DERITA CINTA AMORA

DERITA CINTA AMORA
GADIS CANTIK INI ADALAH ANAKMU?


__ADS_3

Belum selesai dari rasa terkejutnya atas pertemuannya dengan si pemilik pesta, Rima dikejutkan oleh sosok yang sedang diapit oleh pasutri itu. Wajahnya begitu mirip seseorang yang sudah lama tiada.


Sejujurnya, Rima menyesal ikut dalam acara ini. Bagaimana tidak, ternyata Ranialah yang menjadi tuan rumah. Wanita yang paling dia benci di dunia ini. Sebenarnya, dia membenci keduanya, tapi untuk Rania, rasanya kadar kebencian Rima begitu menggunung.


Untuk bertemu dengan Dirga saja dia tidak sudi, apalagi bertemu dengan Rania, tapi sudah terlanjur datang, dia tidak mungkin kembali mundur.


Kebencian Rima pada Rania sangat beralasan. Wanita itu sudah tega merebut pria yang pernah dia cintai. Dirga dan Rima dulu adalah teman sekolah.


Rima begitu dekat dengan Dirga dan terlanjur mencintai pria itu. Namun, siapa sangka kalau orang tua Dirga justru menjodohkannya dengan Rania, putri pengusaha kaya raya yang baru pulang dari luar negeri. Walaupun Dirga belum sempat sah menjadi sepasang kekasih, tapi Rima yakin, Dirga tahu perasaannya pada pria itu.


Sejak itu Rima menghilang, Bahkan dia tidak sudi hadir pada saat pernikahan mereka.


"Kamu ... Kamu mirip sekali sama seseorang yang kami kenal," ucap Aditya terus mengamati Amora. Gadis itu berusaha untuk menekan rasa gugup sekaligus takutnya. Dalam hati terus mengingatkan dirinya agar tetap tenang.

__ADS_1


"Tenang, Amora. Ingat, mereka tidak mengenal mu. Kamu sekarang adalah Freya, wanita kuat dan tidak seorang pun yang bisa berbuat jahat padamu!" batinnya terus berulang, meningkatkan rasa percaya dirinya.


"Saya harap, Om punya kenangan yang indah dengan orang tersebut," jawab Amora dengan tenang. Hanya dia yang tahu kegugupan yang saat ini melandanya.


Aditya hanya bisa tersenyum, membuyarkan kenangan yang sudah lama terkubur.


"Loh, kamu Rima, kan?" tanya Dirga yang baru menyadari kehadiran Rima. Awalnya dia tidak yakin walau saat melihat pertama, dia sudah menyadari kalau wanita itu mirip dengan sahabatnya yang dulu, tapi banyaknya perubahan membaut Dirga kembali ragu. Barulah setelah melihat tahi lalat besar di dagunya, baru yakin kalau itu adalah Rima.


Dunia semakin sempit saja. Dia tidak menyangka kalau wanita yang sudah menyiksa Amora, dan membuat putrinya itu meninggal adalah Rima, teman dekatnya dulu.


Rima hanya tersenyum kecut dan mengangguk lemah. "Lama tidak bertemu," sapa Rima. Aditya dan Sagara yang sejak tadi diam, ikut melihat ke arah Rima.


Aditya menerima undangan yang dikirim ke kantornya, tanpa melihat siapa pengundang. Namun, karena membaca nama perusahaan yang saat ini sedang naik daun, membuat Aditya antusias menghadiri acara ini. Siapa sangka kalau tuan rumahnya ternyata adalah teman istrinya.

__ADS_1


"Sayang, kenalkan ini teman sekolah ku dulu, Rima. Kamu ingat, gak? Kalian pernah bertemu saat kamu main ke rumah waktu itu?" tanya Dirga mengenalkan Rania.


Rania yang sejak awal sudah mengetahui kalau keluarga ini lah yang menyiksa putrinya, karena memang undangan itu pun sengaja mereka kirim ke kantor Aditya.


"Oh, senang sekali bisa bertemu dengan kalian, terkhusus Anda," ucap Rania yang sulit menyembunyikan rasa bencinya pada keluarga itu.


Pandangan Sagara yang terus menatap tajam pada Amora, membuat gadis itu jadi tidak nyaman. Walau gadis itu punya mental kuat, tapi kalau terus ditatap tajam seperti itu, seolah mengintrogasi dirinya, tetap saja membuat nyali Amora menciut perlahan.


"Kenalkan, ini putra kami, Sagara," ucap Aditya pada akhirnya. Dia mengerti rasa terkejut Sagara kala melihat Freya, sama hal nya seperti dirinya, mereka terkejut, menyangka Freya adalah orang yang sama dengan sosok yang mereka kenal.


Dirga menyambar uluran tangan Sagara, hanya untuk memberi waktu pada Amora untuk mempersiapkan dirinya. Dia tahu ini tidak mudah bagi putrinya itu.


"Senang bertemu dengan pengusaha muda yang sukses sepertimu. Saya sudah lama ingin bertemu langsung denganmu," ucap Dirga penuh makna, yang hanya dia dan juga keluarga nya yang tahu.

__ADS_1


"Begitupun dengan saya. Suatu kehormatan bisa menghadiri pesta ini," jawab Aditya tersenyum. " Gadis cantik ini adalah putri kalian?"


BERSAMBUNG ....


__ADS_2