
" Apa kamu sudah siap Renata ? " Tanya Rey yang tiba-tiba masuk ke kamar Rere untuk mengecek apakah adiknya sudah siap mengemas barang- barang yang akan di bawa nya liburan ke pantai bersama nya.
Rere yang sedang sibuk memoles wajah dengan krim wajah jadi menoleh ke arah abang nya, " Sebentar, Rere lagi dandan dulu. " Ucap Rere.
" Bagaimana dengan barang bawaanmu, sudah siap semua ?" Tanya Rey lagi, kini dia mendaratkan tubuhnya di tepi ranjang Rere.
" Sudah, dari semalam Rere sudah mempersiapkan nya, abang sudah menelepon Nayla belum? tadi sih di bilangnya mau berangkat bareng mobil Ardi. " Ucap Rere masih memoles wajahnya dengan make up.
Rey mengernyit " Kenapa harus dengan Ardi? kita kan bisa menjemputnya " Seru Rey dengan geram.
" Katanya biar sekalian berangkat, kita jadi ga usah jemput dia dulu. Lagian, arah lokasi pantainya melewati rumah kita dulu kan. " Sahut Rere
" Tenang saja bang, Nayla gak mungkin selingkuh sama Ardi, kalau dia mau sama Ardi juga udah dari dulu mereka jadian " Imbuh Rere menenangkan abangnya. Kini dia sudah selesai berdandan dan segera menyaut tas kecil nya yang tergeletak di atas ranjang.
Rey hanya terdiam, mulutnya berdecak kesal, walaupun tahu Nayla tidak menyukai Ardi, tetap saja dia tidak suka Nayla dekat-dekat dengan Ardi, soalnya dia tahu Ardi masih memendam rasa cintanya untuk Nayla.
" Ayo bang ! bawain ransel Rere ya.." Ajak Rere sambil senyum cengengesan. Rey menyaut ransel Rere dan membawanya keluar kamar dan di ikuti oleh Rere di belakangnya.
Setelah sampai di ruang tamu, terlihat Jordy yang sedang duduk bersama bu Rania menunggu mereka turun. " Sudah lama Jo ?" tanya Rey.
Jordy berdiri " Baru sampai bos, kita pakai mobil siapa ?" tanya nya.
" Mobilku saja, biar mobilmu di simpan di sini " tukas Rey. Dia kemudian menghampiri mamanya lalu pamit untuk pergi berlibur dengan adik dan teman-temannya, dan di ikuti oleh Rere.
" Biarkan aku yang nyetir ya bos !" pinta Jordy.
Rey berjalan melewati Jordy sambil melempar ransel Rere pada Jordy, dan Jordy pun dengan cepat menangkap nya " Terserah kau saja. " Ucap Rey.
Mereka pun menunggu kedatangan Ardi, Ana dan Nayla. Tak lama mereka pun datang, Ardi hanya memarkirkan mobil nya di depan pintu gerbang rumah Rey, dia tak mau harus repot-repot lagi memutar mobilnya saat berangkat kembali, Ardi menyuruh Nayla untuk mengirim pesan singkat pada Rere, kalau mereka menunggunya di depan.
" Ayo bang, mereka udah di depan gerbang " Seru Rere saat dia sudah mendapatkan pesan singkat dari Nayla dan membacanya.
Rey yang menunggu dengan duduk menopang kakinya sebelah sambil memainkan ponsel nya menoleh ke arah Rere yang sudah berdiri hendak melangkah kan kaki nya menuju mobil Rey " Kenapa mereka tidak kesini dulu? sangat tidak sopan si Ardi itu " Gerutu Rey sambil menurunkan kaki nya, lalu berdiri dan ikut berjalan mengikuti Rere.
__ADS_1
Rere tak menggubris omongan Rey, dia segera membuka pintu mobil dan mendaratkan tubuhnya di kursi belakang kemudi mobil, lalu menutup pintunya dengan cepat, tapi Rey malah membukanya kembali " Kamu duduk di depan dengan Jordy, biar abang di belakang dengan Nayla nanti " Perintah Rey pada adiknya.
Rere berdecak, rasanya abangnya sangat menyebalkan hari ini, " Abang kenapa sih, hari ini udah kayak emak-emak, ngomel-ngomel mulu dari tadi ." Ucap Rere sambil keluar dari pintu belakang mobil dan berputar menuju pintu depan mobil dan masuk ke dalam nya dengan wajahnya yang cemberut.
Jordy sudah siap di depan kemudinya, lalu menghidupkan mesin mobil dan melajukannya keluar dari pekarangan rumah Rey. Setelah sampai di depan gerbang rumah, Rey turun dan mendekati mobil Ardi untuk mencari Nayla disana.
" Nay, cepet turun.. naik mobil aku " Ajak Rey sambil mendongak di jendela mobil Ardi.
Nayla hanya diam saja, sebenarnya dia takut kalau masuk di mobil Rey, tapi akhirnya dia menurut saat Rey menunjukkan tatapan tajamnya " Baiklah...aku turun " Ucap Nayla dengan malas.
