DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
MEREKAM


__ADS_3

Setelah suami dan putranya berangkat kerja, Rima segera menjalankan aksinya yang sudah dia pikirkan sepanjang malam.


Semua kelakuan Freya yang seringkali membuatnya naik darah membuat Rima semakin mencurigai wanita itu.


Rima bersiap untuk pergi menemui seseorang yang sudah dihubunginya pagi tadi, mengajak bertemu di suatu tempat agar tidak satupun orang yang melihat dan mendengar apa yang akan mereka bahas.


Entah mengapa, nalurinya sebagai ibu begitu kuat meyakini bahwa Freya memiliki niat terselubung pada Sagara. Beberapa kali dia memergoki Freya menatap putranya dengan pandangan penuh dendam.


Satu hal lagi, Rima begitu yakin bahwa Freya dan Amora adalah orang yang sama. Dia tahu itu adalah hal mustahil. Dia sendiri melihat kematian Amora, tetapi, gerak-gerik dan pembawaan serta cara bicara Freya terkadang begitu mirip dengan Amora.


Rima juga ingat, tahi lalat yang ada di pundak sebelah kiri Amora. Dulu, ketika Amora sakit, Rima lah yang mengurusnya. Oleh karena itu, ia masih mengingat tahi lalat di pundak Amora yang ternyata juga dimiliki oleh Freya.


Apa mungkin ada dua orang yang berbeda memiliki tanda yang sama dan juga letak yang sama pula?


Dia harus mencari asal usul Freya. Apakah Freya adalah gadis kecil yang dulu pernah ia culik? Kalau benar Freya adalah gadis itu,


kapan gadis itu kembali kepada orang tuanya? Kapan Dirga dan Rania menemukan gadis kecil yang dulu dia buang jauh-jauh sampai ke Jakarta?

__ADS_1


Rima juga sangat penasaran, jika Freya adalah orang yang sama dengan gadis kecil itu, lalu selama ini gadis itu tinggal bersama siapa? Siapa yang telah menyelamatkannya?


Rasa penasaran yang tinggi dan rasa marahnya pada Freya membuat Rima memutuskan untuk menyelidikinya. Rima menyewa seorang detektif untuk membantunya.


"Ini foto, alamat orang tua serta data yang kau butuhkan untuk memulai penyelidikan. Aku ingin, apa yang aku tulis di kertas itu, kamu selidiki," ucap Rima tanpa membuka kacamata hitamnya.


Dia ingin bermain aman, jangan sampai orang lain tahu bahwa dia merencanakan sesuatu.


"Minggu depan kita bertemu lagi di sini. Aku harap kamu sudah mendapatkan kabar dan data yang aku minta!" tegas Rima menyodorkan amplop cokelat yang begitu gemuk dan membuat sumringah wajah pria yang memakai topi berwarna hitam itu.


"Aku pastikan, Anda tidak akan kecewa atas kerja kerasku. Aku akan melakukan yang Anda minta," ucapnya mengulum senyum.


Rima melirik jam tangannya, masih ada dua jam lagi waktu untuk bertemu dengan teman-teman arisannya, jadi dia memutuskan untuk mengunjungi salah satu mall yang terdekat dari tempatnya berada saat ini.


Dua lantai sudah dia jalani. Keluar masuk butik dan juga distro tapi tidak ada barang yang bisa menarik hatinya.


Rima pun akhirnya keluar, berencana untuk memesan segelas kopi di restoran yang dia lewati. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat dua orang yang salah satunya sangat dia kenal memasuki restoran yang akan dia tuju tadi.

__ADS_1


Pucuk dicinta ulam pun tiba, Rima bertemu dengan Freya di saat dia membutuhkan informasi mengenai gadis itu. Tebakannya benar, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Freya, terbukti dia bukanlah gadis baik-baik.


"Dasar ******! Dugaanku benar!" gumamnya meludah di lantai. Buru-buru dia mengikuti langkah keduanya masuk ke dalam restoran itu. Rima ingin mengambil foto sebagai bukti.


Foto itu nantinya akan dia berikan pada Sagara dan Aditya. Rima ingin menunjukkan pada lelaki beda generasi itu jika perempuan yang mereka puja itu ternyata sudah memiliki kekasih lain selain Sagara.


Kemesraan yang dilihat Rima saat ini tidak mungkin dilakukan oleh dua orang yang tidak memiliki hubungan sama sekali.


Merasa mendapatkan durian runtuh, Rima terus merekam kebersamaan Amora dengan Dewa.


Tidak ingin dipergoki oleh keduanya, Rima yang sudah merasa mengantongi bukti yang cukup memilih untuk segera pergi dari sana.


Wanita paruh baya itu sudah tidak sabar untuk menunjukkan bukti rekaman itu kepada putranya nanti. Ternyata benar nalurinya sebagai seorang ibu, keyakinannya bahwa putranya telah dipermainkan oleh seorang gadis ternyata terbukti.


Semoga saja dengan bukti yang dia miliki saat ini, mata hati Sagara akan terbuka dan mau meninggalkan Freya untuk selamanya.


Mungkin saat arisan nanti, Rima akan bertanya pada teman-teman sosialitanya, apakah mereka memiliki seorang putri yang bisa diperkenalkan sekaligus menjadi calon istri untuk Sagara?

__ADS_1


Senyum Rima mengembang sempurna. Ia sungguh tidak sabar memberikan bukti rekaman video itu pada Sagara agar anak lelaki satu-satunya itu sadar kalau Freya bukanlah wanita baik-baik yang pantas untuk diperjuangkan.


BERSAMBUNG ....


__ADS_2