
"Gadis cantik ini putri kalian?" Aditya, kembali menatap Amora. Kenapa hatinya bilang kalau gadis itu adalah Amora?
"Benar. Ini putri tunggal kami, Freya," jawab Dirga penuh bangga. Sejak tadi banyak orang yang memandang kagum pada putri mereka.
"Maaf, Om, Tante, bolehkah saya mengajak Freya berbincang berdua?" sela Sagara yang sejak tadi diam. Pria itu tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.
Wajah Dirga pias. Dia masih takut kalau membiarkan Amora hanya berdua dengan Sagara, takut rahasia gadis itu terbongkar.
Kedua matanya berkeliling mencari Dewa yang baru beberapa menit berlalu dari hadapannya. Dewa mengantar kedua orang tuanya berkeliling di ruangan itu untuk bertemu beberapa orang yang juga merupakan rekan bisnis mereka.
Dewa tak tampak dari pandangan Dirga. Pria itu dan juga keluarganya sudah menghilang di antara kerumunan tamu-tamu undangan yang lain.
"Saya masih ingin mengenalkan Freya dengan para tamu yang lain. Selama ini Freya lebih sering di rumah, menghabiskan waktunya untuk belajar, jadi pada momen pesta kali ini, saya ingin banyak orang mengenal Freya," jawab Dirga menghalangi niat Sagara.
"Hanya sebentar, Om," Sagara merasa sangat penasaran dengan gadis cantik yang mirip sekali dengan Amora itu.
__ADS_1
Dirga masih ingin buka mulut, tetapi, langsung dipotong oleh Amora. "It's oke, Papa. Kita tuan rumah. Aku akan menemani tuan Sagara sebentar," jawab Amora tersenyum pada ayahnya. Tatapan matanya seolah mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja.
Dirga akhirnya mengangguk, mengizinkan keduanya meninggalkan mereka.
"Apa kau tidak bosan terus memperhatikan wajahku?" tanya Amora saat mereka berjalan beriringan menuju taman yang ada di samping gedung. Memilih pintu samping agar tidak terlalu mencolok bagi tamu undangan lain.
Sama seperti Dirga, pandangan matanya juga mencari Dewa, berharap pria itu melihatnya pergi dengan Sagara.
Amora pikir, Sagara hanya akan mengajak nya bicara di ballroom hotel itu, hanya sedikit menjauh dari para tamu, tetapi, nyatanya Sagara mengajak nya keluar. Walau sedikit takut, Amora mencoba setenang mungkin.
"Kalau aku katakan aku terpesona pada wajahmu, atau bisa saja jatuh cinta pada pandangan pertama, apa kau percaya?" tanya Sagara mengambil tempat duduk di kursi kayu yang ada di taman bunga kecil itu.
Amora hanya tertawa renyah, menyembunyikan rasa jijik dan muaknya pada Sagara. Ingin sekali menampar wajah tampan pria itu karena begitu gampang sekali mengatakan suka pada gadis yang baru saja dia temui.
Sagara memang tidak akan pernah berubah, akan selalu menjadi pria brengsek yang tidak punya hati.
__ADS_1
"Aku serius. Aku benar-benar jatuh cinta padamu. Kau mungkin akan menganggapnya sebagai gombalan, tapi itu yang aku rasakan. Apa kau sudah memiliki kekasih?" Sagara menatap cemas, berharap kalau Amora akan menggeleng.
Amora diam sesaat. Saat ini dia ada pada pilihan yang sulit. Tiba-tiba wajah Dewa terbayang di pelupuk matanya. Dia juga ingat perkataan pria itu yang jatuh cinta dan mengharapkan jawabannya.
Namun, kalau Amora mengatakan kalau dia sudah punya kekasih, Sagara akan menjauh, jadi dia tidak punya kesempatan untuk membalas dendam.
"Belum, mana ada yang mau dengan ku," jawab Amora manja, melempar umpan yang dia yakini pasti dimakan oleh Sagara.
"Kalau begitu, bolehkah aku mendekatimu? Selama ini aku tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama, tapi setelah bertemu denganmu, aku merasakan getar dalam hatiku," ucap Sagara yang lagi-lagi hanya disambut Amora dengan senyum.
"Benarkah? Kau begitu tampan, dan aku yakin banyak gadis yang mendekatimu. Jujur, aku minder jika mendampingi mu," tukas Amora melakoni perannya.
"Tidak ada satu wanita pun yang bisa membuatku jatuh cinta selain dirimu."
Amora mengulum senyum. "Apa tidak ada wanita yang pernah kau cintai?" tanya Amora dengan sorot mata tajam. "Atau mungkin kau sudah pernah menikah?" Kali ini Amora mengutuk kebodohannya, untuk apa dia bertanya terlalu jauh yang bisa membuat Sagara curiga. Tapi beruntung, pria itu tampaknya sama sekali tidak merasa aneh dengan pertanyaan Amora.
__ADS_1
"Belum, aku belum pernah menikah!"
BERSAMBUNG ....