
Amora sangat terkejut mendengar ucapan Sagara. Benarkah apa yang dikatakan oleh pria itu? Apa katanya? Lelaki itu hampir saja gila setelah kematiannya?
Amora hampir saja tertawa mendengar ucapan Sagara yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Lelaki itu mengatakan kalau dia mencintai Amora. Lalu, bagaimana dengan wanita-wanita yang selama ini bersama pria itu setelah kematian Amora?
"Sungguh beruntung wanita bernama Amora karena bisa dicintai oleh kamu sampai kamu hampir gila. Kalau boleh tahu, apa penyebab wanita yang kau cintai itu meninggal dunia?" Amora kembali merubah mimik wajahnya. Menatap Sagara dengan senyum manis dan tatapan bersalah pada pria itu.
Semenjak berubah menjadi Freya, Amora sudah belajar menenangkan diri. Wanita itu belajar menahan emosi. Tidak disangka, Amora berhasil.
Amora yang sekarang terlihat begitu tenang dan sangat pandai mengontrol emosinya. Meskipun pihak lawan membuatnya naik darah, ekspresi wajahnya tetap datar dan tenang.
"Aku yang beruntung karena pernah memilikinya," ucap Sagara setelah terdiam beberapa saat terdiam.
Tidak ada yang akan percaya dengan semua kalimat indah itu, kalau keluar dari mulut Sagara, tetapi, sorot mata pria itu menunjukkan kesungguhan Sagara kala mengatakannya.
__ADS_1
Amora sendiri seolah bisa melihat cinta pria itu yang tulus pada dirinya. Namun, lagi-lagi logikanya bicara. Kalau memang Sagara mencintainya, kenapa dulu pria itu menyiksanya sampai mati?
Kalau Sagara benar-benar mencintainya, kenapa pria itu berpaling pada banyak wanita setelah kepergiannya? Sagara bahkan dengan begitu mudah mengatakan kalau dia jatuh cinta pada Freya pada pandangan pertama.
Katakanlah, wajahnya yang mirip memang menjadi satu alasan kuat bagi Sagara untuk menyukai Freya pada pandangan pertama, tetapi, apa itu cukup membuat cintanya pada sang istri berlalu begitu saja? Nonsens!
"Bagaimana Freya, kamu mau 'kan menerimaku?" desak Sagara. Dia tidak ingin melepaskan kesempatan untuk mendapatkan hati Amora.
Bukankah selama ini tidak ada satupun wanita yang lepas dari pesonanya? Sagara sangat yakin jika Amora pun sama. Apa salahnya mencoba bukan?
"Mengapa kau begitu memaksa? Bukankah Kalau kau memang serius tertarik kepadaku kau harus membuktikan kesungguhanmu? Aku tidak mungkin bisa menerimamu malam ini. Kau harus membuktikan terlebih dahulu jika semua ucapan manis yang kau katakan padaku bukanlah omong kosong," ucap Amora mengulum senyum.
Amora mempunyai alasan tersendiri untuk tidak langsung menerima permohonan Sagara yang mengajaknya menjalin hubungan.
__ADS_1
Salah satu alasannya, ia belum bicara dengan Dewa, yang kedua dia juga belum menyusun rencana apa yang akan dilakukan kepada pria itu setelah sah menjadi kekasihnya.
Jadi, lebih baik Amora mengulur waktu dengan meminta waktu untuk berpikir lalu setelahnya memberi keputusan, terserah kalau Sagara mau menerima atau tidak.
"Aku bukan ingin memaksa, hanya saja aku takut setelah malam ini berakhir, kau akan berubah pikiran. Jangankan untuk menerimaku, bertemu denganku saja tidak mau lagi," jawab Sagara mengungkapkan isi hatinya.
Dia tidak malu untuk menunjukkan betapa dirinya begitu lemah pada pesona Amora. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya bersungguh-sungguh ingin menjalin hubungan dengan gadis itu.
"Itu keputusanku. Aku tidak ingin gegabah memilih kekasih. Lagi pula, ini adalah kali pertama kita bertemu. Tidak mungkin aku langsung menerima pernyataan cintamu bukan?
Meskipun dengan alasan cinta pada pandangan pertama, aku tetap tidak bisa langsung menerimamu begitu saja. Bagiku, cinta pada pandangan pertama adalah hal yang sangat mustahil terjadi. Aku tidak pernah mempercayainya!" jawab Amora dengan tegas.
Permainan ini harus dia yang mengendalikan, tidak seperti dulu selalu mengikuti apa keinginan dan perintah dari Sagara. Kalau pria itu mau ikut serta dalam permainan ini maka dia harus mematuhi aturan yang dibuat oleh Amora salah satunya menunggu.
__ADS_1
"Jadi, itu keputusanmu? Baiklah, kalau memang itu yang kamu mau. Aku akan menunjukkan kesungguhanku padamu. Aku harap, kau pun menepati janjimu untuk memikirkan permohonanku," ucap Sagara menggenggam tangan Amora.
BERSAMBUNG ....