
Dean menatap kedua sahabatnya yang sudah mabuk sambil menggeleng pelan. Mereka berdua minum sampai mabuk untuk menghilangkan kesedihan mereka. Sedih karena ditinggal wanita yang sama.
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Sagara menyesali perbuatannya karena telah menyiksa Amora, perempuan yang menjadi istrinya hingga akhirnya Amora meninggal dunia.
Sementara itu, Gerald juga menyesali dan menangisi perbuatannya karena dulu pernah mengkhianati Amora dengan berpacaran dengan sahabatnya saat wanita itu masih menjadi tunangannya.
Gerald sungguh menyesal. Penyesalannya semakin dalam saat mengingat dialah yang menjadi penyebab awal penderitaan Amora. Seandainya dia tidak menjual Amora pada Sagara, saat ini gadis itu pasti akan baik-baik saja, dan mungkin saja saat ini Amora pasti sudah menjadi istrinya sesuai dengan rencana perjodohan yang telah direncanakan oleh kedua orang tuanya dan Ibu Mawar. Ibu angkat dari Amora yang merawat dan membesarkan Amora di panti asuhan.
Bodohnya Gerald telah menyia-nyiakan gadis baik dan cantik seperti Amora. Seandainya dia tidak berbuat jahat pada Amora, semuanya pasti baik-baik saja.
Gerald meracau sambil terus mengatakan maaf pada Amora. Begitupun Sagara yang berkali-kali meracau mengatakan perasaannya pada Amora. Sepertinya lelaki itu jatuh cinta pada Amora, hanya saja dia tidak menyadarinya.
Sagara bahkan menangis dan terus mengatakan permintaan maaf pada istrinya. Lelaki itu benar-benar menyesal telah berbuat jahat dan menyia-nyiakan istrinya yang sedang hamil sampai meninggal akhirnya meninggal dunia.
__ADS_1
"Amora. Aku mencintaimu. Kenapa kamu meninggalkan aku, Amora?" Sagara meracau sambil menangis. Lelaki itu memeluk botol minuman yang isinya sudah tinggal separuh.
"Dasar pria-pria bodoh! Orang model kalian memang pantas menderita. Bisa-bisanya menyiksa orang sampai mati." Dean menggeram.
Dean memang selalu bersama dengan Gerald dan Sagara. Dia sangat tahu bagaimana sepak terjang kedua sahabatnya itu. Sagara tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun sebelum bersama Amora. Lelaki itu selalu menolak bahkan tak segan-segan menghina jika ada seorang wanita yang mendekatinya.
Namun, semenjak malam itu, saat seseorang menjebaknya dengan obat perangsang, Sagara tidak tahan. Lelaki itu menyuruhnya mencari wanita malam yang masih perawan.
Sagara bahkan berani membayar mahal asalkan wanita itu masih perawan hingga dia aman menyentuhnya.
Dean yang kebingungan kemudian menelepon Gerald. Tidak disangka, Gerald kemudian menyanggupi untuk membantunya mencari wanita untuk Sagara. Gerald bahkan mengatakan kalau dirinya sudah meluncur menuju apartemen Sagara dengan membawa wanita yang diinginkan Sagara.
Saat sampai di apartemen, Dean sungguh kaget saat melihat siapa yang dibawa oleh Gerald. Awalnya Dean tidak percaya. Namun, saat dia sadar kalau pria itu adalah Gerald, Dean pun akhirnya percaya.
__ADS_1
Gerald adalah seorang pria yang merelakan apa saja demi uang. Termasuk menjual Amora pada Sagara yang saat itu masih berstatus sebagai tunangan Gerald. Mereka berdua bahkan akan segera menikah. Namun, entah setan apa yang bersarang di kepala Gerald sampai-sampai dia tega menjual calon istrinya sendiri pada Sagara.
Sebejat-bejatnya Dean, lelaki itu tidak pernah menyentuh wanita. Dia juga tidak pernah berbuat jahat pada siapapun. Salah satu kenakalan Dean hanya satu. Pria itu tidak bisa meninggalkan minuman yang memabukkan.
***
Ibu Mawar menatap Amora dengan senyum di bibirnya. Perempuan berusia enam puluh tahun itu sungguh sangat bahagia melihat putri angkatnya kembali bernapas.
Saat ini, Amora masih berada dalam ruangan ICU. Dokter masih memantau kondisi Amora pasca mati suri. Keadaan Amora memang membaik. Wanita itu hanya perlu memulihkan tenaganya agar dia bisa kembali normal.
"I–ibu ...." Amora menatap Ibu Mawar. Mulutnya bergerak memanggil wanita itu dengan lirih.
"Amora, Sayang, kamu sudah bangun, Nak?"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....