
" Jangan ganggu aku " Teriak seorang gadis
" Galak banget sih cantik, mau kita temenin gak? " ucap salah satu pria, kemudian ketiga pria itu pun tertawa bersamaan.
Gadis itu pun bergidik, dia merasa ketakutan
" Kalian jangan macam-macam " Gertak gadis itu, tapi tubuh nya terasa gemetar, dia bingung dan merasa tegang, terkepung oleh tiga laki-laki brengsek.
" Seperti nya kalian lagi bermain, apa aku boleh ikutan " Suara Nayla dengan lantang memecah suasana tegang gadis itu.
Ketiga pria itu pun menoleh, termasuk gadis di tengah mereka menatap Nayla dengan tatapan takut, dia memberikan kode berupa gelengan kepala, berharap Nayla segera pergi dari sana, karena dirinya juga akan di ganggu oleh ketiga pria iseng tersebut.
Tapi Nayla hanya tersenyum, kemudian mengganguk pelan saat melihat kode dari gadis itu. Memberikan rasa percaya diri bahwa Nayla tidak akan apa-apa.
" Wah...wah, ternyata kita beruntung sekali hari ini, ada dua gadis cantik yang datang menawarkan diri. " Ucap salah satu pria saat dia melihat Rere juga datang menghampiri mereka.
" Tapi sebelum kalian bermain dengan mereka berdua, kalian harus bermain dulu denganku " Ucap Nayla sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
Ketiga pria itu tertawa bersama " Ternyata kau lebih agresif cantik " Goda pria yang memakai kaos oblong berwarna merah, yang hendak menyolek pipi mulus Nayla.
Tapi sebelum tangan pria itu mendarat di pipi Nayla, Nayla menahan tangan pria itu lalu meremasnya dengan kuat. Sehingga membuat sang pria meringis kesakitan.
Melihat temannya meringis, membuat kedua pria lainnya mengernyit heran, sedangkan Nayla hanya tersenyum kecut melihat ketiga pria itu dengan bergantian. Lalu melepaskan tangan pria yang dia pegang dengan kasar.
" Kalian juga mau coba ?" Tantang Nayla pada kedua teman pria itu.
Kedua pria itu saling adu pandang, tak di sangka keduanya melayangkan tinju bersamaan, dengan reflek Nayla menahan kedua tangan laki-laki itu dengan kedua tangannya dan langsung memutar tubuhnya sambil memiting tangan kedua orang itu bersamaan.
" Aww..." Pekik kedua pria bersamaan.
" Kalian mainnya keroyokan ternyata, masih mau lanjut ?" Ucap Nayla dengan nada sinis, dengan tangan semakin menguatkan pitingannya.
Salah satu pria masih penasaran dia menghentakkan kaki nya pada kaki Nayla, hingga membuat Nayla tersentak dan melepaskan pitingannya, Nayla memegangi kakinya, ada sedikit rasa sakit di kakinya karena hentakan pria tadi.
Pria itu tersenyum menyeringai, " Hebat juga kamu gadis, tapi sepertinya tak sehebat yang aku bayangkan " Ucap sinis pria yang berhasil melukai kaki Nayla.
" Sial..." Umpat Nayla. Dia kembali berdiri tegak dan mengambil kuda -kuda nya.
__ADS_1
" Ayo...buktikan ucapan mu " Tantang Nayla lagi.
Pria itu melayangkan tendangannya, Nayla dengan cepat mengindar, dia pun membalas dengan tendangan dan tepat mengenai wajah si pria itu, hingga membuat wajahnya tersungkur penuh dengan pasir pantai. Melihat satu pria sudah tak berdaya,dia beralih pada pria satu lagi, pria itu sedikit ragu, tapi akhirnya melawan juga saat Nayla menyerangnya dengan pukulan tangan, pria itu bisa mengelak, tapi sikutan Nayla yang mendadak, membuat perut pria itu terasa di hantam benda yang sangat keras. Dia pun memekik kesakitan. Ketika Nayla hendak menyerang kembali, pukulannya tertahan saat seorang pria yang memekik minta ampun.
" Aduh...duh ...bos...ampun deh ampun " Ucap salah satu pria, sambil berjongkok dan menyilangkan tangannya di atas kepala, sedangkan yang satunya menahan sakit sambil meringis. Satu pria lagi tak berani macam-macam, dia hanya diam menjadi penonton.
Nayla mengatur nafas nya, kemudian menyimpan kedua tangannya di atas pinggang. " Mau minta maaf , apa di laporin polisi ? " Ancam Nayla sambil melototkan matanya.
Ketiga pria itu menunduk, lalu saling bertatapan satu sama lain " Kami minta maaf bos " Ucap mereka hampir bersamaan.
" Bukan sama aku lah, sama dia " Nayla menunjuk kepada gadis yang di ganggu mereka tadi, tanpa menoleh ke arah gadis itu.
Mereka bertiga menoleh ke arah gadis itu, lalu meminta ampun, dan Nayla menyuruh mereka untuk bersumpah, agar mereka tidak menggangu orang lagi, kalau mereka melanggar, mereka akan mati di sambar petir. Tadinya mereka ragu, tapi karena takut di pukul Nayla lagi, akhirnya mereka setuju. Lalu ketiga orang itu melarikan diri tanpa menoleh lagi ke arah Nayla.
" Sadis banget sumpah lo Nay " Ucap Rere sambil terkekeh saat ketiga penjahat tadi sudah menjauh dari pandangan mereka.
