
Semua orang merasa terkejut saat Aditya tiba-tiba memberikan bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh istri, anak, dan mantan kekasih anaknya.
Bukti berupa rekaman cctv itu diserahkan Aditya pada Dirga yang langsung diserahkan pada pengacaranya.
Rima, Sagara dan Laura menatap Aditya dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana lelaki itu membiarkan mereka masuk bui?
"Kamu jahat, Mas! Kamu benar-benar tega dan tidak punya perasaan!" teriak Rima, merasa tidak terima dengan apa yang dilakukan Aditya padanya.
Rima sadar, dirinya memang bersalah, tetapi, bukankah Aditya adalah suaminya? Seharusnya lelaki itu membelanya bukan? Aditya bahkan tega melaporkan putranya sendiri.
Rima benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sudah dilakukan oleh Aditya.
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dari dulu aku lakukan. Meskipun semuanya sudah terlambat, paling tidak, aku masih punya kesempatan untuk mengungkapkan kebenaran yang selama ini aku simpan. Termasuk kebenaran saat kamu menculik seorang gadis kecil yang kamu tinggalkan di jalanan saat itu." Aditya menatap Rima yang terlihat sangat kaget.
"Kenapa? Kau merasa terkejut?" Rima menggeleng mendengar ucapan Aditya.
"Aku mengetahui semuanya, Rima. Selama ini, aku selalu menutupi semua kejahatan dan ketidak adilan yang sering kamu lakukan karena aku ingin menjaga nama baik keluargaku. Bukan hanya itu saja.
Harus aku akui jika selama ini aku memang bodoh. Rasa cintaku padamu membuatku menutup mata dan hati hingga senantiasa, aku rela menutupi semua aibmu." Aditya berbicara panjang lebar di depan Rima membuat wanita paruh baya itu menatap Aditya sambil menangis.
__ADS_1
"Aku lelah selalu menutupi kejahatanmu dan perilakumu di luaran sana. Apa yang aku lakukan ini adalah sesuatu yang seharusnya aku lakukan sedari dulu. Dari saat kamu Rega menculik Freya kecil dan membuangnya ke jalanan tanpa rasa bersalah sama sekali." Aditya kembali menatap Rima yang terus menangis. Sementara itu, Sagara merasa kaget saat mendengar ucapan sang papa.
"Mama menculik Freya saat kecil?" Sagara menatap Aditya dengan tatapan tak percaya.
"Ibumu menculik Freya kecil karena merasa dendam pada Dirga yang lebih memilih ibunya Freya dibandingkan dia. Amora, gadis itu tidak akan tinggal di panti asuhan dan dicap sebagai yatim piatu jika ibumu tidak menculik Amora kecil dan membuangnya ke jalanan hanya karena ambisinya untuk mendapatkan Dirga. Lelaki yang saat itu sangat digilai oleh Rima."
Sagara semakin syok mendengar ucapan papanya. Bukan hanya Sagara, tetapi, Laura dan semua orang yang berada di ruangan itu merasa terkejut.
Begitupun dengan Rima sendiri yang baru mengetahui jika Aditya ternyata menyimpan rahasia yang disembunyikannya selama ini.
"Pak Dirga, sekarang, aku serahkan semuanya pada Pak Dirga. Semua bukti-buktinya ada di dalam amplop itu. Aku pergi dulu. Terima kasih karena telah memberikan aku kesempatan untuk tetap menguasai perusahaan." Aditya menatap Dirga kemudian mengulurkan tangannya.
"Papa!"
****
Berdasarkan bukti-bukti yang ada, polisi akhirnya menetapkan Rima, Laura dan Sagara menjadi tersangka.
Hanya tinggal menunggu proses penyidikan, ketiga orang itu sudah dipastikan akan menjadi terdakwa karena bukti-bukti yang diberikan oleh Dirga sangat kuat.
__ADS_1
Lelaki itu benar-benar melakukan segala cara untuk mendapatkan bukti yang memberatkan tersangka.
Dibantu oleh Dewa, Dirga menemukan beberapa bukti lagi dari beberapa dokter yang saat itu menangani kasus Amora, termasuk dokter pribadi keluarga Aditya dan juga seorang dokter yang menolong Amora yang merupakan sahabat Dewa sendiri.
***
Pengadilan memutuskan Rima, Laura, dan Sagara menjadi terdakwa. Rima dihukum penjara atas tuduhan penculikan anak dan percobaan pembunuhan.
Laura di penjara atas tuduhan pembunuhan berencana. Sementara Sagara dihukum karena kasus kekerasan dalam rumah tangga. Dalam hal ini, Sagara lah yang paling ringan mendapatkan hukuman.
Namun, meskipun begitu, Dirga dan Rania cukup merasa puas. Mereka sangat bersyukur dan bisa bernapas dengan lega karena semua orang yang telah menyakiti putrinya akhirnya mendapatkan hukuman yang setimpal.
Aditya terdiam di depan layar televisi yang saat ini sedang menayangkan kasus persidangan istri dan anaknya. Kemarin, Aditya juga hadir untuk menyaksikan persidangan itu.
Kasus yang menyeret Laura sebagai seorang publik figur itu memang saat ini sedang menjadi trending topik di media.
Aditya mengembuskan napas panjang.
"Seandainya saja kalian tidak melakukan kejahatan, saat ini kalian berdua pasti masih berada di sini, bersamaku."
__ADS_1
BERSAMBUNG ....