
"Aku mencintaimu, Dirga! Aku mencintaimu! Aku menunggumu selama bertahun-tahun agar kamu mau melihatku dan menjadikan aku sebagai kekasihmu!
Tapi kamu? Kenapa kamu lebih memilih dia, orang yang baru kamu temui di bandingkan aku yang selama bertahun-tahun berdiri di sisimu?" Rima menangis, mengenang rasa sakit hatinya di masa lalu. Dirga adalah cinta pertamanya. Tidak mudah bagi Rima untuk melupakan Dirga begitu saja.
Saat dirinya memutuskan pergi dari lelaki itu, Rima sudah menyimpan banyak dendam yang suatu saat akan ia lampiaskan pada Dirga dan Rania.
Sampai akhirnya dendam itu terbalaskan saat Rima menculik gadis kecil bernama Freya yang seringkali muncul di sosial media dan surat kabar sebagai putri dari Dirgantara dan Rania. Seorang gadis kecil yang merupakan kebahagiaan mereka berdua.
Dirga masih menatap tak percaya pada Rima. Sementara itu, Rania yang dari awal sudah bisa menebak tidak begitu terkejut saat Rima akhirnya mengungkapkan perasaannya pada Dirga di masa lalu.
"Kamu mencintaiku?" Dirga menggeleng tidak percaya.
"Rima, dari awal aku sudah mengatakan padamu, jika aku hanya menganggapmu sebagai teman. Aku sudah seringkali mengatakan padamu kalau aku hanya menganggapmu sebagai adikku. Adik perempuanku tidak lebih!
Aku tidak pernah tahu kalau kamu mempunyai perasaan lebih padaku. Aku tidak tahu kalau kamu mencintaiku, Rima. Kalau aku tahu, aku tidak akan pernah menceritakan tentang Rania padamu." Dirga menatap Rima yang terlihat sangat marah dengan air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Saat itu, aku menganggapmu sebagai sahabat karena itu aku menceritakan tentang bagaimana aku jatuh cinta pada Rania. Kamu sangat tahu bukan, kalau aku tidak pernah jatuh cinta pada perempuan manapun?
Aku minta maaf karena dulu aku tidak tahu perasaan kamu terhadapku. Akan tetapi, kalau pun aku tahu tentang perasaanmu padaku, aku pasti juga akan tetap menolakmu. Karena kamu tahu sendiri bukan, kalau aku jatuh cinta pada Rania?" Kembali Dirga menjelaskan semua perasaannya di masa lalu.
"Aku sangat menyayangimu sebagai seorang sahabat. Tidak lebih, Mira."
"Kau memang brengsek, Dirga!" teriak Rima.
"Aku dan Dirga tidak bersalah. Masalah kamu mencintai Dirga itu adalah masalahmu sendiri. Kamu sudah tahu jika Dirga mencintaiku, seharusnya kamu lebih berlapang dada bukannya malah membenciku dan Dirga. Cinta tidak harus memiliki, Rima!" Rania yang merasa kesal ikut bicara.
"Kalaupun benar kamu mencintai Dirga dan membenciku karena telah merebut Dirga darimu, itu bukanlah alasan bagimu untuk menculik anakku! Freya tidak bersalah! Kenapa kamu tega menculik anak kecil berusia empat tahun dan membuangnya ke jalanan hanya demi membalas sakit hatimu pada kami?"
"Aku tidak merebut Dirga darimu!" tukas Rania.
"Aku dan Dirga saling mencintai." Rania membela diri.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak datang, Dirga tidak akan berpaling dariku!" teriak Rima.
"Cinta itu tidak bisa dipaksakan, Rima. Tuhan Maha baik. Untung saja aku tidak jatuh cinta padamu. Seandainya saat itu aku jatuh cinta padamu mungkin aku akan menyesal karena aku mempunyai pendamping wanita berhati iblis seperti kamu."
"Dirga ...."
****
Sagara memandangi surat gugatan cerai yang diberikan oleh Freya alias Amora. Sungguh! Sampai sekarang, Sagara masih belum percaya jika Freya adalah Amora.
Ia masih tidak percaya jika orang yang dicintainya ternyata adalah orang yang sama yang dulu sangat dicintainya hanya saja dulu Sagara tidak sempat mengungkapkan rasa cintanya pada Amora.
Belum hilang Rasa keterkejutannya karena menghadapi kenyataan kalau Freya dan Amora adalah orang yang sama Sagara tiba-tiba dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang diberikan oleh Freya.
Bercerai?
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak mau bercerai denganmu, Freya. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menceraikanmu!"
BERSAMBUNG ....