
Roh Rima seperti lepas dari tubuhnya. Dia masih tidak percaya atas apa yang baru saja dia dengar dari detektif yang dia tugaskan.
Dengan semua bukti yang sudah ditunjukkan oleh detektif Robert maka bisa disimpulkan dan tidak perlu diragukan lagi bahwa Freya adalah Amora. Keduanya adalah orang yang sama bukan adik kakak apalagi kembar.
Lebih dari lima belas menit Rima diam, tanpa mengatakan apapun. Wanita paruh baya itu hanya menatap berkas yang ditunjukkan oleh detektif Robert berupa foto ataupun kutipan berita yang pernah dibuat oleh keluarga Dirga.
Robert juga menyertakan bukti saat dia juga sudah menanyai beberapa orang yang masih hidup yang tinggal di daerah tempat Amora ditemukan.
Bahkan seorang pria yang sudah bertahun-tahun tinggal di sana sekaligus bertetangga dengan panti asuhan itu juga mengatakan bahwa benar adanya 16 tahun lalu, sudah ditemukan seorang gadis kecil yang menangis di pinggir jalan dan dia sendirilah yang membawa gadis itu ke panti asuhan Ibu Mawar.
Detektif itu juga berhasil menemukan bukti-bukti tentang kematian Amora saat di rumah sakit. Kecurigaan Rima terhadap Dewa ternyata memang benar.
Pria itu adalah pria yang menolong mengantarkan jenazah Amora ke panti asuhan. Namun, hasil penyelidikan dari detektif Robert, mobil itu tidak sampai di panti asuhan, melainkan ke rumah sakit dulu.
Dari sanalah terungkap kalau ternyata Amora kembali sadar dari kematian. Gadis itu ternyata hanya mengalami mati suri.
__ADS_1
Beberapa bulan di rumah sakit, akhirnya terungkap jika Amora adalah anak dari seorang pengusaha terkenal Dirgantara yang bernama Freya. Gadis kecil yang dulu pernah hilang karena penculikan.
"Semua bukti menunjukkan, jika Amora dan Freya adalah orang yang sama," ucap detektif Robert memandangi wajah Rima yang pucat pasi.
Seolah, kini dunianya benar-benar sudah jungkir balik, tidak ada yang tersisa dalam dirinya.
Penyesalan pun tidak ada gunanya, semua sudah terjadi dan suka atau tidak dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sungguh! Rima tidak menyangka kalau kecurigaan ternyata benar. Hanya saja, dia tidak mempercayai kalau Amora yang jelas-jelas sudah meninggal ternyata bisa hidup lagi.
Rima juga belum percaya mengapa semuanya bisa kebetulan seperti ini. Freya adalah orang yang telah dengan sengaja dibunuh olehnya dan Laura. Tetapi, ternyata Tuhan kembali menghidupkannya. Tuhan memberikan keajaiban pada Amora.
Mengapa harus Amora, gadis yang dipertemukan sekaligus dinikahi oleh Sagara? Kenapa Amora gadis yang dia culik dulu muncul kembali dan mengalami penyiksaan atas perbuatannya?
Memikirkan semua itu, kepala Rima berdenyut sakit. Tangannya gemetar.
__ADS_1
Rima sadar, sebentar lagi sesuatu pasti akan terjadi. Bisa saja, Freya datang untuk membalas dendam bukan?
"Sebaiknya kamu pergi dulu, nanti kalau ada yang harus kamu lakukan maka saya akan menghubungimu," ucap Rima.
Wanita paruh baya itu butuh waktu untuk menenangkan dirinya.
Pikiran Rima saat ini sangat buntu, kepada siapa dia harus bercerita? Apakah mungkin dia mengatakan semua ini kepada suaminya?
Tidak mungkin! Jika dia menceritakannya pada Aditya, lelaki berstatus suaminya itu pasti akan menyalahkannya dan semakin membencinya.
Apalagi jika dia menceritakan semua pada Sagara? Meskipun Sagara adalah putranya, Rima yakin, Sagara juga pasti akan marah padanya. Bukan hanya marah, Sagara juga akan semakin membenci dirinya dan tidak akan pernah mau mengakuinya sebagai ibu lagi.
Rima sadar, betapa Sagara sangat mencintai Amora. Perasaan benci yang dulu dirasakan Sagara karena merasa terjebak harus menikahi Amora telah berubah menjadi rasa cinta.
Namun, karena terlambat mengungkapkannya berubah menjadi penyesalan seumur hidup Sagara
__ADS_1
Bagaimana perasaan Sagara seandainya dia tahu kalau Amora dan Freya benar-benar orang yang sama?
BERSAMBUNG ....