
Melalui sosial media yang saat ini marak memberitakan tentang Sagara Derago, kini Amora mengetahui perkembangan tentang pria itu.
Terlihat pemberitaan mengenai kisah inspiratif Sagara yang mampu membawa perusahaannya semakin jaya. Tidak hanya kesuksesan dalam dunia bisnis, berita mengenai asmara sang tuan muda ikut di publikasikan. Banyak wanita yang silih berganti datang dalam kehidupan Sagara setelah kematian Amora.
Melihat hal itu Amora semakin sakit hati dan dendam dalam hatinya semakin membara, tidak sedikitpun ada penyesalan dalam hati pria itu setelah apa yang mereka lakukan terhadapnya. Tampaknya kematian Amora memang satu hal yang mereka sangat nantikan.
Amora melemparkan ponselnya ke atas ranjang dan mulai mondar-mandir memikirkan banyak hal perihal balas dendam yang ingin dia lakukan. Sedikit saja Saga menunjukkan rasa bersalahnya, mungkin Amora tidak sekecewa ini.
"Dasar bajingan! Lihat saja, aku akan menuntut balas atas semua yang telah kalian lakukan padaku!" umpatnya mengepal tinju.
Malamnya, setelah makan malam Amora menyampaikan niatnya kepada kedua orang tuanya. Dia membutuhkan bantuan Dirga dan Rania. Dia sudah punya rencana, tetapi, ada hal yang harus dilakukan ayahnya untuk membantu menjalankan niatnya.
"Papa, Mama, ada yang ingin aku sampaikan," ucap Amora yang mengambil tempat duduk di samping ayahnya.
__ADS_1
Untuk langkah pertama, bantuan dari Dirga sangat penting guna memuluskan rencananya.
"Ada apa, Sayang? Katakanlah!" ucap Dirga merangkul pundak Amora.
"Papa, aku ingin pindah kuliah ke Jakarta, bisakah Papa mengurusnya untukku?" pinta Amora dengan wajah memohon. Dia yakin dengan kekuasaan yang dimiliki oleh ayahnya perpindahan jurusan ke kampus lain bukanlah hal yang sulit dan dapat dilakukan dengan cepat.
"Pindah kuliah ke Jakarta? Tapi kenapa?" Kali ini Rania yang menjawab, belum apa-apa sudah terlihat raut ketakutan di wajahnya.
Pasalnya dia tidak ingin berpisah dengan putrinya. Kalau Amora minta tinggal di Jakarta maka mereka akan kembali berpisah walaupun tidak seperti dulu, tetapi, tetap saja jauh dari Amora akan membuatnya sangat sedih.
"Iya, Ma. Aku minta maaf kalau hal itu membuat Mama sedih, tapi hanya itu cara agar aku bisa mencari jalan bertemu dengan Sagara dan mulai melancarkan balas dendamku.
Kalau aku tetap tinggal di Surabaya, maka kemungkinan pertemuan kami akan sangat kecil dan tidak ada jalan untukku masuk dalam kehidupannya lagi," jelas Amora.
__ADS_1
"Tujuan hidupku saat ini hanya ingin balas dendam. Mereka semua harus membayar semua yang pernah mereka lakukan padaku. Aku mohon maaf, aku harap, Mama dan Papa bisa mengerti," lanjut Amora menggenggam tangan ibunya penuh harap.
Rania memandang Dirga seolah meminta pendapat mengenai keinginan putri mereka, lalu perlahan Dirga mengangguk hingga Rania juga hanya bisa mengikuti apa keinginan putrinya.
"Bagaimana Pa? Apakah aku boleh pindah kuliah?" Kembali Rania memusatkan perhatiannya kepada sang ayah. Saat memikirkan ide itu, Amora juga berjanji, kalau sampai orang tua nya tidak menyetujui rencananya, maka dia akan menurut apa kata orang tuanya.
"Tentu saja Papa akan membantumu. Papa akan carikan kampus yang bagus yang ada di Jakarta. Tidak hanya itu, Papa juga akan memberikan rumah sekaligus menempatkan orang untuk menjaga dan membantumu di sana. Papa tahu Mama pasti ingin menemani Amora untuk beberapa saat di sana," jawab Dirga, menoleh pada Rania.
Mendengar hal itu kedua wanita yang ada dalam kehidupan Dirga begitu gembira. Mereka berdua bersama-sama merapatkan duduknya di kanan kiri Dirga dan memeluk pria itu penuh sayang.
"Terima kasih Pa, Ma, aku sangat beruntung memiliki orang tua seperti kalian," jawab Amora penuh haru. Bola matanya sudah berkaca-kaca, bahkan suaranya bergetar tidak bisa menahan air matanya.
"Kamu adalah anak kami. Apapun yang kamu butuhkan papa dan mama akan usahakan, asal kamu bahagia," jawab Dirga menghapus jejak air mata di pipi putrinya.
__ADS_1
Tidak hanya sampai di situ, Dirga juga berencana untuk membuat acara sebagai jalan kemunculan mereka di depan keluarga Sagara, di situlah nanti dia akan memperkenalkan Amora sebagai putri mereka hingga baik Aditya atau pun Sagara tidak akan curiga bahwa Freya adalah Amora, orang yang sama yang sudah mereka sakiti.
BERSAMBUNG ....