Destiny Of Love

Destiny Of Love
Destiny of love 88


__ADS_3

" Apartemen?" Tanya Kim Sha Pie-then .


" Ya, ini apartemen ku."


" Karena aku tidak akan membiarkan mu menginap di hotel sementara pakaian mu tembus pandang."


" Apa?"


Kim Sha Pie-then melihat dirinya sendiri dan dia baru menyadari bahwa air hujan telah membuat pakaiannya basah kuyup, kemudian Kim Sha Pie-then kenapa pria di hadapannya itu menyuruh Kim Sha Pie-then memakai jasnya ketika mereka akan memasuki apartemen .


" Masuklah dan istirahatlah aku harus pergi untuk mengurus sesuatu dan beberapa saat lagi kamu akan mendengar suara ketukan pintu dan buka saja itu adalah orang suruhanku yang sudah aku perintahkan untuk membawa pakaian beserta mobilmu ke sini."


" Apa kamu akan kembali setelah urusanmu selesai?"


" Tidak, aku harus pergi ke Singapura untuk mengurus sesuatu."


" Bagaimana caraku berterima kasih atas pertolongan mu?"


" Kamu bisa mengajakku makan malam sebagai bentuk rasa terima kasihmu tapi setelah aku pulang dari Singapura."


" Baiklah." Ucap Kim Sha Pie-then .


Kim Sha Pie-then benar-benar menenangkan diri di sana dia memilih untuk tetap berada di sana selama beberapa hari mengingat Hak-kun juga tidak keberatan jika Kim Sha Pie-then tinggal di apartemennya lebih lama.


Kim Sha Pie-then kembali kerumah dengan perasaan kecewa karena dia mengira Ryan akan mencarinya tapi justru dia tidak menemukan Ryan dan belakangan dia mengetahui bahwa Ryan ada di rumah Hana.


Setelah Kim Sha Pie-then menghubunginya barulah Ryan pulang.


" Ryan, aku tidak pulang selama tiga hari tapi kenapa kamu tidak mencoba untuk mencari aku?"


" Kenapa?, bukankah kamu sendiri yang memutuskan untuk pergi dari rumah kenapa aku harus mencari kamu?" Ketus Ryan.


" Ryan, bagaimanapun juga aku adalah istri kamu dan tentu saja kamu harus mencari aku dan mengkhawatirkan aku."


" Kim Sha Pie-then , aku rasa kamu sudah lupa siapa diriku sebenarnya kamu mengatakan bahwa kamu lebih mengenal aku daripada Hana tapi nyatanya kamu tidak bisa mengerti bahwa jika seseorang pergi karena pengen nanya sendiri maka aku tidak akan pernah mengejarnya atau mencarinya sampai orang itu kembali dengan sendirinya."


Kim Sha Pie-then memejamkan mata bagaimana bisa dia melupakan sifat dari Ryan yang satu itu.

__ADS_1


Kim Sha Pie-then lalu tersenyum dan mendekati Ryan.


Hana tidak ada di rumah itu artinya Kim Sha Pie-then mempunyai banyak waktu dan kesempatan untuk berdua dengan Ryan.


Beberapa bulan berlalu, ...


Hana sudah melahirkan bayi perempuan yang cantik. Dia memberi nama bayi pertama nya dengan nama Seo Yeon Ai-Ri.


Kim Sha Pie-then kembali tersudut dan terlupakan karena Ryan lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri dan juga putrinya.


Hana sendiri tidak mempermasalahkan jika Kim Sha Pie-then mau merawat anaknya juga itung-itung latihan sambil menunggu Kim Sha Pie-then menjadi seorang ibu.


Kim Sha Pie-then sendiri merasa kesal kepada dirinya karena dia sudah bisa menguasai Ryan, tapi hingga detik ini dia masih belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya hamil.


Kim Sha Pie-then kembali mulai merasa cemburu dan merasa bahwa Hana harus disingkirkan terutama sekarang sudah ada bayi kecil yang semakin menyita waktu dan perhatian dari Ryan.


" Ryan.."


" Malam ini tidurlah dengan ku. Kamu bahkan sudah tidak pernah lagi tidur denganku sejak Ai-Ri dibawa pulang ke rumah ini." Ucap Kim Sha Pie-then .


" Tapi jangan lupakan aku yang juga mengharapkan benih tumbuh di dalam rahimku."


