DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
JADI, BENAR, KAMU ADALAH AMORA?


__ADS_3

Rima merasa kecewa karena suami dan anaknya tidak percaya dengan semua bukti yang diberikan olehnya tentang Freya.


Sebegitu besar kepercayaan mereka pada Freya sampai-sampai mereka berdua tidak mau mendengar kebenaran yang jelas-jelas sudah ada di depan mata.


Saat ini Rima sedang berada di sebuah restoran yang cukup mewah. Wanita itu sedang menunggu Freya alias Amora. Rima mengajak Amora bertemu di restoran itu.


"Amora!" teriak Rima saat melihat Freya melangkah masuk ke dalam restoran dengan penuh percaya diri.


Freya mengembangkan senyumnya. Wanita tua itu sudah sering mengatakan kalau dirinya adalah Amora.


Wanita yang dijuluki Mak Lampir oleh Amora itu juga sudah menunjukkan semua bukti hasil penyelidikan orang suruhannya pada Amora. Jadi, wanita muda itu jelas tidak lagi kaget jika Rima memanggilnya dengan sebutan Amora.


Bukankah itu bagus? Dengan begitu, ia tidak lagi berpura-pura sebagai Freya. Hanya saja, Amora sangat menyayangkan wanita itu mengetahui kebenarannya terlebih dahulu. Padahal, dia belum mendapatkan semua bukti yang ia cari.


Bukti kejahatan Rima yang disimpan oleh Aditya belum Amora temukan. Jika semua bukti itu sudah berada di tangannya, Amora akan mudah menyeret wanita tua itu ke dalam penjara.


Rima sudah memberikan bukti kebenaran tentang dirinya pada Aditya dan


Sagara. Namun, kedua pria itu justru tidak mempercayai Rima.


Sepertinya, karena mereka seringkali dibohongi oleh Rima, membuat mereka tidak lagi mempercayai semua ucapan wanita itu. Meskipun ucapan Rima adalah benar.


"Apa Tante sudah lama menungguku?" Freya tersenyum manis pada Rima yang dibalas decihan sinis oleh Rima.

__ADS_1


Namun, kesinisan Rima tidak melunturkan senyum pada wajah cantik Freya. Wanita cantik itu terlihat sangat menyebalkan di mata Rima.


"Amora. Aku tahu ini kamu. Freya dan kamu adalah orang yang sama. kamu bisa membohongi Sagara dan suamiku, tapi kamu tidak bisa membohongiku, Amora." Rima menatap tajam ke arah Amora. Wanita itu benar-benar merasa marah karena Amora mempermainkannya.


Sejak kapan gadis bodoh dan penakut itu berubah menjadi wanita licik seperti Freya? Benar-benar tidak masuk akal. Semua orang bahkan tertipu oleh wanita itu.


"Jadi, Tante sudah tahu kalau aku adalah Amora?" Freya menatap Rima yang wajahnya dipenuhi oleh amarah.


"Sekarang kau mengakui kalau dirimu adalah Amora?" Rima tersenyum sinis.


Freya tertawa melihat keangkuhan Rima. "Dasar Mak lampir tidak tahu diri!" umpat Freya dalam hati.


"Lalu, setelah kamu mengetahui kalau aku adalah Amora, apa yang akan kau lakukan padaku?" Freya masih menatap Rima dengan tenang.


Tidak ada raut ketakutan pada wajahnya, yang ada, Freya justru merasa kepercayaan dirinya bertambah.


"Amora masih hidup! Amora adalah kamu, Freya!"


"Amora sudah mati saat kamu dan Laura membunuhnya! Aku adalah Freya Aurora Dirgantara! Anak dari pengusaha sukses Dirgantara yang saat kecil kamu culik dan kamu buang ke jalanan!"


Kedua bola mata Rima membola mendengar ucapan Freya. Wanita itu sangat terkejut karena Amora mengetahui rahasia yang ia simpan selama bertahun-tahun.


"Aku memang Amora. Tapi saat ini, aku bukanlah Amora yang lemah seperti dulu. Amora yang dulu sudah mati. Sudah mati kalian bunuh dengan sadis! Kamu sangat penasaran kenapa aku hadir di tengah-tengah kalian bukan?" Amora menatap Rima yang masih terlihat syok karena ia telah membongkar kejahatan masa lalu Rima.

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar ingin tahu kenapa aku datang lagi menemui kalian?" Tatapan Amora semakin tajam. Amora menatap Rima dengan penuh kebencian.


Seandainya saja membunuh tidak dosa, mungkin Amora akan melakukannya sekarang juga. Wanita tua itu sudah membuat dirinya menderita selama bertahun-tahun.


Dipisahkan dari kedua orang tua hingga akhirnya tinggal di panti asuhan selama bertahun-tahun. Rima bukan hanya membuatnya menderita tetapi wanita tua itu juga sudah membuat kedua orang tua menderita karena kehilangan putri satu-satunya.


Seandainya saja kedua orang tuanya menyerah untuk mencari Amora mungkin sampai saat ini Amora tidak akan pernah tahu jika dirinya masih mempunyai kedua orang tua yang begitu menyayanginya.


Kenapa di dunia ini ada orang sejahat Rima?


"Aku datang untuk membalas dendam pada kalian. Kalian semua harus membayar semua perbuatan kalian padaku dan kedua orang tuaku. terlebih kamu, Rima!" Amora tersenyum mencibir.


Rasa hormatnya pada wanita yang masih resmi menjadi mertuanya itu sudah hilang. Orang jahat seperti Rima tidak pantas mendapatkan penghormatan dalam bentuk apapun. Wanita itu adalah iblis berwajah manusia.


Mendengar ucapan Amora yang katanya ingin membalas dendam membuat tubuh Rima merasa gemetar. Tatapan mata Amora membuat nyali wanita itu menciut seketika.


"Amora, kau pikir aku takut dengan ancamanmu?" Suara Rima bergetar. Namun, wanita itu masih berani melawan Amora yang menatapnya sinis.


"Sebelum kamu menghancurkan aku, aku akan menghancurkanmu terlebih dahulu, Amora!" Suara Rima naik satu oktaf.


"Aku bersumpah aku akan kembali membunuhmu seperti waktu itu!" teriak Rima dengan penuh amarah.


"Jadi benar, kalau kamu adalah Amora?" Suara seseorang terdengar membuat Amora dan Rima menoleh ke arah suara.

__ADS_1


Sagara ....


BERSAMBUNG ....


__ADS_2