Destiny Of Love

Destiny Of Love
Kecelakaan


__ADS_3

Malam berganti hari, pagi - pagi setelah sarapan, mereka berkemas hendak pulang ke kota nya kembali dan mengakhiri liburan singkat itu.


" Kapan-kapan kita liburan lagi ya ." Ucap heboh Ana saat mengemas pakaiannya.


Rere tersenyum menyeringai,lalu merangkul leher Ana " Iya dong, gue belum dapat PJ dari lo, lain kali lo dan kak Jo yang ngajak kita, iya kan Nay ?" Goda Rere sambil melirik ke arah Nayla yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, karena pakaiannya sudah dari kemaren dia kemas.


Naila hanya tersenyum menanggapi nya, dan kembali fokus memandang ponsel di tangannya.


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu dari luar kamar mereka, mengalihkan pandangan ketiga gadis itu tertuju kepada pintu tersebut.


" Hai...para gadis kalian udah siap belum, kita berangkat sekarang, mau pada pulang gak ?" Teriak seorang di luar kamar, yang dari suara nya Nayla tahu itu adalah sahabatnya Ardi.


" Gue aja yang buka " Rere berinisiatif membukakan pintu,karena dia juga mengenal suara Ardi.


Setelah pintu terbuka, nampak lah wajah Ardi yang sedang tersenyum menunggu salah satu dari ketiga gadis itu membukakan pintunya.


" Sudah siap?" tanya Ardi lagi.


" Siap " Jawab Rere dengan sumringah.


Lalu Rere mengajak Ana dan Nayla segera membawa barang bawaan mereka ke luar villa.


Setelah mereka sampai di luar villa, terlihat Rey dan Jordy sudah bersiap di dekat mobil mereka. " Lama banget sih gadis - gadis " Ledek Jordy sambil membuka bagasi mobil, lalu menyahut tas Ana yang di sodorkan padanya.


" Renata, pindah mobil Ardi ya ! Ana yang di sini " Pinta Jordy dengan wajah memelas berharap Rere bersedia.


Rere mencebikkan bibirnya " Ciih, pada jahat banget sih orang-orang ini, udah pada jadian gue di buang. " Decak Rere dengan kesal.


Semua orang disana menjadi tertawa kecil mendengar celotehan Rere " Ya udah, gue bareng Ardi juga Re. " Ucap Nayla dan sontak mendapatkan pelototan mata dari Rey.


Nayla mendelik, dia tahu Rey sangat tidak suka dirinya dekat-dekat dengan Ardi, tapi Ardi juga sahabatnya, dia tidak mau persahabatannya dengan Ardi harus renggang gara-gara hubungannya dengan Rey. " Kalau mas Rey mau bareng aku, ikut aja di mobil Ardi, kalau gak suka ya terserah " Ucap Nayla tidak peduli.

__ADS_1


Rey mendengus, dia dengan cepat melangkahkan kakinya dan masuk di ke kursi belakang kemudi mobil Ardi. Nayla dan Rere tersenyum geli melihat kelakuan Rey.


" Abang udah jadi bucin banget sama lo Nay " Bisik Rere pelan sambil terkekeh geli. Nayla juga terkekeh menanggapi ucapan Rere.


Nayla pun masuk ke dalam mobil Ardi dan duduk di samping Rey, dan Rere duduk di samping kemudi dengan Ardi yang sudah bersiap di depan kemudinya.


Sedangkan pasangan yang baru jadian di biarkan semobil berdua saja, Jordy dan Ana. Mereka pun melajukan mobil mereka kembali ke kota Bandung kembali.


***


Di perjalanan, Rere tak henti - henti nya berceloteh tentang apapun yang dia temui di perjalanan, dari mulai membahas pemandangan, membahas jalanan yang berkelok-kelok yang mereka lalui yang membuat jantung mereka rasanya turun naik seperti sedang dalam wahana role coaster.


" Pelan- pelan Ar, itu belokan nya tajam banget, pinggirnya jurang pula " Nayla bergidik saat melihat sisi- sisi jalan yang mereka lalui adalah jurang yang terjal.


" Perasaan kemaren kita gak lewat sini deh." Celetuk Rere.


Ardi tersenyum, sekilas melihat ke arah Rere dan kembali menghadap ke arah jalan " Kamu tidur kali waktu kemaren lewat sini " Ledek Ardi sambil memegang setir kemudinya.