Nayla pun naik ke mobil Rey, dan Jordy segera melajukan mobilnya menuju ke pantai tujuan mereka dan di ikuti oleh mobil Ardi.
***
Setelah menempuh waktu selama dua jam akhir nya mereka sampai di villa milik keluarga Rey, villa itu terletak tidak jauh dari pantai, walaupun tidak terlalu dekat tapi keindahan pantai dan sekitar nya masih terlihat jelas disana.
Nayla memang jarang sekali ke pantai, terakhir kali dia di ajak orang tuanya ke pantai mungkin saat dia masih kecil.
" Apa aku boleh ke pantai sekarang ?" tanya Nayla pada Rey.
" Baiklah.." Ucap Nayla, tergurat raut kekecewaan di wajahnya.
Rey menoleh dan menatap wajah Nayla yang terlihat masam, " Kamu ini seperti anak kecil saja, pergi lah sana bersama Rere. Jangan lama-lama. Ini sudah hampir gelap." Ucap Rey mengizinkan Nayla pergi.
Nayla tersenyum, wajahnya berubah sumringah " Siap...bos " Ucap nya dengan semangat, lalu dia pergi menghampiri Rere dan mengajaknya pergi ke pantai. Rere pun sama semangatnya. Nayla juga tak lupa mengajak Ana, namun Ana menolaknya.
Rey hanya menggeleng -gelengkan pelan kepalanya, melihat tingkah adik dan kekasihnya itu. Lalu melanjutkan aktifitasnya membawa barang-barang masuk ke dalam villa, di ikuti oleh Jordy, Ardi dan Ana.
Sesampainya di pantai Nayla langsung berlarian di atas pasir ke tepi pantai, sesekali dia bermain air saat ombak mendekatinya, dia berdiri di tepi membiarkan sang ombak kecil meyapukan pasir yang menyentuh kakinya. Sedangkan Rere dia asyik memunguti kerang laut yang ikut tersapu di bibir pantai.
Karena hari sudah gelap tak banyak pengunjung disana, hanya tinggal beberapa orang saja, karena pantai yang Nayla datangi bukan pantai yang menjadi pusat rekreasi nya, dia berada di sisi pantai yang lain, sehingga pantai itu hanya di datangi oleh segelintir orang saja.
Saat Nayla sedang asyik menikmati suasana sunset di pantai itu, sambil menyesap semilir angin yang menderu, menyibak rambutnya yang melambai-lambai indah. Nayla melihat sosok perempuan sedang di kelilingi oleh tiga orang laki-laki. Perempuan itu sepertinya merasa tidak nyaman dengan perlakuan salah satu laki-laki itu yang terlihat mencolek-colek tangan nya.
__ADS_1
Nayla menyipitkan matanya, mencoba memperjelas apa yang dia lihat. Perempuan itu terlihat mulai menggertak, tapi ketiga laki-laki itu malah tertawa. Nayla langsung menggerakkan kakinya ke arah kerumunan laki- laki itu, ingin mengetahui lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi. Rere yang menyadari temannya hendak pergi pun jadi menoleh " Mau kemana lo?" Tanya Rere
Nayla menunjuk ke arah perempuan bersama tiga laki-laki, " Sepertinya perempuan itu lagi dalam masalah Re, gue curiga ketiga lelaki itu sedang menggoda nya. " Ucap Nayla tanpa rasa takut.
Rere menoleh ke arah yang di tunjuk Nayla,
" Bukan urusan lo, kita disini mau liburan ya..jangan bikin keributan " Seru Rere melarang Nayla pergi.
Nayla mengernyit " Gue mau nolong orang Re, gimana kalau cewek itu benar - benar di ganggu, lo gak kasihan gitu sama dia " Ucap Nayla dengan sedikit nada tinggi.
Rere berdecak " Terserah lo deh, tapi inget lo harus hati- hati ! jangan sampai kejadian Ana terulang lagi. Nolong orang boleh, tapi kita juga harus lebih waspada sama diri sendiri. " Ucap Rere memperingatkan.
" Iya...gue tahu." Ucap Nayla sambil melangkah pergi..
Rere sejenak diam, melihat punggung Nayla yang beranjak pergi, " Jiwa pendekarnya tidak pernah bisa hilang, walaupun dia sering di kelilingi masalah gara-gara aksi heroiknya itu " Gumam Rere. Tapi kemudian Rere berlari dia ingin menemani sahabatnya.
" Nay, gue ikut " Teriak Rere, Nayla hanya menoleh kemudian melanjutkan langkahnya, membiarkan Rere mengejarnya dengan berlari. Mata nya terus memperhatikan gerak-gerik ketiga lekaki itu saat memperlakukan perempuan yang ada di tengah mereka.
***
Apa yang terjadi selanjutnya ya....
ikuti terus kisah pendekar Nayla ya readers.
Baca juga ceritaku yang lain ya readers baru sedikit eposide sih...tapi gak kalah seru kok
judulnya MY LOVELY IDIOT HUSBAND .
jangan lupa
LIKE
COMENT
__ADS_1
DAN VOTE YANG BANYAK ..terimakasih readers tersayang 😙😙😙