
Senyum Amora mengembang sempurna pada wajah cantiknya. Menyembunyikan rasa amarah sekaligus muak, Amora menatap Sagara yang juga sedang menatapnya.
Ah! Pria itu dari dulu memang sangat tampan. Sekarang, ketampanannya bahkan bertambah dua kali lipat. Sagara terlihat lebih dewasa namun tetap angkuh dan arogan.
"Aku hanya bercanda. Mana mungkin orang sepertimu sudah menikah? Kamu masih muda, tampan, sangat terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Bahkan, dari kabar yang aku dengar dari internet kamu juga dikelilingi banyak wanita cantik. Jadi, mustahil rasanya jika kamu sudah menikah bukan? Amora tertawa pelan.
"Maafkan aku jika pertanyaanku membuatmu tidak nyaman." Amora menatap wajah tampan Sagara. Tidak dapat dipungkiri, hatinya bahkan sedang berdebar saat ini.
Ternyata, Tia mudah menghilangkan perasaan cinta yang telah tumbuh di hatinya selama bertahun-tahun. Selama ini, Amora pikir, dia sudah benar-benar melupakan pria itu dan mencoba menerima Dewa dalam hatinya. Namun, pertemuannya dengan Sagara tiba-tiba membuat hatinya tidak yakin. Apa benar dia menyukai Dewa seperti dia menyukai dan mencintai Sagara selama ini?
"Tidak apa-apa." Sagara tersenyum tipis. Hatinya bergetar melihat wanita cantik dihadapannya itu tertawa. Sungguh! Perempuan itu terlihat sangat cantik di matanya. Dia mengingatkan Sagara pada Amora.
Seandainya saja wanita itu masih hidup dan berdandan seperti Freya, Amora pasti seperti pinang dibelah dua dengan Freya karena wajah mereka benar-benar mirip. Bedanya, Amora sangat sederhana, sementara Freya begitu elegan dan sangat mempesona.
Wanita itu hanya berbeda penampilannya saja. Amora ibarat berlian yang dibiarkan tanpa polesan. Sementara Freya adalah berlian yang bersinar terang hingga membuat orang merasa takjub saat melihatnya.
Wajah Amora tiba-tiba terbayang di matanya. Sagara menghela napas panjang saat rasa sakit mengalir ke ruang hatinya.
__ADS_1
Sudah hampir dua tahun berlalu, tetapi, hatinya masih sangat sakit saat mengingat wanita itu. Apalagi, saat Sagara mengingat bagaimana istrinya itu meninggal dunia.
"Aku tidak bisa menyalahkanmu. Berita tentangku di media sosial mungkin sebagiannya memang benar. Aku tidak menampiknya.
Hanya saja, untuk urusan wanita, kenyataannya aku memang tidak ada kecocokan dengan mereka. Apa kau tahu, bukan aku yang memutuskan untuk pergi, melainkan mereka yang meninggalkan aku. Mereka bilang aku ... tidak menyenangkan!" Sagara tertawa di akhir kalimat.
Amora tampak terkejut melihat Sagara tertawa. Si kulkas itu tertawa?
Sepertinya dia benar-benar telah berubah. Hidupnya bahkan terlihat sangat bahagia setelah kematianku.
"Mereka yang meninggalkanmu?" Amora mengulangi kalimat yang diucapkan Sagara.
Sagara mengangguk. "Mereka yang mulai, mereka juga yang mengakhiri," ucap Sagara. Setelah kepergian Amora, Sagara memang tidak pernah serius menjalin hubungan dengan wanita manapun.
Setiap kali Sagara bersama perempuan yang menjadi kekasihnya, pria itu selalu mengingat Amora. Melihat Sagara yang tidak bisa melepaskan masa lalunya, membuat wanita-wanita yang menjadi kekasihnya mundur teratur karena mereka merasa kalau Sagara sangat membosankan.
Sagara sangat cuek. Tidak pernah menganggap para wanita itu seperti kekasihnya. Laki-laki itu bahkan hampir tidak pernah punya waktu untuk mereka.
__ADS_1
"Lalu, apa kau diam saja saat mereka pergi?"
"Tentu saja. Hubungan itu tercipta hanya satu pihak saja. Mereka yang menyukai aku sementara aku tidak. Tidak ada perempuan lain yang mampu menggetarkan hatiku seperti seseorang yang dulu pernah singgah di hatiku, kecuali ...." Sagara menatap Amora lekat-lekat.
"Kecuali apa?"
"Kecuali kamu. Pertama kali aku melihatmu beberapa saat lalu, hatiku bergetar. Seperti ada magnet yang menarikku untuk mendekat padamu."
"Gombal!" Amora tertawa mendengar ucapan Sagara. Namun, dalam hati dia mengumpat habis-habisan.
Sejak kapan bajingan itu pandai merayu?
"Aku tidak berbohong. Kalau kamu tidak percaya, kamu boleh pegang dadaku. Aku sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tapi, inilah kenyataannya." Sagara dengan lancang meraih tangan Amora dan meletakkan di dadanya.
"Kamu bisa merasakannya bukan?"
BERSAMBUNG ....
__ADS_1