DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
BERTEMU ORANG TUA DEWA


__ADS_3

Orang tua mana sih yang mau mengizinkan anaknya yang masih perjaka menjalin hubungan dengan seorang wanita yang berstatus masih istri orang lain?


Katakanlah bahwa dia bisa saja menuntut cerai pada Sagara, lalu dia akan mendapatkan status baru sebagai janda. Lantas, Dewa membawanya ke hadapan ibunya, memperkenalkan Amora sebagai janda yang dikencaninya.


Amora sangat yakin bahwa orang tuanya juga akan menentang hal itu. Bagaimana mungkin pria sesempurna Dewa direstui oleh orang tuanya untuk menjalin hubungan dengan janda seperti dirinya?


Statusnya yang belum jelas itu tentu saja membuat Amora merasa minder, tidak percaya diri untuk menunjukkan dirinya di hadapan orang tua Dewa.


Berulang kali Dewa memohon hingga akhirnya Amora tidak enak hati untuk menolak permintaan pria itu.


Mereka tiba di salah satu restoran mewah yang berada di Jakarta Selatan. Sejak tadi, orang tua Dewa sudah menghubunginya. Berulang kali menyampaikan informasi bahwa mereka sudah tiba di restoran itu lebih dulu.


"Mas Dewa, bagaimana penampilanku sekarang?" tanya Amora merapikan penampilannya setelah keluar dari dalam mobil. Dia belum berharap hubungannya dengan Dewa akan berlanjut lebih jauh. Namun, tetap saja bertemu dengan orang tua pria yang menyukainya sedikit banyak akan membuatnya gugup.


"Kau sangat cantik. Aku yakin mama pasti menyukaimu. Sudah! tenang saja, mamaku tidak galak. Aku yakin kalian berdua akan cocok," jawab Dewa menggenggam tangan Amora yang terasa dingin dan berkeringat saking gugupnya.


Sejujurnya, Amora ingin menarik kembali tangannya. Namun, ia takut Dewa akan tersinggung. Jadi, Amora hanya pasrah membiarkan pria itu menggandengnya memasuki restoran dan bertemu dengan orang tuanya.

__ADS_1


Selama menelusuri jalan hingga sampai ke restoran mewah itu, debar jantung Amora sudah tidak beraturan lagi. Dia gugup, bagaimana reaksi Ibu Dewa ketika melihatnya nanti?


"Akhirnya kalian sampai juga, mama sudah menunggu lama," ucap Mariana tersenyum pada Dewa, anak kesayangannya.


Lalu setelah cipika-cipiki, Dewa memperkenalkan Amora kepada ayah dan ibunya. "Pa, Ma, ini Freya, wanita yang ingin aku kenalkan kepada kalian," ucap Dewa dengan perasaan bangga.


"Halo, Freya, senang bertemu denganmu," ucap Bagas, ayah Dewa yang terlihat begitu berkharisma dan penuh wibawa


"Halo juga Om, aku juga senang bisa bertemu dengan Om dan Tante," jawab Amora dengan lembut. Amora mengulurkan tangan ke hadapan Mariana yang juga disambut baik oleh wanita paruh baya itu.


"Halo, Freya, ternyata cerita yang Tante dengar dari Dewa benar adanya. Kamu sangat cantik dan Tante begitu senang bisa bertemu denganmu hari ini," ucap Mariana tersenyum. Awalnya tatapan Mariana membuatnya merasa tidak nyaman. Namun, hal itu hanya persekian detik saja kemudian berganti dengan sikap ramah Mariana padanya.


Selama makan siang itu, mereka mengobrol santai. Walaupun sosok Bagas terlihat begitu tegas. Namun, pria itu sangat baik hatinya. Tidak ada intimidasi yang dirasakan oleh Amora dari pasangan suami istri itu. Hal itu sedikit banyak membuatnya semakin nyaman berada di tengah-tengah mereka.


Namun, tidak bisa dipungkiri oleh Amora bahwa Mariana terus menilai dirinya. Mulai dari cara makan dan juga caranya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Mariana.


Amora menyadari bahwa wanita itu ingin melihat kualitasnya, apakah Amora pantas berdampingan dengan Dewa atau tidak.

__ADS_1


Bagi Amora hal itu tidak masalah, sudah sewajarnya karena seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk putranya.


"Jadi, Freya di sini tinggal bersama siapa?" tanya Mariana yang sudah mengetahui dari Dewa bahwa Amora selama ini kuliah di Surabaya dan baru saja pindah ke Jakarta.


"Ada mama yang menemaniku, Tante. Tapi, mama sesekali balik lagi ke Surabaya untuk mengurus papa," jawab Amora dengan sangat berhati-hati.


"Oh begitu, kapan-kapan main ke rumah, ya. Tante hobi bikin kue. Kamu suka masak nggak?" tanya Mariana yang kali ini ingin melihat kemampuan Amora.


"Ibu jangan salah, Freya ini jago masak dan masakannya itu enak banget," sambar Dewa yang sudah mulai merasakan rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh Amora atas cercaan pertanyaan yang diberikan oleh ibunya.


"Oh begitu, baguslah! Tante senang mendengarnya. Kalau begitu, Tante tunggu kedatangan kamu di rumah. Kita bisa masak bareng nanti. Biar Dewa yang menilai masakan siapa yang paling enak," ucap Mariana seraya tertawa renyah. Namun, hal itu jelas membuat Amora semakin tertekan untuk masuk dan menjadi menantu wanita yang perfeksionis itu.


Amora sudah pernah merasakan kejamnya mertua saat bersama Sagara. Di masa depan, Amora jelas tidak ingin mengalami hal yang sama lagi.


BERSAMBUNG ....


__ADS_1


__ADS_2