DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
AKU TIDAK BISA BERENANG


__ADS_3

Semenjak malam itu, Sagara dan Freya resmi berpacaran. Mereka menjadi sepasang kekasih yang sangat serasi.


Freya benar-benar diperlakukan sangat istimewa oleh Sagara. Berbeda dengan saat dirinya menjadi Amora. Sagara benar-benar jatuh cinta pada Freya.


Lelaki itu bahkan rela melakukan apa saja demi Freya.


Aditya sangat bahagia saat mendengar Sagara dan Freya dekat. Lelaki paruh baya itu merasa, kehadiran Freya bisa menjadi pengganti Amora yang telah lama hilang dari hidup mereka.


Namun, kebahagiaan Aditya tidak berlaku bagi Rima. Wanita itu sangat tidak senang Sagara berhubungan dengan Freya. Wajah Freya yang tampak mirip dengan Amora membuat Rima merasa tersiksa. Rima merasa kalau Freya adalah hantu gentayangan karena setiap melihat Freya, Rima merasa kalau dirinya sedang dikejar-kejar oleh hantu Amora.


Rasa bersalahnya terhadap Amora membuat Rima merasa tidak nyaman saat bertemu dengan Freya. Apalagi, jika wanita itu datang ke rumahnya.


Seperti hari ini misalnya. Rima sengaja menghindar agar tidak bertemu dengan Freya yang datang bersama Sagara. Namun, gadis itu malah sengaja datang menghampirinya.


"Halo, Tante." Freya mendekati Rima dengan wajah sumringah. Senyuman mengembang pada wajah cantiknya saat melihat wanita paruh baya itu sedang bersantai di kolam renang.

__ADS_1


Rima tersenyum menanggapi sapaan Freya. Tubuhnya tiba-tiba merinding saat melihat senyum Freya yang begitu mirip dengan Amora.


Bedanya, Amora dengan wajah polos tanpa makeup. Sedangkan Freya dengan wajah cantik full makeup. Perempuan itu terlihat sangat cantik dan berkelas. Bahkan Laura saja kalah jauh di bawah Freya.


"Kenapa kamu ke sini? Bukannya kamu sedang menemani Saga di ruang kerja?" tanya Rumah basa-basi.


"Saga menyuruhku untuk menemani Tante di sini. Siapa tahu Tante butuh teman untuk berbincang." Amora tersenyum manis. Perempuan itu seolah sedang berperan sebagai seorang kekasih yang sedang melakukan pendekatan pada calon ibu mertua.


"Sebenarnya Tante tidak butuh teman, tapi karena kamu sudah berada di sini, tidak ada salahnya 'kan kalau kamu menemani Tante untuk mengobrol di sini?"


Bayangan Amora saat tersenyum, menangis dan saat wanita itu kesakitan berputar di kepalanya hingga tanpa sadar membuat tubuh Rima gemetar.


"Tenang, Rima. Wanita di depanmu saat ini adalah Freya, bukan Amora. Amora sudah mati, jadi dia tidak mungkin hidup lagi," batin Rima meyakinkan diri sendiri.


Amora duduk di sebelah Rima. Netranya menatap ke arah kolam renang. Bayangan masa lalunya melintas di kepala Amora.

__ADS_1


Dulu, wanita di sebelahnya itu membiarkannya tenggelam di kolam setelah Laura sengaja mendorongnya. Wanita paruh baya yang berstatus mertuanya itu pergi begitu saja dan membiarkannya tenggelam padahal saat itu dia tahu kalau ia tidak bisa berenang.


"Apa Tante bisa berenang?" Setelah terdiam cukup lama, Amora membuka suara.


"Tante tidak bisa berenang. Dari kecil Tante tidak suka berenang. Entah kenapa, Tante sendiri tidak tahu kenapa dulu tidak suka berenang. Sekarang, rasanya Tante sangat menyesal karena tidak bisa berenang," jelas Rima. Bayangan saat Amora tenggelam akibat ulah Laura melintas di kepalanya


"Awalnya aku juga tidak bisa berenang, Tante." Amora menatap Rima sambil tersenyum.


"Tapi, setelah aku mengetahui salah satu temanku yang hampir saja mati tenggelam, aku kemudian bertekad untuk belajar berenang agar aku tidak mengalami hal yang sama seperti temanku." Amora menghela napas panjang. Netranya kembali menatap Rima yang tampak terkejut mendengar ucapannya.


"Hanya saja, nasib temanku memang sial. Setelah dia selamat dari kolam renang, musibah lainnya datang. Kekasih suaminya sangat marah saat mengetahui jika temanku hamil. Wanita yang menjadi selingkuhan suami temanku kemudian bekerja sama dengan seseorang. Mereka menyiksa temanku hingga akhirnya keguguran dan meninggal dunia."


"A–Apa?"


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2