
"Jatuh cinta disebut orang memang gampang-gampang susah. Ada yang bilang momen ini akan membuatmu buta akan segalanya. Semua keburukan pasangan akan indah, dan segala kebaikannya akan menjadi semakin terlihat keren. Namun hal ini juga bisa saja berubah secara mendadak." Ucap Le-She Han.
" Kenapa?" Tanya Naera.
"Entah karena kekecewaan atau pengkhianatan bisa jadi benci dengan pasanganmu. Namun perubahan perasaan nggak selamanya terjadi karena sebuah kebencian. Bisa juga datangnya dari perasaan yang tak kunjung memiliki kejelasan.."
" Apa kamu sedang membicarakan tentang presiden Trans Big Farma?"
Le-She Han menghela nafas panjang..
Dia memejamkan mata, Le-She Han merasa iba pada Kim Hana, walaupun dari luar Kim Hana terlihat bahagia tapi sebenernya dia juga tidak ingin berada di posisi seperti itu.
Menjadi seorang istri tapi memiliki madu dari masa lalu sang suami.
Le-She Han dan Khing Khong sudah banyak berkonsultasi dengan dokter dunia mengenai amnesia yang dialami oleh Ryan, tapi semuanya mengatakan bahwa Ryan sudah kehilangan memori ingatan nya.
"Untuk mendapatkan kebahagiaan, pengorbanan harusnya dibangun antara kedua belah pihak agar mencapai satu kebahagiaan yang utuh. Jika tidak, salah satu pihak pasti akan merasa tertekan karena berjuang sendirian." Ucap Naera.
" Iya, dan aku rasa hanya Kim Hana yang berjuang untuk kebahagiaan nya."
" Apalah gaya kita yang tidak bisa melakukan apapun untuk mereka kita hanya bisa mendoakan semoga mereka mendapatkan kebahagiaan yang mereka inginkan."
" Ya kau benar." Le-She Han meletakkan gelas yang sedari tadi dia bawa lalu berjalan menuju Naera dan memeluknya.
" Aku sangat bersyukur karena aku tidak memiliki masa lalu sehingga ketika aku akan mengalami apa yang sekarang dialami oleh Ryan. Aku tidak akan membuatmu berada dalam dilema."
" Aku yang bersyukur karena kamu mau menjadi aku sebagai istri."
" Aku hanya mewujudkan apa yang menjadi nazar mu."
Naera tersenyum sambil melepas pelukannya, dia menatap Le-She Han dan mendekatkan wajah Le-She Han.
Le-She Han langsung mengajak Naera untuk masuk ke dalam kamar karena sebelumnya mereka berada di balkon apartemen.
Hari ini Hana sudah diperbolehkan untuk pulang, Hana memutuskan untuk tinggal bersama dengan keluarga nya.
" Aku merasa bahwa aku sudah terlalu banyak menyita waktu Ryan. Jadi lebih baik aku tinggal bersama dengan kalian untuk sementara waktu untuk memberikan ruang kepada Kim Sha Pie-then dan Ryan untuk bersama mengingat mereka juga pasangan suami istri dan aku baru mengetahui bahwa Ryan belum menyentuh Kim Sha Pie-then sejak mereka resmi menjadi suami istri." Ucap Hana sambil melirik ke arah Ryan yang tertunduk.
__ADS_1
" Tapi bagaimana denganmu bukankah kamu mengatakan bahwa seorang wanita hamil juga memerlukan kasih sayang dari suaminya?" Ucap Ryan.
" Aku tahu, tapi aku juga tidak bisa mengabaikan Kim Sha Pie-then yang sekarang menjadi istrimu kamu harus bersikap adil. Dan kamu harus memberikan hak yang seharusnya diperoleh oleh Kim Sha Pie-then sebagai seorang istri." Ucap Hana.
Ryan tidak bisa melakukan apapun selain membiarkan Hana pulang bersama dengan keluarga nya.
" Dimana Hana?" Tanya Kim Sha Pie-then saat melihat Ryan hanya pulang seorang diri.
" Untuk sementara waktu dia akan tinggal bersama dengan keluarganya karena dia merasa bahwa waktuku terlalu banyak bersamanya daripada bersamamu."
