dari kantor aku akan memberikannya kejutan ini, Hem..reaksi apa yang akan Dion berikan nanti ketika melihatnya?" Ucap Sina berbicara dengan dirinya sendiri.


Hatinya bersenandung lembut, memikirkan suasana manis penuh keromantisan yang seharusnya hidup diantara para pasangan kekasih.


Bersambung..


Bonus hari Jumat 😘


Jangan lupa perbanyak sholawat dan baca surat al-kahfi hari ini. In shaa Allah hari ini akan menjadi berkah dan Allah pun Ridha🌺

__ADS_1


__ADS_2