
"Apa ini, Freya? Siapa pria ini?!" Sagara menatap tajam penuh amarah pada sang kekasih yang terlihat terkejut melihat video rekaman tentang dirinya dan Dewa saat di mall kemarin.
Di sana, Freya memeluk lengan Dewa. Wanita itu bahkan terlihat sangat bahagia bergandengan mesra dengan Dewa.
"Kamu yang apa-apaan, Saga? Kau menguntitku?!" Bukannya takut karena Sagara memarahinya, Freya justru memarahi balik Sagara.
Freya terlihat sangat marah melihat video rekaman itu.
"Katakan padaku! Kenapa kau menguntitku? Apa kau tidak mempercayaiku karena itu kau memata-mataiku? Kau sungguh keterlaluan, Saga!" Freya kembali berteriak marah. Wanita itu menatap tajam ke arah Sagara yang terlihat bingung.
"Seharusnya aku yang marah padanya karena dia jalan berdua bersama lelaki lain. Tapi, kenapa dia yang memarahiku?" batin Sagara. Sikap arogan Sagara sirna seketika jika sudah berhadapan dengan Freya.
Rasa cintanya pada perempuan itu membuat Sagara selalu merasa takut kehilangan Freya. Sagara akan panik saat Freya tiba-tiba marah padanya. Apalagi, saat Freya marah besar seperti ini.
Ini pertama kalinya Sagara melihat kemarahan Freya. Biasanya, kekasihnya itu hanya merajuk bukan benar-benar marah seperti saat ini.
__ADS_1
"Jawab, Sagara! Kenapa kamu mengikutiku? Jangan karena kamu adalah kekasihku kamu bisa seenaknya melakukan sesuatu padaku. Apalagi sampai memata-mataiku! Kamu sangat tahu bukan, kalau aku tidak suka dikekang? Kalau kamu memang tidak mempercayaiku, lebih baik kita akhiri saja hubungan kita!"
"Freya! Sayang, apa yang kamu katakan?" Mendengar ucapan Freya, seketika Sagara merasa panik.
"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak bermaksud mencurigaimu. Aku tidak pernah menguntit apalagi memata-matai kamu. Aku–"
"Kalau kamu tidak memata-mataiku, dari mana kamu mendapatkan video ini?" Freya masih menatap tajam ke arah Sagara. Ia sungguh tidak menyangka kalau Sagara bisa mendapatkan video itu.
Sepertinya, mulai sekarang, dia harus berhati-hati saat pergi berdua saja dengan Dewa.
"Dari mana kau mendapatkan video ini, Saga?" teriak Freya lagi dengan kesal saat melihat Sagara justru terdiam bukannya menjawab pertanyaannya.
"Maafkan aku."
"Kamu sangat tahu jika ibumu tidak pernah menyukai aku, tapi kenapa kamu masih mempercayai ucapan ibumu? Kenapa kamu tidak terlebih dahulu bertanya padaku? Aku sungguh kecewa sama kamu, Saga."
__ADS_1
"Sayang ...." Sagara kembali panik mendengar ucapan yang keluar dari mulut Freya. Kekasihnya terlihat sangat kecewa sekali.
"Maafkan aku." Sagara menarik tubuh Freya dalam pelukannya. Namun, Freya menolak. Gadis itu memberontak. Tetapi, Sagara tetap memaksa memeluknya hingga Freya pun akhirnya pasrah.
"Aku mohon, maafkan aku, Sayang, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan aku." Sagara mengeratkan pelukannya.
Dalam hati, ia sungguh menyesal karena mempercayai semua ucapan ibunya. Freya benar, seharusnya dia bertanya dulu pada Freya secara baik-baik.
Freya juga benar tentang ibunya. Ia sudah tahu bagaimana kebencian sang ibu terhadap Freya, tetapi, kenapa dia masih mempercayai semua hasutan ibunya tentang Freya?
"Bodohnya aku. Gara-gara kebodohanku, aku hampir saja kehilangan Freya," batin Sagara.
Seandainya saja tadi dia ikut emosi, entah bagaimana nasib hubungannya dengan Freya saat ini.
"Maafkan aku, Sayang, aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku percaya padamu. Kamu tidak mungkin mengkhianati aku 'kan?" Sagara mengusap lembut punggung Freya.
__ADS_1
"Lelaki dalam video itu adalah sahabatku. Dia sudah seperti seorang kakak buatku. Dia bahkan tahu kalau kamu adalah kekasihku. Jadi, mana mungkin aku berselingkuh dengannya?"
BERSAMBUNG ....