
Dalam ruang kerja yang gelap, tanpa adanya cahaya lampu, Aditya mengurung dirinya. Mencoba berpikir lebih dalam lagi, penyesalan itu kembali bangkit.
Aditya menyesal karena telah lalai menjaga Amora. Seharusnya ia bisa memprediksi hal buruk akan akan terjadi kalau melihat perangai istrinya selama ini.
Mengurut semua kejadian yang terjadi pada Amora selama tinggal di rumah ini membuat Aditya tiba-tiba kepikiran untuk memeriksa cctv di rumahnya. Mungkin saja dia menemukan satu petunjuk, walau dia tahu apapun nanti yang akan dia temukan tidak membuat perubahan apapun, Amora sudah tiada.
Namun, kecurigaan Aditya semakin besar dan keinginan untuk mencari kebenaran membuatnya segera memeriksa rekaman cctv di rumahnya yang kebetulan memang Digital Video Record dan monitornya memang ada di ruang kerjanya.
Aditya mulai memeriksa kegiatan Amora seminggu sebelum tanggal dia terjatuh di kolam berenang kala itu. Dia ingin mengetahui setiap detailnya.
Betapa terkejutnya Aditya, belum sampai ke tanggal yang dituju, rekaman video itu justru menunjukkan perilaku istrinya yang kerap menyiksa Amora, meminta gadis itu melakukan berbagai pekerjaan yang menyiksa tubuhnya.
__ADS_1
Mengangkat serta memindahkan barang-barang yang berukuran besar dan pastinya sangat berat. Lalu ada juga video ketika Amora duduk, untuk sesaat beristirahat karena kelelahan setelah melakukan pekerjaan berat. Rima datang dengan seember air lalu menyiramkan tubuh Amora, membuat gadis itu memekik kaget.
Serta masih banyak rangkaian kejahatan Rima yang ditunjukkan oleh CCTV itu hingga sampai ketika istrinya itu mendatangi Amora yang tengah berdiri di bibir kolam memegang gala panjang yang digunakan untuk membersihkan permukaan kolam dari daun-daun yang menggenangi air kolam.
CCTV itu memang tidak menangkap adanya suara atas perbincangan ketiganya. Namun, dari rekaman gambar yang ada, terlihat jelas bahwa Rima memarahi Amora dan sesekali Amora membalas perkataan Rima, yang Aditya tebak gadis itu mencoba membela diri dan menjelaskan tentang sesuatu hal lalu ucapan Amora membuat Rima tidak terima dan berniat untuk menampar pipi gadis itu, tapi kalimat apa yang diucapkan, sangat sulit untuk ditebak oleh Aditya.
Rima berbalik meninggalkan Amora dan disusul dengan Laura yang sejak tadi juga berada di dekat Rima. Namun, saat gadis itu hendak berbalik dengan sengaja tangan Laura menyikut Amora, mendorong gadis itu hingga tercebur ke dalam kolam.
Rima tampak berbicara dengan Laura sembari menunjuk ke arah Amora yang sedang menggapai permukaan kolam namun, tidak berhasil dan kembali tenggelam, tepatnya saat itu Sagara datang dan membantu menyelamatkan Amora.
Semua ini salah Rima, seandainya istrinya itu tidak memasukkan wanita ular seperti Laura ke dalam rumah mereka, tentu saja hal ini tidak akan terjadi. Mungkin Rima memiliki kebencian yang besar kepada Amora, tapi istrinya itu tidak akan berani bertindak terlalu jauh kalau bukan karena dihasut oleh Laura.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja, Aditya dibuat terkejut saat mengetahui insiden jatuhnya Laura di tangga beberapa waktu yang lalu. Ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh Amora. Dia tidak mendorong Laura melainkan Laura sendiri yang menjatuhkan dirinya. Apalagi, saat itu Sagara ada di tempat kejadian.
Bodohnya Sagara yang langsung menyalahkan Amora karena kejadian itu. Seharusnya putranya menyelidiki dulu apa yang terjadi sebelum menyalahkan Amora.
"Dasar bodoh! Kenapa aku harus punya putra yang sangat bodoh sepertimu?" umpat Aditya saat melihat kemarahan Sagara pada Amora.
Semua CCTV diputar ulang oleh Aditya hingga sampai menunjukkan Sagara yang membawa Amora ke rumah sakit, terlihat jelas wajah Sagara yang begitu panik ketika menggendong tubuh Amora.
Mimik wajah Sagara tidak bisa membohongi siapapun, bahwa pria itu sudah mulai jatuh cinta kepada Amora. Aditya memperlambat rekaman dimana Sagara mengakui perbuatan yang kemarin yang telah menyakiti dan melukai Amora. Pria itu bahkan menangis saking menyesalnya.
Terselip rasa iba melihat kesedihan dan juga rasa kehilangan pada putranya itu. Sagara terlihat sangat menyesali perbuatannya. Namun, apa gunanya?
__ADS_1
Penyesalan itu sekarang sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur, Amora sudah pergi meninggalkan mereka, yang tersisa hanya penyesalan dan juga dihantui oleh rasa bersalah sepanjang sisa hidup bagi orang-orang yang sudah mencelakai Amora.
BERSAMBUNG ....