Kim Sha Pie-then tersenyum penuh kemenangan, Sepertinya dia tidak perlu bersusah payah untuk menyusul rencana demi menyingkirkan Hana atau menyusun rencana agar dia bisa menghabiskan waktu berdua dengan Ryan tanpa Ryan memikirkan tentang Hana.
Kim Sha Pie-then tidak ingin membuang-buang kesempatan lagi dia segera mendekati Ryan.
" Ayo kita lakukan apa yang sebelumnya sebelum sempat kita selesaikan." Ucap Kim Sha Pie-then
Ryan tersenyum, walaupun Awalnya dia merasa enggan untuk menuruti permintaan Kim Sha Pie-then , tapi dia sadar bahwa Kim Sha Pie-then sekarang adalah istri nya.
Dan mereka melakukannya sepanjang hari membuat Kim Sha Pie-then merasa semakin bahagia.
" Aku mencintaimu Ryan."
Ryan membasuh tubuhnya di bawah guyuran air shower, raga nya begitu mencintai permainan Kim Sha Pie-then tapi hati dan pikiran tertuju pada Hana.
Beberapa minggu kemudian, Ryan merasa begitu merindu Hana.
Dia memutuskan untuk menyusul Hana.
Dan kehadiran Hana membuat Kim Sha Pie-then merasa tidak suka, dia menjadi benci kepada Hana.
Kim Sha Pie-then begitu menikmati hari-hari yang dia lalui bersama dengan Ryan tanpa adanya Hana.
Kim Sha Pie-then sukses membuat Ryan menuruti keinginan. Mereka bercinta sepanjang hari.
Tidak ada jeda kecuali Ryan dan Kim Sha Pie-then akan melakukan pekerjaan mereka.
" Kenapa Kamu terlihat tidak senang ketika aku kembali ke rumah ini?" Tanya Hana setelah beberapa hari dia ada di sana.
__ADS_1
" Tidak ada."
" Apa maksud mu dengan tidak ada?"
" Hana, kamu tahu bahwa aku sudah menjadi istri dari Ryan dan aku menginginkan diriku untuk bisa seperti mu. Hamil."
" Bukankah aku sudah memberikan waktu kepada mu untuk bisa mencetak bayi?"
" Huft, aku lupa bahwa aku masih dalam pengaruh pil penunda kehamilan pasca aku mengalami keguguran. Aku baru saja di nyatakan bersih tapi kamu sudah kembali."
" Aku juga istri Ryan. Dan aku juga merindukan sosok suamiku. Jadi tidak salah kan jika aku kembali dalam rumah ku sendiri." Ucap Hana.
" Hana, bagaimana bisa kamu bahagia sementara Ryan sudah berbagi kehangatan dengan wanita lain?" Tanya Kim Sha Pie-then.
" Aku sudah membuat Ryan menjadi candu akan permainan ku. Kami bahkan melakukannya di segala tempat yang ada di ruangan ini." Ucap Kim Sha Pie-then lagi yang seolah-olah ingin memancing rasa sakit Hana.
"Cinta bukanlah memiliki dan dimiliki. Namun, cinta adalah pengorbanan dan perjuangan." Ucap Hana.
"Cinta itu belajar kesabaran dan juga pengorbanan yang tulus karena akan mendapatkan timbal darinya."
"Pengorbanan adalah bukti terkuat dari cinta. Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya."
" Apa kamu menyesal telah berkorban demi kebahagiaan Ryan?"
" Tentu saja tidak."
"Cinta memang butuh pengorbanan tapi jangan sampai kita yang jadi korban, dan kesetiaan adalah sesuatu yang mulia tapi jangan sampai kesetiaan kita sia-sia." Ucap Kim Sha Pie-then.
"Seorang pencinta sejati siap dengan segala pengorbanan demi cintanya. Bahkan menghadapi kemungkinan terburuk bila tak lagi berada di sisi pasangannya."
" Jadi kamu sudah rela jika suatu saat nanti Ryan akan menjadi milikku seutuhnya?. Hmm sepertinya memang kamu sudah mempersiapkan diri matang-matang mengingat Ryan yang tidak bisa mendapatkan kembali ingatannya dan justru sekarang dia semakin terikat denganku karena aku adalah candu nya." Tanya Kim Sha Pie-then.
"Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kembali cinta nya. Aku tidak akan menyerah karena aku tahu kekuatan cinta akan mengembalikan ingatan nya. Aku akan membuktikannya padamu."
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...