
"Amoraaaaa!" teriak Rima begitu keras hingga mampu memecahkan gendang telinga bagi orang yang mendengar.
"Ibu ...,"
"Apa saja yang kau lakukan sejak tadi hingga pekerjaan ini tidak selesai juga? Kau sengaja ya, ingin membuatku naik pitam. Berleha-leha dengan pekerjaan segampang ini hingga kau bisa menunda pekerjaanmu yang lainnya?" salak Rima yang kini sudah berdiri tepat di depan Amora.
Tidak lama, Laura juga sudah berada di belakang Rima yang tidak ingin melewatkan tontonan menarik itu. Dia selalu puas kalau melihat Amora dimarahi oleh Rima.
"Maaf, Bu, karena angin kencang semalam, banyak daun yang jatuh ke dalam kolam," jawab Amora mengatakan apa adanya.
Tega sekali wanita tua itu mengatakan dirinya berleha-leha dan sengaja memperlambat pekerjaannya, padahal sejak tadi Amora belum beristirahat bahkan keinginan untuk minum saja belum kesampaian.
Kepalanya juga sudah pusing. Matahari yang sudah naik, membuat kulitnya terbakar dan rasa haus yang begitu menyiksa.
"Halah, banyak alasan kamu! Bilang aja kau sengaja 'kan berlama-lama di sini. Kalau bisa sampai sore, sampai Om Aditya pulang dan melihatmu bekerja, biar Tante kena marah lagi, iya, kan?" sambar Laura yang tidak ingin melepaskan Amora kali ini. Dia ingin membalas dendam karena gadis itu sudah menahan Sagara tadi malam di kamarnya.
"Oh, jadi itu yang ada di pikiranmu? Hebat kamu, ya! Jadi, mantu begitu keterlaluan! Baik kamu atau anak harammu itu, tidak akan pernah aku akui sebagai keluarga. Sekarang cepat selesaikan pekerjaanmu, dan rapikan tanaman yang ada di pekarangan belakang!" ucap Rima berbalik hendak meninggalkan Amora.
__ADS_1
Laura yang belum puas karena pertunjukan sudah usai, memutar otak untuk menambah keseruan siang itu.
Saat Laura berputar, dia mengambil langkah yang terlalu lebar, hingga menyentuh lengan Amora yang berada di tepi kolam. Dorongan itu sebegitu kuat, hingga gadis itu jatuh terjungkal masuk ke dalam kolam.
Byuuur!
Tubuh Amora menggelepar di dalam kolam setinggi dua meter itu. Gadis kampung itu kelimpungan karena memang tidak tahu berenang, terlebih sangat dalam. Tangan Amora menggapai-gapai, meminta pertolongan pada Rima.
Wanita itu sudah berbalik, melihat Amora yang terjatuh. Awalnya dia pikir akan membiarkan Amora di dalam sana, tapi mengingat sebentar lagi suaminya akan pulang, dan mendapati kalau Amora kembali dirundung, pasti akan membuatnya semakin dibenci Aditya.
Bisa jadi, ancaman suaminya untuk memberi hukuman padanya akan terlaksana.
"Gak tahu Tante, pas aku balik badan, dia jatuh ke dalam kolam. Mungkin dia mau berenang kali. Biarin aja deh, Tante. Kita masuk aja, panas. Nanti kulit kita hitam lagi, kayak dia," ucap Laura tanpa ada sedikitpun rasa bersalah.
Rima ragu dengan ajakan Laura, kekasih putranya itu bahkan sudah menarik tangannya, tapi Rima yang terbayang wajah marah Aditya, segera menghentikan langkahnya.
"Laura, kamu 'kan jago renang, tolongin dia, dong," pinta Rima, tapi langsung cepat ditolak oleh Laura.
__ADS_1
"Sorry, Tante, tapi aku kan baru aja cat kuku," jawab Laura santai. Wanita itu kemudian berlalu meninggalkan Rima dan Amora yang masih terengah-engah di dalam kolam.
Amora tidak bisa berenang. Sebentar lagi gadis itu akan tenggelam. Namun, kedua orang tidak punya hati malah membiarkannya.
Melihat Laura pergi, Mira pun akhirnya pergi meskipun dengan sedikit cemas karena takut ketahuan oleh Aditya telah mengerjai Amora lagi. Rima kemudian berlari, bermaksud memanggil satpam yang berjaga di pintu gerbang untuk menolong Amora.
Namun, belum sampai langkah Rima ke depan rumah, terlihat Sagara sudah pulang. Anak lelakinya itu melangkah tergesa karena baru saja mendapatkan telepon dari asisten rumah tangga yang ia suruh untuk mengawasi Amora di rumah.
"Di mana Amora, Ma?"
"Sa–Saga, kamu sudah pulang?" Rima terlihat gugup.
Sagara terus melangkah meninggalkan ibunya. Pikirannya tiba-tiba merasa tidak tenang. Pria itu berlari menuju kolam renang. Ia ingin membuktikan jika apa yang dikatakan asisten rumah tangga yang baru saja meneleponnya adalah benar.
Saat sampai di pinggir kolam, Sagara begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Amora!"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....