Nayla juga ikut terkekeh " Biar mereka kapok, serem juga kan kalau harus mati di sambar petir, gue aja takut sama petir " Ucap Nayla sambil bergidik ngeri kalau mengingat suara petir yang menggelegar.
Rere tertawa " Jiah.... Lo ada takutnya juga. hahahaha. " Ledek Rere di sela tawanya.
" Hai...terimakasih ya atas bantuan kalian " Ucap gadis yang Nayla tolong dari arah belakang.
" Gisella " Suara Rere menyaut dengan lirih, karena suasana pantai yang sudah mulai gelap, hanya ada pantulan sinar rembulan yang membiaskan suasana malam yang baru saja di mulai itu, membuat Rere tak jelas melihat wajah Gisella sebelumnya, dia hanya terfokus pada ketiga penjahat yang menganggu Gisella saja.
Nayla menoleh ke arah Rere, rasanya nama itu sering di dengarnya, dan membuat otak Nayla berpikir tak karuan. " Gisella " Gumam Nayla pelan, sejenak berpikir " Ah... iya, foto di kamar mas Rey, wanita ini...." Imbuh Nayla dalam hatinya , dia menoleh lagi ke arah gadis itu dan menatap lekat wajahnya.
Gadis itu merasa tidak enak hati di tatap seperti itu oleh dua orang gadis di depannya
" Kalian mengenalku ?" Tanya sang gadis yang bernama Gisella itu.
Rere terhenyak dari rasa kagetnya " Tentu saja aku masih ingat, kau yang sudah menghancurkan hidup abangku " Ucap Rere ketus.
Gisella mengernyitkan dahi " Apa maksudmu? aku tidak mengenal dirimu apalagi mengenal abangmu .." Tukas Gisella.
" Hmmpth...Kau lupa dengan bang Rey kah, orang yang tega kau tinggalkan tanpa kabar sedikitpun ." ucap Rere dengan nada menyolot.
" Rey..? maksudmu Reydian Rahadi ? kau adiknya ?" Gisella mengingat Rey, tapi dia tidak mengenal Rere sebagai adiknya, karena dulu mereka pernah ketemu tapi Rere masih kecil saat itu, dia masih SMP waktu itu, tentu saja sudah banyak berubah. Tapi penampilan Gisella masih sama seperti dulu, dia masih tetap cantik dan terlihat anggun.
__ADS_1
" Ternyata kau masih mengingatnya, aku juga tidak akan bisa melupakan wajahmu yang sudah membuat hati abangku hancur saat itu. " Ucap Rere penuh dengan amarah.
Nayla mencoba menenangkan sahabatnya, dia memegang bahu Rere dan mengusap nya pelan, Gisella mengingat kesalahannya dan dia menunduk malu " Maaf, ada alasan di balik semuanya. " Ucap Gisella dengan wajah sendu.
" Aku dan bang Rey tidak butuh alasanmu, dia sudah bisa melupakanmu sekarang, dan sudah mempunyai gadis lain yang dia cintai. " seru Rere penuh penekanan
" Ayo Nayla kita pergi, kalau gue tahu dia yang di ganggu, pasti gue akan melarang lo buat nolongin dia. " Imbuh Rere sambil menarik tangan Nayla.
Nayla menepis tangan Rere, " Lo jangan keterlaluan Rere, walaupun dia pernah salah sama lo, tapi lo gak boleh mengabaikan keselamatan orang " Bentak Nayla pada Rere
Rere terdiam, dia sadar dirinya terlalu terbawa emosi, karena dari dulu dia sangat membenci mantan kekasih abangnya itu, jadi setelah sekian lama amarahnya terpendam dia meluapkan nya saat berhadapan langsung dengan Gisella sang mantan kakak iparnya.
" Aku minta maaf sekali lagi, aku tidak menyangka kepergianku akan menimbulkan kebencian yang mendalam kepadamu, dan mungkin juga buat Rey, aku juga akan meminta maaf padanya, apa dia juga di sini sekarang ? " Tutur Gisella.
Nayla menatap Gissela, entah kenapa hatinya terasa sakit saat mendengar Gisella ingin menemui kekasihnya Rey.
" Kamu jangan macam-macam, bang Rey tidak mau bertemu denganmu " Tukas Rere dengan sinis.
" Rere , Nayla , sedang apa kalian disini, aku mencari kalian kemana-kemana, hari sudah gelap. " Suara bariton Rey yang datang tiba-tiba membuat ketiga gadis itu terlonjak kaget. Mereka bersamaan menoleh ke arah Rey.
Mata Rey seketika melebar, mulutnya sedikit terbuka, matanya tertuju pada seorang gadis yang dari dulu dia tunggu kedatangannya, tak di sangka dia akan bertemu dengan gadis yang sudah mengacaukan perasaannya itu, entah kenapa hatinya begitu hangat saat melihat gadis yang telah lama dia cari berdiri di hadapannya. Nayla yang melihat tatapan mendalam Rey pada Gisella merasakan nyeri di bagian dadanya, tiba-tiba saja matanya memerah, menahan bulir-bulir air mata yang terbendung di sudut matanya , Nayla mengalihkan pandangannya, tak ingin melihat drama pertemuan dua sejoli yang telah lama berpisah itu. Hati dan pikirannya seakan memaksa kedua kaki Nayla untuk meninggalkan tempat itu dengan segera.
***
Konflik di mulai lagi ya readersku....
biar lebih seru aja..😉😉😉
Jangan lupa baca novel ku yang lain, judulnya
MY LOVELY IDIOT HUSBAND.
jangan lupa
LIKE
COMENT
__ADS_1
DAN VOTE SEBANYAKNYA YA...makasih.