DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
AKU MASIH ISTRI ORANG LAIN


__ADS_3

Mendengar ucapan Dewa, Freya terdiam. Jika boleh jujur, hatinya memang sudah terpaut dengan Dewa. Perhatian lelaki itu dan juga jasanya yang telah menyelamatkannya sejak dirinya mengalami mati suri membuat Amora sangat menyukai Dewa.


Namun, Amora sangat sadar bagaimana posisinya sekarang. Semua orang memang mengira dia sudah meninggal. Termasuk, lelaki yang saat ini masih sah menjadi suaminya.


Sagara, suka atau tidak, lelaki itu adalah suaminya. Dia belum bercerai dari Sagara. Mengingat itu, Amora mengembuskan napas panjang.


"Mas, kamu–"


"Aku tidak akan memaksamu seandainya kamu memang belum siap. Tapi, aku berharap kamu memberikan aku kesempatan untuk menjagamu seumur hidup," sela Dewa sambil menatap wanita cantik yang membuatnya jatuh cinta setengah mati.


Demi cintanya, Dewa bahkan rela bolak-balik Surabaya-Jakarta setiap minggunya agar dia bisa bertemu dengan Amora.


"Mas Dewa, biar bagaimanapun, aku masih terikat pernikahan dengan lelaki itu. Meskipun saat ini dia menganggap aku sudah mati, tetapi, secara hukum dan agama, aku masih istrinya. Aku tidak mungkin menerima Mas Dewa sementara aku masih berstatus sebagai istri orang lain," jawab Amora sambil menundukkan kepala.


"Freya." Dewa mengangkat wajah Amora yang tertunduk sedih.

__ADS_1


"Aku akan menunggu sampai kamu benar-benar terlepas dari lelaki itu. Aku akan membantumu." Dewa menggenggam tangan Amora dan menatap wanita itu dengan lembut.


"Setelah kamu sampai di Jakarta, kita bisa langsung menyusun rencana untuk membalas dendam pada pria itu. Setelah itu, aku akan membantumu untuk mengurus perceraianmu."


"Tapi, sepertinya akan memakan waktu lama. Aku tidak mungkin langsung mengatakan padanya kalau aku ini adalah Amora, bukan?"


"Selama apapun itu, aku akan tetap menunggumu," tegas Dewa.


"Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti, Mas. Kamu masih muda, sukses dan juga tampan. Aku yakin, banyak perempuan yang menginginkan Mas Dewa di luaran sana. Aku belum bisa menjanjikan apapun untukmu, Mas. Tapi, kalau aku boleh jujur, aku sangat nyaman bersama kamu, Mas," ucap Amora berterus terang.


"Jika aku mau, aku sudah melakukannya dari dulu, Freya. Tapi, aku sungguh tidak tertarik pada wanita manapun selain kamu, Freya." Dewa masih menggenggam erat tangan Amora.


Dewa sangat mengerti alasan kenapa Amora menolaknya. Memang benar, secara hukum status Amora masih menjadi istri Sagara.


Dewa hanya bisa memiliki Amora seandainya wanita itu telah resmi bercerai dengan lelaki bajingan yang sudah menyiksa Amora dulu. Lelaki berstatus suami tetapi kelakuannya tidak seperti layaknya seorang suami.

__ADS_1


Mengingat lelaki itu, Dewa merasakan amarah yang perlahan menyelinap ke dalam ruang hatinya. Lelaki itu adalah orang yang harus bertanggung jawab atas penderitaan dan kehancuran hidup Amora.


"Aku akan menunggumu, Freya. Aku akan menunggumu sampai kamu siap menerimaku."


"Mas Dewa, aku–"


"Jangan katakan apapun! Aku tidak menunggu jawaban kamu sekarang. Aku hanya ingin mengungkapkan semua isi hatiku padamu. Aku ingin kamu tahu, jika selama ini aku begitu tulus mencintaimu."


"Terima kasih, Mas." Amora menatap pria baik di hadapannya itu dengan kedua mata berkaca-kaca. Meskipun dia tidak yakin, tetapi, Amora berjanji, setelah misi balas dendam itu selesai, dia akan mempertimbangkan Dewa.


Bukankah, orang bilang lebih baik dicintai daripada mencintai? Dulu, Amora sangat mencintai Sagara. Apapun yang dilakukan oleh pria itu Amora tetap mencintainya.


Bahkan, setelah begitu banyak siksaan pedih yang ia terima, Amora tetap mencintai Sagara tanpa batas. Lalu, apakah sampai saat ini pria itu masih bertahta di dalam hatinya?


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2