" Enggak juga, kemaren perasaan gak tidur sama sekali " Sangkal Rere " Iya kan Nay ?" Tanya Rere pada Nayla yang duduk di belakangnya.


Rere pun menoleh pada sang abang yang duduk di samping, tapi saat dia hendak bertanya pada abangnya, Rere mengurungkan nya dan berdecak dengan kesal saat melihat abang nya memejamkan matanya, pura-pura tertidur.


" Ciih,,, pura-pura tidur, nyebelin " Omel Rere. Dia pun kembali menghadap ke arah depan kembali melihat jalan.


Nayla jadi terkekeh, dan Rey kembali membuka matanya saat di rasa Rere sudah tak bersuara lagi. " Syukurlah dia sudah diam" Gumam Rey dalam hatinya. Dia melirik ke arah Nayla yang sedang tertawa kecil meledek Rere. Rey pun langsung menyaut telapak tangan Nayla dan menggenggamnya erat. Membuat Nayla menengok ke arah Rey dan menautkan kedua alisnya. Kemudian tersenyum juga saat Rey juga melempar senyuman manis di bibirnya.


Ardi mengurangi kecepatannya saat terlihat beberapa mobil yang berhenti di depannya, mobil-mobil itu berjajar menghalangi mobil Ardi dan membuat kemacetan disana. " Ada apaan sih ?" Rere mulai membuka suara nya lagi.


" Kayaknya ada kecelakaan deh" Sahut Ardi sambil celingukan menyembulkan kepalanya keluar jendela mobil.


Nayla pun melakukan hal yang sama, dia membuka jendela mobil dan menyembulkan kepala nya keluar, memperhatikan beberapa mobil yang berhenti di depan mereka.


" Pak, ada apa ya di depan sana ?" Tanya Nayla pada seseorang yang berada tidak jauh di luar mobil mereka.

__ADS_1


" Ada kecelakaan mobil mba, mobilnya masuk jurang. Petugas lagi berusaha nyelamatin orang-orang yang di dalam nya " Jawab Orang itu.


Nayla pun kembali memasukkan kepala nya kedalam mobil setelah mengucapkan terimakasih pada orang tersebut " Kita keluar yuk, mungkin saja kita kenal dengan mereka " Ajak Nayla dengan penasaran.


" Ngapain sih, udah banyak yang nolongin kan" tolak Rey dengan malas.


Nayla mendelik " Kalau gak mau, gak usah turun " Decaknya dengan kesal, dan langsung membuka pintu mobil dan keluar dari sana.


Tak lama Nayla kembali dengan wajah panik dengan nafas yang tersengal " Mas Rey, Gisella...."


Rey yang mendengar nama itu langsung terkesiap dan menegakkan tubuhnya " Kenapa dengan dia ?" Tanya nya juga panik.


" Mobil yang masuk jurang adalah milik Gisella dan tunangannya. " ucap Nayla dengan cepat.


Rey seketika membulatkan matanya, dia pun bergegas turun dari mobil dan berlari ke arah mobil kecelakaan itu tanpa memperdulikan Nayla dan Rere yang juga ikut mengikutinya.


Setelah sampai di tempat kejadian, terlihat Martin sedang di gotong di atas brankar hendak di bawa ke mobil ambulance yang sudah menunggu, tubuhnya penuh dengan darah, dengan nafas nya yang tersengal tertahan karena kesakitan.


" Martin ..." Teriak Rey dengan histeris, dia berlari menghampiri nya dan langsung memegang tangan Martin.


" Rey..." Ucap Martin dengan suaranya yang berat.


" Dimana gadis yang bersamanya? " tanya Rey pada petugas yang membawa Martin.


" Dia sudah ada di ambulance, kami harus segera membawa nya ke rumah sakit. " Ucap petugas.


" Aku ikut, aku keluarga mereka " Ucap Rey dengan cepat.


Petugas itu pun membiarkan Rey ikut bersama mereka dan Rey mengajak Nayla juga ikut naik di mobil ambulance, sedangkan Rere dan Ardi di minta menyusul ke rumah sakit yang terdekat dengan tempat kejadian tersebut.


***


bersambung dulu ya, nanti malem sambung lagi...

__ADS_1


Jangan lupa like, koment , rate 5 bintang dan vote yang banyak nya....


Klik favorit profil amy. semangat para pengumpul poin.


__ADS_2