DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
PESTA


__ADS_3

Suasana pesta di hotel bintang berlima itu berjalan sangat meriah. Dekorasi pesta yang terlihat sangat mewah membuat para tamu undangan berdecak kagum.


Seperti janji Dirga pada Amora. Malam itu, ia menggelar pesta untuk merayakan berdirinya anak perusahaan Dirgantara corp di ibukota.


Hampir semua kolega bisnis Dirga menghadiri pesta itu. Selain ingin mengucapkan selamat, mereka juga sangat penasaran dengan putri dari Dirgantara yang digadang-gadang akan menjadi pewaris tunggal dari Dirgantara.


Di antara mereka bahkan ada yang sengaja membawa anak lelaki mereka agar bisa dikenalkan dengan putri Dirgantara.


Dirgantara corp adalah sebuah perusahaan besar yang cukup terkenal di Surabaya. Perusahaan itu sudah memiliki beberapa anak perusahaan yang tidak kalah sukses, dan kini, mereka melebarkan sayap ke ibukota.


Dirga, pria berusia lima puluh tahunan itu terlihat tampan. Begitupun dengan Rania yang masih terlihat cantik meskipun tak lagi muda. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi.


Di tengah mereka, terlihat gadis cantik berbalut gaun malam yang indah dan sangat pas di tubuhnya. Amora terlihat sangat cantik malam itu.


Wajahnya benar-benar berubah sangat cantik, tidak seperti saat Amora bersama Sagara.


Amora tersenyum saat beberapa tamu mulai mendekatinya. Beberapa saat lalu, Dirga dan Rania mengenalkan Amora pada seluruh tamu undangan. Sepasang suami istri itu naik ke atas panggung dan dengan bangga mengenalkan Amora pada publik.


"Kenalkan, ini putri saya, Freya Aurora Dirgantara." Dirga kembali mengenalkan putrinya saat salah satu kolega bisnisnya memberikan kata selamat atas berdirinya perusahaan barunya yang berada di Jakarta.

__ADS_1


"Putri Anda sangat cantik, Pak Dirga. Anda sungguh sangat beruntung!"


"Terima kasih, Pak Tomi. Saya dan istri saya memang merasa sangat beruntung memilikinya," ucap Dirga sambil kepala Freya dengan penuh kasih sayang.


Beberapa tamu undangan tersenyum melihat interaksi Ayah dan anak itu. Mereka sedang berpikir, alangkah senang dan beruntungnya laki-laki yang bisa menikah dengan Amora.


Dewa dan kedua orang tuanya datang sedikit terlambat karena tiba-tiba lelaki itu ada pekerjaan mendadak.


Mariana menatap Amora yang terlihat sangat cantik. Wanita paruh baya itu tidak menyangka kalau Amora ternyata adalah putri seorang pengusaha yang sangat terkenal.


Saat bertemu dengan gadis itu beberapa waktu yang lalu, Amora tidak memberitahukan padanya kalau dia adalah putri tunggal dari Dirgantara. Dewa juga tidak mengatakan apapun padanya.


"Kau terlihat sangat cantik, Freya." Dewa menatap kagum pada Amora.


"Terima kasih, Mas." Amora tersenyum mendengar pujian dari Dewa.


"Halo, Sayang. Kamu cantik sekali malam ini." Mariana tersenyum kemudian mencium pipi Amora kanan kiri. Sikapnya sungguh berbeda dengan saat Amora bertemu dengannya saat di restoran.


"Tante nunggu kamu datang ke rumah, tapi, Dewa bilang kamu sibuk karena itu tidak punya waktu untuk datang ke rumah," ucap Mariana.

__ADS_1


"Iya, Tante. Maafkan aku. Akhir-akhir ini aku sibuk di kampus sampai tidak punya waktu kemana-mana. Lain kali, aku akan datang kalau sudah senggang." Amora tersenyum cantik membuat Mariana ikut tersenyum.


Dalam hati, Amora merasa heran kenapa Mariana tiba-tiba begitu baik padanya. Tidak seperti waktu itu. Menatapnya dengan tatapan intimidasi.


Amora dan Dewa juga kedua orang tuanya terlibat obrolan. Mariana dan Bagas terlihat mengakrabkan diri dengan Dirga dan Rania.


Beberapa kolega Dirga masih terus berdatangan mengucapkan selamat. Mereka bahkan terang-terangan ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan Dirga nantinya. Bukan hanya Mariana, para istri pengusaha yang lain juga dibuat terpesona oleh Amora.


Dalam hati, mereka sungguh berharap bisa punya menantu seperti Amora. Seketika Amora mendadak populer di mata para pengusaha yang hadir dalam pesta itu.


Tidak jauh dari mereka, terlihat seorang pria yang sedari tadi menatap Amora. Pria itu datang bersama sepasang suami istri.


Mereka bertiga berjalan mendekati Dirga dan Rania. Sepasang suami istri itu melemparkan senyum saat beberapa orang menyapa mereka. Sementara, pria itu hanya tersenyum tipis. Pandangan matanya tidak lepas dari Amora.


Sagara dan kedua orang tuanya sampai di hadapan Amora dan kedua orang tuanya. Aditya tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Dirga dan Rania.


Sementara itu, Rima justru tampak terkejut saat melihat pria yang kini sedang bersalaman dengan Aditya.


"Dirga ...."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2