DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
ANGGAP SAJA TIDAK SALING MENGENAL!


__ADS_3

"Saga, dengarkan penjelasan aku dulu. Aku tidak melakukan apapun apalagi sampai menyakiti Laura, Saga. Kau salah paham!" teriak Laura membela diri.


Wanita itu menahan amarah sekaligus ketakutan. Marah karena Sagara mengusirnya, takut karena mengira Sagara telah mengetahui kejahatannya terhadap Amora. Hanya tinggal selangkah lagi dia bisa memiliki Sagara seutuhnya. Tetapi, kenapa tiba-tiba Sagara marah dan mengusirnya?


"Kau masih menyangkal? Setelah semua bukti yang aku lihat, kau masih menyangkalnya? Aku sungguh tidak pernah menyangka kalau kamu tega melakukan kejahatan pada Amora, Laura!" Suara Sagara kembali terdengar.


Rima yang melihat kejadian itu hanya berdiri terpaku di tempatnya. Jantungnya berdebar keras. Ia sungguh sangat takut sekarang.


"Aku tidak berbuat jahat padanya, Saga. Kau salah paham!" Laura masih membela diri. Air matanya sudah turun membasahi pipinya.


"Aku mempunyai semua bukti kejahatanmu pada Amora, Laura. Semua rekaman cctv di rumah ini menunjukkan betapa kau dan mama menyiksa Amora selama ini."


"A–apa?" Kedua mata Laura membola. Begitupun dengan Rima. Perempuan paruh baya itu menelan saliva. Melihat kemarahan Sagara pada Laura sudah membuatnya ketakutan setengah mati. Kini, putranya itu justru mengetahui semua kejahatan yang dilakukannya bersama Laura.

__ADS_1


"Kenapa aku bisa tidak tahu kalau di setiap sudut rumah ini ada cctv? Aku pikir hanya di luar ruangan saja." Rima meremas kedua tangannya karena merasa gugup.


"Cepat kemasi semua barangmu sekarang juga. Kalau tidak, aku akan melaporkanmu pada polisi!"


"Ti–tidak, Saga. Jangan laporkan aku ke polisi, aku mohon ...." Laura merasa panik.


"Kalau kau ingin melaporkan aku pada polisi, mama kamu juga pasti akan terseret. Tante Rima adalah partnerku saat menyiksa Amora. Jadi, kalau kamu melaporkan aku ke polisi, aku akan ikut menyeret Tante Rima." Laura menatap Sagara dengan senyum licik pada wajahnya.


Akhirnya, topeng kebaikan yang selama ini dia perlihatkan terbongkar sudah. Bodohnya Sagara karena mengira kalau Laura adalah gadis polos yang selama ini harus ia lindungi.


"Gadis licik. Sialan kau, Laura!" batin Rima geram. Ia merasa kesal karena Laura membawa-bawa namanya.


"Jadi begini, sifat aslimu? Bodohnya aku karena selama ini aku terlalu mempercayaimu, Laura. Kau sangat tahu bukan, kalau aku sangat benci jika dengan pembohong? Aku sudah memaafkanmu dan memberimu kesempatan untuk berada di sampingku saat kau pergi meninggalkanku. Kini, aku tidak akan lagi berbelas kasih padamu!"

__ADS_1


"Kalian semua, pergi ke kamar tamu dan singkirkan semua barang milik Laura dari sana. Ingat! Jangan ada satupun yang tertinggal!" Sagara menatap beberapa asisten rumah tangga yang mengangguk mengerti. Mereka kemudian bergegas menuju kamar tamu di mana Laura tinggal selama ini.


Laura tercengang mendengar ucapan Sagara. Sungguh! Ia tidak menyangka kalau akhir perjuangannya untuk mendapatkan Sagara akan seperti ini.


Tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan pria itu. Amora juga sudah mati. Tidak ada lagi penghalang hubungan mereka. Tetapi, kenapa semua berakhir tidak sesuai dengan rencananya


"Saga, aku mohon, maafkan aku. Aku mencintaimu, Saga. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu." Laura menangis di depan Sagara.


Memohon, agar lelaki itu tidak mengusirnya dari rumah besar itu.


Sagara menatap sinis ke arah Laura. Lelaki itu mendorong tubuh Laura yang terus mendekatinya hingga gadis itu terjengkang ke belakang.


"Mulai hari ini, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal!"

__ADS_1


"Sagara ...."


BERSAMBUNG ....


__ADS_2