DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
TUNGGULAH KALIAN SEMUA!


__ADS_3

Dewa dan anak buahnya kini sedang berada di pemakaman. Begitupun dengan Ibu Mawar. Mereka sampai di panti asuhan menjelang malam dan langsung mengebumikan jenazah Amora yang sudah dibungkus kain kafan.


Tidak banyak orang yang ikut ke pemakaman. Hanya ada beberapa orang saja yang ditunjuk oleh Ibu Mawar yang ikut. Di tambah lagi, hari sudah malam. Kondisi jalan yang tidak terlalu baik juga menjadi alasan Ibu Mawar untuk tidak mengizinkan orang-orang ikut ke pemakaman.


Selain itu, Ibu Mawar juga tidak mau mengambil resiko jika nanti ada yang mencurigai pemakaman jenazah palsu Amora. Dia tidak mau orang-orang tahu kalau Amora masih hidup.


Meskipun awalnya ragu, Ibu Mawar akhirnya mengikuti semua rencana Dewa dan Amora. Apalagi, saat wanita baya itu mendengar penjelasan Dewa tentang perbuatan orang-orang itu. Ibu Mawar tidak mau mengirim Amora kembali pada suaminya. Ia tidak mau Amora kembali mengalami penyiksaan dari mertuanya.


Setelah acara pemakaman selesai, Dewa kembali ke rumah sakit. Sementara itu, Ibu Mawar pulang ke panti asuhan. Wanita tidak bisa lagi meninggalkan panti asuhan untuk menemui Amora karena takut orang lain curiga.


Dewa mengatakan, dirinya nanti akan menjemput Ibu Mawar jika memang ingin bertemu dengan Amora.


Menjelang pagi, Dewa sampai di rumah sakit. Lelaki itu menuju ruangan Vip tempat Amora dirawat. Senyumnya mengembang saat melihat wanita itu terbaring di atas ranjang dengan damai.

__ADS_1


Dewa memutuskan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Tubuhnya juga terasa lelah karena belum sempat beristirahat.


Dewa sendiri tidak tahu kenapa dia harus sejauh itu membantu Amora, yang jelas, dia merasa tidak tega dengan ketidak adilan yang diterima oleh Amora. Dewa menolong Amora atas dasar kemanusiaan.


Jiwanya memberontak melihat wanita muda seperti Amora ditindas dan disiksa oleh suami dan keluarganya hingga mengalami mati suri. Tindakan mereka semua adalah tindakan biadab yang seharusnya mendapatkan ganjaran yang setimpal.


Dewa keluar dari kamar mandi setelah mengganti bajunya. Lelaki itu tampak serius menatap Amora yang masih tertidur pulas karena pengaruh obat.


"Aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana?" Dewa mencoba mengingat-ingat tetapi buntu.


***


Amora menatap pria yang kini sedang tertidur pulas di atas sofa di hadapannya. Seharian kemarin Amora menunggu kabar dari lelaki itu dan Ibu Mawar, tetapi, sampai hampir tengah malam dirinya tidak mendapatkan kabar apapun.

__ADS_1


Orang yang disuruh Dewa untuk menunggunya pun tidak mendapatkan kabar apa-apa dari Dewa. Mereka hanya ditugaskan Dewa untuk menjaganya.


"Kenapa kamu begitu baik padaku? Kita bahkan baru saja saling mengenal," batin Amora.


Wanita itu menatap Dewa dengan seksama.


Wajah tampan, hidung mancung, alis tebal, kulit putih bersih. Amora tidak pernah melihat pria yang lebih tampan atau sama kadar ketampanannya dengan Sagara.


Namun, saat melihat Dewa, Amora baru sadar kalau masih ada pria yang jauh lebih tampan dari Sagara. Cintanya pada Sagara membuatnya bodoh hingga mengira kalau Sagara adalah satu-satunya pria yang paling tampan di dunia.


Mengingat tentang Sagara, hatinya berdenyut nyeri. Semua bayangan tentang pria itu berputar di kepalanya. Dari awal dia mengenal Sagara sampai kejadian kekerasan yang ia terima dari pria itu.


Amora mengepalkan tangannya. Rasa sakit dan dendam bersatu menjadi satu. Bukan hanya Sagara, tetapi juga dua orang yang sangat menginginkan kematiannya.

__ADS_1


"Tunggulah kalian semua!"


BERSAMBUNG ....


__ADS_2