DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
FREYA, AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

"Sagara sudah di bawah, dia menunggumu di ruang tamu. Mama harap kamu berhati-hati. Jangan tergoda, terbuai dengan segala bujuk rayunya. Ingat! Saat ini kamu sedang menjalankan misi, jangan sampai dia mengetahui identitas aslimu," ujar Rania saat mempersiapkan keberangkatan Amora.


"Iya, Ma. Aku paham, percayalah, Ma! Aku yang akan mengendalikan permainan ini dan aku pastikan bahwa Sagara akan menuruti apapun yang aku katakan padanya," jawab Amora dengan penuh percaya diri.


"Berhati-hatilah! Mama akan menyuruh orang untuk mengikutimu dari jauh." Amora mengangguk mendengar ucapan Rania. Wanita itu kemudian pergi menemui Sagara.


Bola mata Sagara tidak berkedip memandang Amora yang kini sudah berdiri di depannya. Gadis itu tampil begitu anggun dan sangat cantik. Kecantikan Amora semakin mengikis kepercayaannya bahwa Freya dan Amora adalah orang yang sama.


Amora, gadis yang dia kenal, jangankan untuk bergaya seperti Freya, memakai lipstik saja tidak pernah. Lagi pula Freya adalah anak orang kaya, sementara Amora yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan, jelas mereka adalah orang yang berbeda.


Amora harus mengakui kehebatan Sagara dalam hal menarik perhatian sekaligus membuat kagum seorang wanita. Mereka tiba di sebuah restoran mewah dan kedatangan mereka bahkan sudah disambut oleh dua orang pelayan yang membimbing mereka ke satu-satunya meja yang ada di atas rooftop.


Di sudut tempat itu, sudah berdiri seorang pria yang menenteng biola. Amora menebak bahwa pria itu diberi tugas untuk menghibur mereka selagi makan malam berlangsung seperti yang Amora tonton di film drama percintaan.

__ADS_1


Sungguh! Sagara membuatnya terbuai. Namun, dia tetap mengingat bahwa pria yang saat ini sedang merayunya adalah orang yang sama yang sudah membunuhnya.


"Kau melakukan semua ini untuk makan malam kita?" tanya Amora tersenyum, sepertinya dia sudah semakin mahir memainkan perannya.


"Semuanya demi menyenangkan hatimu, Freya. Aku mohon, jadilah kekasihku, terima aku dalam hidupmu," ucapnya setelah pelayan selesai menuang wine dalam gelas.


Pria itu bahkan membuka sebuah kotak beludru berisikan sebuah cincin yang tidak sempat melingkar di jemari Amora dulu.


"Apa maksud semua ini? Cincin ini-" ujar Amora kehilangan kata-kata.


Amora terlihat diam, seolah menimbang sesaat. Namun, dia sudah memprediksi hal ini akan terjadi. Baik dia atau Rania juga sudah menyiapkan jawaban yang akan Amora katakan kepada Sagara.


"Aku benar-benar tersentuh, Saga. Aku ... Aku mau menjadi kekasihmu," ucap Amora tersenyum manis.

__ADS_1


Sagara menatap Amora dengan tatapan tak percaya. "Kamu mau menerimaku menjadi kekasihmu?"


Amora mengangguk membuat senyum pada wajah Sagara semakin mengembang. Lelaki itu sangat senang karena Perasaannya pada Amora akhirnya berbalas.


Sungguh! Meskipun awalnya Sagara menyukai Freya karena wajah wanita itu sangat mirip dengan Amora, tetapi, dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Sagara sungguh sangat menyukai Freya. Perasaannya pada Freya seperti perasaannya terhadap Amora.


Sagara benar-benar jatuh cinta pada sosok Freya. Wanita itu adalah wanita yang menurutnya sangat pantas mendampingi hidupnya.


Freya sangat cantik, elegan dan penuh percaya diri. Sangat cocok dengan karakter Sagara yang angkuh dan arogan.


"Freya, terima kasih karena sudah menerimaku menjadi kekasihmu. Aku janji, aku akan selalu membahagiakanmu." Sagara memakaikan cincin di jari Amora kemudian mencium tangan Amora berkali-kali.


Cincin itu ternyata sangat pas di jari Amora alias Freya.

__ADS_1


"Freya, aku mencintaimu."


BERSAMBUNG ....


__ADS_2