
Amora tersenyum cantik saat beberapa fotografer memotret dirinya dan menyuruhnya melakukan beberapa gaya. Begitupun dengan Dewa. Sepasang pengantin itu terlihat sangat bahagia dengan senyum yang terus mengembang pada bibir mereka.
Dewa dan Amora baru saja selesai melakukan akad nikah. Kini, mereka berdua tengah berada di kursi pelaminan. Duduk di kursi untuk menjadi raja dan ratu sehari.
Beberapa orang datang menghampiri kedua mempelai pengantin untuk mengucapkan selamat, mereka kemudian ikut berfoto dengan sepasang pengantin yang terlihat sangat cantik dan tampan itu.
Dewa dan Amora terlihat sangat serasi. Meskipun usia Dewa jauh lebih tua dari Amora, tetapi, wajahnya mereka seperti seumuran. Tidak ada yang menyangka jika Dewa lebih tua tujuh tahun dari Amora.
Resepsi pernikahan itu berlangsung dengan meriah. Banyak sekali tamu yang datang pada acara itu.
Semua rekan bisnis Dewa dan Bagas ayahnya, hampir semuanya hadir. Begitupun dengan kolega bisnis Dirga. Jangan lupakan juga teman-teman Rania dan Mariana.
Pesta pernikahan itu menjadi pesta termewah dan termegah. Putri dari Dirgantara menikah dengan pengusaha muda Dewa Anggara yang merupakan putra dari Bagas Anggara. Dua orang hebat yang sepak terjangnya tidak bisa diragukan lagi dalam dunia bisnis.
Resepsi pernikahan itu digelar dari pagi sampai malam. Sampai-sampai kedua mempelai pengantin merasa kelelahan.
Amora bahkan sampai membuka sepatu hak tingginya karena merasa pegal terus berdiri untuk menyalami tamu yang tidak berhenti berdatangan.
Dewa yang melihat Amora kelelahan menyuruh wanita itu duduk. Biar dia saja yang berdiri saat para tamu datang menyalami mereka untuk memberikan selamat.
Dewa membopong tubuh Amora yang kelelahan saat waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Para tamu undangan masih berdatangan walaupun tidak sebanyak saat siang dan menjelang malam hari.
Petugas hotel menunjukkan kamar Dewa dan Amora. Lelaki berseragam pegawai hotel itu bahkan membantu Dewa membukakan pintu karena posisi Dewa yang sedang menggendong Amora membuat lelaki itu kesusahan untuk membuka pintu.
Dewa masuk ke dalam kamar setelah mengucapkan terima kasih pada petugas hotel yang menolongnya.
Lelaki itu membaringkan tubuh wanita yang baru beberapa jam yang lalu menjadi istrinya itu ke atas ranjang.
__ADS_1
Ranjang berhiaskan kelopak bunga mawar berbentuk hati yang terlihat sangat cantik dan indah sekali di pandang mata.
Amora membuka matanya. Saking lelahnya, wanita itu tertidur saat Dewa menggendongnya ke kamar.
"Tidurlah dulu. Aku akan mandi sebentar." Dewa mengusap kening Amora yang berkeringat.
"Gimana mau tidur? Rambutku sakit, badanku juga gerah." Amora sambil mengerucutkan bibirnya menunjuk ke arah rambutnya yang bersanggul dan menunjuk gaun pengantin yang masih melekat pada tubuhnya.
"Tapi aku ngantuk banget." Amora kembali menutup matanya dengan posisi duduk.
"Kalau begitu, biar aku bantu melepaskannya." Dewa kemudian berdiri. Lelaki itu mulai membuka sanggul dan beberapa jepitan rambut yang menempel di rambut Amora.
Setelah selesai dengan rambut, Dewa membantu membuka gaun pengantin yang menutupi tubuh Amora.
"Berdiri sebentar, Sayang." Dewa meraih tubuh Amora yang terlihat kelelahan dengan kedua mata terpejam karena mengantuk.
Melihat mata Amora yang masih terpejam dengan kepala menunduk membuat Dewa dengan segera melepas gaun pengantin itu hingga akhirnya menyisakan pakaian dalam yang dipakai oleh Amora.
Kembali, Dewa menelan saliva. Bertahun-tahun menjadi jomblo dan tidak pernah menyentuh perempuan manapun selain Amora membuat jiwa kelelakiannya bangkit.
Namun, saat melihat istrinya justru masih asyik memejamkan mata karena mengantuk membuat lelaki itu mengangkat tubuh Amora dan membaringkannya di ranjang. Dewa kemudian menutup tubuh istrinya yang sedari tadi menggodanya dengan selimut.
****
Dewa memeluk tubuh Amora dengan erat saat rasa nikmat menerjangnya.
Lelaki itu kemudian mengecup kening Amora yang berkeringat dengan cukup lama.
__ADS_1
Setelah malam pertamanya gagal karena Amora tertidur pulas, pagi harinya setelah mereka sarapan bersama dengan keluarga, Dewa kemudian membawa Amora ke dalam kamar hotel.
Pria yang dari semalam tidak bisa tidur karena menahan hasrat yang membara dan ingin segera dituntaskan itu tanpa malu-malu meminta haknya sebagai seorang suami.
Sebagai seorang wanita yang baru saja menyandang gelar sebagai istri itu tentu saja dengan senang hati menerima ajakan pria yang sangat dicintainya itu.
"Terima kasih, Sayang, karena kamu sudah mau menerima aku sebagai suamimu." Dewa menciumi wajah cantik Amora yang masih tersisa buliran keringat akibat aktivitas panas mereka.
"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu sudah menerimaku. Aku harap, kamu tidak akan menyesali keputusanmu karena menikahi janda sepertiku, Mas."
Dewa membungkam mulut Amora saat mendengar kalimat yang terucap dari bibir wanita itu.
"Aku mencintaimu, Freya. Tidak perlu alasan kenapa aku begitu mencintaimu. Memangnya apa salahnya jika kamu janda. Malah masih lebih bagus janda sekalian daripada perawan tapi rasa janda."
Amora tertawa mendengar ucapan Dewa.
"Aku mencintaimu, Freya," ulang Dewa.
"Aku juga sangat mencintaimu, Mas."
Mereka berdua kemudian berpelukan. Merasakan kebahagiaan yang selama ini mereka impikan.
"Terima kasih, Tuhan. Setelah segala penderitaan dan kesulitan yang pernah aku alami, kini, Engkau memberikan aku begitu banyak kebahagiaan."
TAMAT
Terima kasih buat para pembaca setia Derita Cinta Amora. Terima kasih atas dukungan kalian. Lope-lope buat kalian semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author terus ya. Ikuti juga Novel kolaborasi Author dengan Author R. Angela di novel baru kita dengan judul HASRAT TERLARANG.