
Kim Sha Pie-then dan Hak-kun melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan.
Desa han demi desa han terus keluar dari mulut keduanya.
Rupanya saat Kim Sha Pie-then mengatakan bahwa dia menyuruh Hak-kun untuk menganggapnya sebagai seorang wanita yang tidak bersuami rupanya membuat keduanya terlalu melampaui batas.
Awalnya mereka hanya bersenang-senang dan berjalan-jalan seperti seorang teman pada umumnya namun semuanya berubah ketika Hak-kun mengajaknya untuk berkaraoke dan Kim Sha Pie-then meminum minuman beralkohol sehingga dirinya mulai mabuk dan keduanya asyik bernyanyi serta berjoget dan kedekatan mereka itu membuat ada sengatan listrik diantara keduanya.
Hak-kun kemudian mengajak Kim Sha Pie-then untuk kembali ke apartemen karena mereka takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan di tempat karaoke tersebut.
Hak-kun menganggap bahwa pulangnya ke apartemen bisa membuat Kim Sha Pie-then tersada dan tidak ingin melakukan apa yang hampir mereka lakukan di ruang karaoke tadi.
Namun siapa sangka, setelah Kim sapiteng memberikan kabar kepada Ryan, dia mengingat apa yang sempat terjadi di antara dirinya dan juga Hak-kun.
Kim Sha Pie-then justru semakin menggila dan melakukannya dengan Hak-kun.
Hak-kun yang sejak awal memang mengagumi keindahan dari tubuh model kesayangannya itu tentu saja tidak menolak ketika Kim Sha Pie-then mengajaknya untuk berdansa sehingga terjadilah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.
Ryan tidak punya pilihan lain selain menunggu di ruang tunggu apartemen itu karena dia tidak tahu harus mencari Kim Sha Pie-then ke kamar mana.
Ryan mencoba untuk bertanya kepada resepsionis namun tidak ada yang tahu dan melihat Kim Sha Pie-then walaupun Ryan sudah menunjukkan foto kepada mereka.
Akhirnya Ryan pulang dengan perasaan kecewa karena dia tidak dapat menemukan Kim Sha Pie-then hingga hari sudah berganti dari siang ke malam..
" Apa kamu sudah membujuk Kim Sha Pie-then ?" Tanya Hana saat dia melihat suaminya itu pulang.
" Aku bahkan tidak bisa menemukannya dia sempat mengirimkan pesan dan mengatakan bahwa aku tidak perlu mencarinya karena dia akan bermalam di apartemen temannya."
" lalu?"
" Aku sudah berada di lobby apartemen itu tapi aku tidak menemukan di mana tempatnya kamar Kim Sha Pie-then , aku sudah mencoba bertanya kepada resepsionis tapi tidak ada satupun dari mereka yang melihat Kim Sha Pie-then cek in di apartemen itu."
Ryan tertunduk, Hana tersenyum lalu menghampiri suaminya itu dan duduk di sampingnya.
" Tidak apa, mungkin memang dia membutuhkan waktu untuk memahami semua ini aku tahu yang dia rasakan, memang sangat susah berbagi seorang suami di saat kita sedang menginginkan seorang anak di dalam perut kita sebagai tanda cinta diantara suami dan istri."
" Maafkan aku, jika saja aku bisa mengingat semuanya mungkin aku tidak harus menyakiti dua wanita sekaligus. Aku tahu, saat aku bersama dengan Kim Sha Pie-then hatimu yang terluka dan begitu juga sebaliknya. Aku mencoba untuk adil tapi nyatanya hati dan pikiranku tertuju padamu sementara ragaku tidak bisa berbohong bahwa aku juga menginginkan Kim Sha Pie-then ." Ucap Ryan.
__ADS_1
" Lalu kenapa kamu tidak membuat dia hamil dan memiliki anak sepertiku?, mungkin setelah dia hamil dia akan mengerti dan tidak lagi merasa bahwa aku terlalu banyak menghabiskan waktu bersamamu." Ucap Hana.
