
Tinggal bersama dengan kedua orang tuanya membuat Amora merasa bahagia. Apalagi, Dirga dan Rania benar-benar membuktikan ucapannya untuk membahagiakan Amora.
Beberapa kali rutin periksa kesehatannya di rumah sakit membuat keadaan Amora semakin baik. Wanita itu bahkan dinyatakan sehat oleh dokter.
Mendengar penjelasan dokter membuat Rania dan Dirga merasa bahagia. Begitupun Amora, dia merasa senang karena akhirnya dirinya kembali pulih.
Hari-hari Amora dihabiskan untuk bersenang-senang. Amora melakukan hal-hal yang dulu sangat mustahil untuk dilakukannya seperti belanja, melakukan perawatan di salon dan juga berkeliling restoran untuk mencoba semua makanan yang diinginkannya.
Rania juga mengajak Amora untuk berlibur ke tempat-tempat menyenangkan. Hal yang tidak pernah Amora dapatkan dulu. Meskipun dirinya sempat menjadi istri Sagara, anak dari pengusaha kaya raya, tetapi, Sagara tidak pernah sekalipun memanjakannya atau hanya sekedar mengajaknya jalan-jalan ataupun makan malam.
Pria itu justru menyiksanya sepanjang pernikahan mereka. Mengingat Sagara membuat semangat di hati Amora bangkit. Sagara, dan mereka semua harus mendapatkan rasa sakit yang dulu juga pernah Amora rasakan. Dendam itu, masih tersimpan di hatinya. Amora menunggu waktu untuk membalas mereka semua.
Amora kembali melanjutkan kuliahnya. Seperti ucapan Dirga, Amora kini hidup dengan identitas yang baru. Bukan lagi Amora si yatim piatu yang seringkali ditindas dan di pandang sebelah mata.
Freya Aurora Dirgantara, wanita cantik, pintar, penuh percaya diri dan juga mandiri. Seorang putri dari pengusaha kaya raya, Ammar Dirgantara. Di kampus, Freya tercatat sebagai mahasiswi paling pintar dan sangat populer yang terkenal dingin dan tidak tersentuh.
Baik pria maupun wanita, mereka berebut mendapatkan perhatian dari Amora. Namun, gadis itu tidak memedulikannya sama sekali.
__ADS_1
Amora hidup sebagai orang yang sombong terhadap orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan kepopulerannya dan kekayaannya saja. Namun, dia akan berubah menjadi baik hati pada orang-orang yang memang benar-benar tulus menyayanginya.
Kenangan masa lalu yang menyakitkan membuat Amora membatasi pertemanannya. Apalagi, jika sudah menyangkut teman-teman yang berniat untuk merusaknya. Misalnya, seperti gadis-gadis yang iri dengannya dan berniat merusak dan mencelakainya.
Beruntung, dengan alasan keamanan, Dirga sudah mempersiapkan beberapa bodyguard untuk mengikuti Amora. Kalau tidak, Amora pasti tidak akan selamat dari orang-orang yang mencoba berniat mencelakainya.
Dirga dan Rania tidak mau menanggung resiko kehilangan Amora untuk kedua kalinya. Apalagi, kini semua orang tahu jika Amora adalah putrinya. Oleh karena itu, mereka melakukan apapun untuk melindungi putri mereka.
Setahun berlalu ....
Hubungan Amora dan Dewa juga semakin dekat. Pria tampan berusia dua puluh delapan itu seringkali datang ke rumah Dirga hanya untuk bertemu dengan Amora.
Semakin hari, wajah Amora semakin cantik. Wanita itu benar-benar terlihat sangat berbeda dengan Amora yang dulu. Amora yang dulu memang cantik, tetapi, dia tidak pernah berdandan apalagi melakukan perawatan. Amora hanya mengandalkan kecantikan alami yang dimilikinya.
Sangat berbeda dengan Amora yang sekarang. Semenjak Rania mengenalkannya ke dalam dunia kecantikan, gadis itu merasa ketagihan. Amora selalu mencoba beberapa treatment baru yang semakin membuat kecantikannya bertambah meskipun tanpa operasi.
Apalagi, sekarang Amora sangat pintar menggunakan makeup. Wajah cantiknya terlihat sangat berbeda dengan wajah Amora yang dulu saat dirinya memakai makeup.
__ADS_1
Selain penampilannya yang berubah, Amora juga berubah menjadi wanita yang tangguh. Amora mengikuti beberapa olahraga untuk melatih fisiknya. Termasuk olahraga beladiri yang nantinya akan sangat berguna buat Amora ketika dirinya memulai misinya untuk membalas dendam.
"Kamu cantik sekali, Sayang."
"Terima kasih, Ma. Berkat Mama, sekarang aku berubah banyak. Sepertinya, ibu panti juga tidak akan mengenaliku kalau penampilanku seperti ini," ucap Amora sambil tertawa pelan.
"Kamu benar, Sayang, ibumu pasti tidak akan mengenalimu sekarang." Rania ikut tertawa.
Selama tinggal bersamanya Rania tidak pernah membatasi interaksi antara Amora dan Ibu Mawar. Biar bagaimanapun, ibu pemilik panti asuhan itu adalah orang yang sangat berjasa karena telah menolong dan merawat putrinya dari semenjak kecil.
"Di bawah ada Dewa. Katanya, dia sudah ada janji sama kamu untuk makan malam di luar." Rania tersenyum melihat Amora terlihat malu-malu.
Hubungan Amora dengan Dewa memang semakin membaik. Selama setahun ini, pria itu selalu datang menemui Amora di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan pemilik rumah sakit.
"Aku akan menemuinya sekarang," ucap Amora kemudian meninggalkan Rania yang menggelengkan kepala sambil tersenyum.
BERSAMBUNG ....
__ADS_1