" Kim Sha Pie-then jangan egois bukan karena sudah memberikan kita waktu selama berbulan-bulan hingga dia melahirkan tapi nyatanya kamu tidak kunjung juga hamil." Pekik Ryan.


" Bagaimana kalau kita memeriksakan diri ke dokter mana tahu diantara kita ada sesuatu yang membuat kita sangat sulit untuk memiliki keturunan." Ucap Kim Sha Pie-then .


" Sebaiknya kamu saja yang pergi bukankah kualitas dari diriku sudah jelas, aku bisa memiliki anak. Mungkin sebaiknya kamu yang memeriksakan diri mengingat kamu pernah mengalami keguguran."


Setelah mengatakan itu, Ryan segera keluar dari kamar Kim Sha Pie-then menuju ruangan Ai-Ri.


Hana yang kebetulan melintasi kamar Kim Sha Pie-then tidak sengaja mendengar percakapan antara Kim Sha Pie-then dan juga Ryan.


" Maaf Kim Sha Pie-then , aku sudah memberikanmu waktu beberapa bulan untuk bersama dengan Ryan. Sekarang adalah gilirannya dengan Ai-Ri.


Hana segera berlalu menuju dapur karena dia berniat untuk mencari makanan karena sejak memberi ASI kepada bayinya Hana selalu merasa lebih lapar.


Saat Hana akan kembali ke lantai atas dia berpapasan dengan Kim Sha Pie-then .

__ADS_1


" Kim Sha Pie-then kamu mau ke mana bukankah hari ini kamu tidak ada jadwal pemotretan?" tanya Hana berbasa-basi walaupun sebenarnya dia tahu ke mana Kim Sha Pie-then akan pergi.


" Bukan urusan mu." Ketus Kim Sha Pie-then .


" Tentu saja ini menjadi urusanku karena sekarang kamu adalah maduku dan aku harus tahu apa yang kamu lakukan demi menjaga hubungan kita tetap baik mengingat kita memiliki suami yang sama."


" Dengar bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa aku menginginkan seorang anak seperti yang telah kamu dapatkan Ryan,"


" Apa kamu marah kepadaku karena ternyata aku sudah kembali ke sini sebelum kamu hamil?"


Kim Sha Pie-then terdiam.


"Menikah dan setelahnya memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia merupakan dambaan setiap orang. Tak heran bila setiap orang ingin mengenal pasangannya lebih dulu sebelum menikah.


Sebab, kita semua ingin mendapatkan pasangan yang tepat yang bukan saja mencintai tetapi juga saling menghormati satu sama lain. Sayangnya, tidak semua orang beruntung memiliki kehidupan pernikahan yang ia dambakan."


" Jika kamu merasa kecewa dan terganggu karena aku kembali bersama dengan Ai-Ri, aku rasa perasaan kecewa dan terganggumu itu salah karena di sini jelas-jelas akulah istri pertama dari Ryan. Kamu harus ingat bahwa jika saja dia tidak mengalami kecelakaan dan hilang ingatan kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari hidupnya."


Kim Sha Pie-then masih terdiam dan dalam hatinya dia membenarkan apa yang baru saja Hana katakan. Tapi Kim Sha Pie-then sudah terlanjur kecewa dan marah pada dirinya sendiri karena dia tidak kunjung hamil entah dia harus menyalahkan dirinya atau menyalahkan Ryan atau justru menyalahkan Hana karena dia kembali dengan cepat.


" Pernikahan yang bahagaia adalah pernikahan yang saling menghormati, saling mencintai, saling mengasihi jika aku hanya melakukannya sendiri apa bisa disebut bahagia? tentu aku enggan berjuang sendirian." Ucap Kim Sha Pie-then .


" Jadi maksud kamu selama ini Ryan juga tidak sedang berusaha untuk membuat kamu hamil?" Tanya Hana.


" Maafkan aku, tapi memang itulah kenyataannya. Walaupun kamu tidak tinggal di sini tapi Ryan selalu pergi untuk menemui kamu kan?"


" Jadi kamu iri karena Ryan lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan aku?"


" Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat." Pekik Kim Sha Pie-then sambil berlalu pergi.


Hana kemudian memutuskan untuk membujuk Ryan agar dia mau menemani Kim Sha Pie-then ke dokternya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2