
Di sisi lain, keluarga Dirga justru mendapatkan apa yang selama ini mereka cari.
Kedua orang itu mendapatkan informasi penting yang mereka cari secara bersamaan.
Perbedaanya, Mira menemukan informasi yang dia cari, tetapi, informasi itu justru membawanya dalam petaka.
Sementara itu, informasi yang didapatkan oleh Dirga setelah sekian lama mencari justru mendapatkan titik terang yang menjadi jawaban dari doa-doa mereka selama ini.
Dirga tahu, yang terpenting adalah sudah menemukan anak kandung mereka. Namun, tetap saja orang yang sudah menyebabkan dirinya dan juga Rania menderita bertahun-tahun harus mendapatkan balasan.
Penculik itu harus mendapatkan ganjaran atas perbuatannya karena telah membuat Freya menderita. Gadis kecil tidak bersalah itu sampai terpisah bertahun-tahun dari kedua orang tuanya.
Akan tetapi, bukti yang dilemparkan oleh detektif ke hadapannya membuat Dirga terbelalak tidak percaya.
Dari semua orang yang dia duga menjadi dalang penculikan putrinya, tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa pelakunya adalah sahabat baiknya sendiri semasa sekolah dulu.
__ADS_1
Kalau saat itu Rima menyimpan dendam pada Freya alias Amora karena menganggap gadis itu sudah menghancurkan masa depan putranya sekaligus tidak terima karena gadis miskin dan dianggap yatim piatu itu sudah berhasil masuk dalam kehidupan keluarga mereka, mungkin akan sangat wajar jika Rima kemudian melakukan hal jahat pada Freya.
Seperti kata Freya, kebenciannya Rima terhadapnya saat masih menjadi Amora kemungkinan juga karena Aditya begitu membela Amora dibandingkan mendengarkan perkataan Rima hingga membuat wanita itu murka dan menyusun rencana untuk menghancurkan serta menyingkirkan Amora.
Semua hal itu jelas masih bisa diterima akal sehat Dirga. Rima membenci Amora karena telah menyebabkan suami dan anaknya menjauh darinya. Sehingga akhirnya wanita itu melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan Amora.
Tetapi, untuk menculik putrinya, Freya, apa alasan Rima melakukan hal itu? Kenapa wanita yang ia anggap sebagai sahabatnya itu begitu tega menculik Freya kecil? Memangnya apa salahnya gadis kecil itu hingga membuat Rima tega menculiknya?
Seingat Dirga, setelah bertahun-tahun bersahabat, wanita itu menghilang begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Lalu, bagaimana mungkin dia tiba-tiba datang kemudian berpikir untuk menculik putrinya? Apa Dirga melakukan kesalahan yang membuat Rima marah dan sakit hati hingga membuat perempuan itu nekad menculik putrinya? Kalau benar Dirga melakukan kesalahan, kesalahan apa yang dia lakukan pada Rima?
Rasa bencinya pada Rima semakin menumpuk. Ternyata, Rima bukan hanya menyiksa Freya saja, tetapi, perempuan itu jugalah yang telah memisahkannya dengan Freya selama bertahun-tahun.
Dirga sungguh tidak menyangka wanita yang dulu ia kenal sebagai gadis baik-baik itu ternyata adalah orang yang tega menculik Freya waktu kecil.
__ADS_1
Sampai kini, sebenarnya dirinya masih belum percaya jika Rima adalah orang yang telah menyiksa dan menjadi penyebab kematian Freya.
Namun, setelah melihat bukti-bukti yang diserahkan oleh detektif yang disewanya jika Rima jugalah yang menculik Freya kecil mau tidak mau, Dirga pun harus mempercayainya.
"Rania benar, aku tidak boleh memberikan ampun pada orang yang telah menyiksa Freya. Siapapun orangnya, dia harus mendapatkan balasan yang setimpal," batin Dirga.
Jangan berpikir karena orang itu adalah sahabatnya di masa lalu, kemudian Dirga memaafkannya dengan mudah. Memangnya, selapang apa hatinya hingga bisa memaafkan Rima yang jelas-jelas iblis berbentuk manusia?
"Ada apa, Mas? Kenapa wajahmu begitu pucat? Apa kata detektif itu?" tanya Rania yang baru muncul setelah sang detektif keluar dari rumah mereka.
"Kau tidak akan percaya, Rania," ucap Dirga pelan, hampir seperti bicara pada dirinya sendiri.
"Apa? Apa mungkin kau sudah mengetahui siapa penculik Freya?" desak Rania, kalau bukan karena berita itu, tidak mungkin wajah suaminya begitu pucat.
Dirga mengangguk mendengar pertanyaan istrinya.
__ADS_1
"Benarkah?"
BERSAMBUNG ....