DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
AKU TIDAK PERNAH MEMAAFKAN KALIAN


__ADS_3

Bola mata Amora terbelalak menatap Sagara. Sedangkan Sagara menatapnya penuh ketidakpercayaan. Segudang pertanyaan muncul dalam benaknya.


Sementara Rima yang saat itu ada di hadapan Amora merasa senang melihat amarah yang terpancar di wajah Sagara.


"Jawab aku, apa benar kau adalah Amora?" ulang Saga tanpa mau melepaskan pandangannya dari mata Amora.


Seketika tubuh Amora bergidik ngeri, dia masih ingat bagaimana rasanya dijambak dan dianiaya oleh Sagara, semua kejadian mengerikan itu tidak akan pernah mungkin lupa dari ingatannya dan hal itu akan terjadi jika Sagara marah dan saat ini pria itu sedang marah.


Namun, Amora cepat menyadari bahwa dirinya bukanlah orang yang dulu, yang bisa ditekan dan juga diancam. Dia tidak bisa lagi diperlakukan dengan buruk karena saat ini dia memiliki orang tua yang akan melindunginya dari siapa saja yang bermaksud untuk jahat kepadanya.


"Terserah kamu mau menyebut namaku yang mana, yang jelas, namaku adalah Freya. Tapi, jika kamu lebih suka mengenalku dengan nama Amora, maka aku tidak keberatan," jawab Amora dengan santai.


Sagara tampak terkejut mendengar jawaban Freya. Pria itu mengepalkan tinju di sisi tubuhnya.


Kenyataan yang sulit dipercaya. Dia marah karena sudah dibohongi. Namun, sekaligus terselip rasa gembira karena apa yang dia yakini dalam hatinya ternyata terbukti kebenarannya. Amora adalah Freya!


Tentu saja dia sudah menebak sejak awal Walaupun sulit untuk dipercaya. Hatinya yang menunjukkan bahwa itu adalah Amora, terlebih setelah beberapa waktu mereka menghabiskan waktu bersama.


Setiap gelagat dan bahasa tubuh Freya begitu mirip dengan Amora. Mungkin rasa penyesalan yang begitu besar dibalut dengan cinta yang tidak tersampaikan, membuat hati Sagara meyakini Freya yang selama ini berkencan dengannya adalah istrinya.


"Kenapa kau membohongiku? Bagaimana kau bisa hidup kembali?" tanya Sagara masih belum bisa keluar dari rasa terkejutnya.

__ADS_1


Pria itu memilih duduk di samping Rima, menghadap pada Amora. Posisi mereka seolah menunjukkan perdebatan yang akan terjadi sebentar lagi, dua lawan satu.


"Kenapa kau lakukan ini pada kami?" tanya Sagara memulai investigasinya. Dia ingin mengetahui alasan Amora muncul kembali sekaligus berubah menjadi sosok orang lain.


Apa mungkin selama ini Amora hanya berpura-pura sebagai yatim piatu dan tinggal di panti asuhan? Tetapi, itu tidak mungkin! Amora yang dia kenal dulu yang begitu polos dan tampak seperti orang kampung, sangat berbeda dengan Amora saat ini.


Mereka berdua seolah memiliki dua kepribadian yang sangat berbeda walaupun dengan wajah yang sama.


"Anggap saja semua ini takdir Tuhan, memberikanku kesempatan hidup kedua kalinya untuk datang pada kalian, membalaskan dendamku atas semua perbuatan jahat yang kalian lakukan.


"Mungkin tubuh Amora memang tidak mati tapi benar adanya semua tentang Amora yang kau kenal sudah dikubur bersama dengan liang kosong itu.


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Aku jelas-jelas melihatmu sudah meninggal di rumah sakit. Jantungmu sudah berhenti bahkan dokter pun mengatakan kalau kamu sudah meninggal," ucap Sagara, masih ingin memuaskan rasa penasarannya atas kejadian yang hampir di luar logika itu.


Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali?


Beberapa menit mungkin hampir setengah jam dia memeluk Amora. Sagara sendiri merasakan bahwa gadis itu sudah tidak bernapas lagi.


Tubuhnya terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit. Berulang kali dia menggerakkan tubuh Amora, memohon pada gadis itu untuk bangun, tetapi, tidak berhasil. Amora tetap memejamkan mata dengan napas yang terhenti.


Lalu, bagaimana tiba-tiba gadis itu hidup kembali?

__ADS_1


Rima yang sejak tadi diam menyimak, juga penasaran, tetapi, lagi-lagi terselip rasa takut. Bagaimana kalau Amora mengingat detik-detik terakhir sebelum dia meninggal dan memberitahukan Sagara bahwa dia dan Laura turut andil dalam menghilangkan nyawanya?


"Mungkin saat itu aku memang sudah meninggal dan dokter juga sudah menyatakan bahwa aku sudah tidak bernyawa lagi saat itu.


Akan tetapi, seperti yang aku katakan, Tuhan memberikan kesempatan kedua padaku. Aku hanya mengalami mati suri seperti yang diceritakan oleh dokter itu kepadaku.


Setelah aku kembali hidup, lalu aku minta kepada Ibu Mawar untuk merahasiakan semua ini dan menceritakan semua perbuatan jahat kalian.


Aku bertekad untuk balas dendam. Siapa sangka tidak hanya kehidupan kedua yang diberikan Tuhan kepadaku sebagai anugerah, semesta juga mendukungku dengan munculnya orang tuaku yang sudah lama mencari keberadaanku yang hilang!" terang Amora berapi-api. Dia begitu puas melihat wajah terkejut Sagara dan juga Rima.


Penuturan Amora semakin membuat Sagara terbelalak. Mengapa kisahnya bersama Amora seperti cerita dalam sinetron? Apa mungkin ada yang kebetulan seperti ini?


Amora mati suri, hidup kembali lalu tiba-tiba bertemu kembali dengan orang tuanya yang kaya raya dan mengubahnya menjadi sosok yang baru dengan tujuan untuk melancarkan balas dendam.


"Namun, mungkin Tuhan tidak ingin aku menjadi orang yang jahat, tidak ingin tanganku kotor dengan membuat hidup kalian sengsara," lanjut Amora menatap satu persatu musuhnya yang masih membisu.


"Mungkin yang maha kuasa tidak ingin aku melakukan kejahatan besar seperti yang sudah kalian lakukan padaku, hingga sebelum aku bertindak lebih jauh menghancurkan hidup kalian, kebenarannya sudah terungkap dan menghentikan langkahku untuk melakukan balas dendam dengan sembunyi-sembunyi."


"Tapi, satu hal yang pasti ... aku tidak akan pernah memaafkan kalian!"


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2