" Aku ingin, tapi beberapa waktu lalu dokter yang menanganiku saat aku mengalami kecelakaan mengatakan bahwa karena aku tidak mendapatkan kembali ingatanku itu mempengaruhi tingkat kesuburan ku."
" Ya Tuhan..."
" Lalu kenapa kamu mengatakan kepada Kim Sha Pie-then bahwa mungkin yang tidak subur adalah Kim Sha Pie-then ?*
" Saat itu aku sedang emosi karena Kim Sha Pie-then selalu saja mengusik waktuku bersama dengan putri kita, dan sejujurnya aku juga lupa bahwa mungkin saja Kim Sha Pie-then tidak kunjung hamil karena memang kesalahan ada padaku. Aku baru mengetahui bahwa karena aku yang tidak bisa mendapatkan kembali ingatanku berpengaruh besar pada tingkat kesuburan saat aku dalam perjalanan pulang."
" Aku sudah berbuat dosa pada Kim Sha Pie-then ." Ucap Ryan.
" Tidak apa, kita tunggu dia pulang lalu kita akan mengatakannya bersama-sama dan aku minta kepadamu untuk mengajaknya berkonsultasi kepada dokter."
Ryan mengganggu kemudian Hana mengajaknya untuk beristirahat.
Tengah malam, Hana terbangun untuk memberikan ASI kepada bayinya namun dia terkejut saat melihat Ryan tidur sambil menggendong putrinya.
" Hei, bangunlah." Ucap Hana.
" Terima kasih karena sudah membantu menjaga Putri kita sekarang biarkan aku yang menjaganya. Pergilah beristirahat karena ini sudah masuk dalam jam dia minum ASI."
Hana hanya tersenyum melihat tingkah Ryan, seketika perasaan bersalah muncul dalam diri Hana.
" Kim Sha Pie-then , sebenarnya kamu pergi ke mana dan apa yang kamu harapkan aku sudah rela berbagi suamiku denganmu tapi kenapa kamu seakan-akan ingin memiliki seutuhnya." Pekik Hana.
...----------------...
Pagi harinya...
Kim Sha Pie-then terbangun dan dia begitu terkejut saat melihat dirinya tidak memakai sehelai benang pun dan hanya ditutupi oleh selimut.
Kim Sha Pie-then melihat ke arah sampingnya di mana Hak-kun juga masih tertidur dalam keadaan yang sama sepertinya.
" Tidak mungkin...." Kim Sha Pie-then menarik selimut yang satu lagi lalu menutupi dirinya dan berjalan menuju kamar mandi dengan hati-hati agar Hak-kun tidak terbangun.
Di dalam kamar mandi, Kim Sha Pie-then terkejut karena melihat ada beberapa tanda di dirinya.
__ADS_1
Kim Sha Pie-then mencoba untuk mengingat apa yang terjadi lalu dia menyadari bahwa Kim Sha Pie-then masih sama bodohnya seperti dahulu, saat Kim Sha Pie-then terlalu banyak minuman alkohol bahwa dia mabuk dan begitu bernafsu sehingga sangat ingin bermain dengan siapa saja yang ada hadapannya.
Kim Sha Pie-then membasuh mukanya karena ini sudah kali keduanya dia melakukan kesalahan.
Pertama dengan Jameson Alexander, sekarang dengan Hak-kun. Bagaimana jika kehamilan akan menghampiri Kim Sha Pie-then sama seperti saat Kim Sha Pie-then tidur dengan Hak-kun.
Kim Sha Pie-then segera mandi dan mencoba untuk pergi dari apartemen Hak-kun sebelum Hak-kun terbangun. Tapi saat Kim Sha Pie-then mencoba untuk keluar dari kamar, kamar itu terkunci.
Sialnya, Kim Sha Pie-then tidak dapat menemukan kunci itu.
" Sial, aku terjebak di sini." Pekik Kim Sha Pie-then .
Kim Sha Pie-then duduk, lalu matanya melihat kunci untuk tergantung di sisi lain tempat tidur.
Dengan hati hati, Kim Sha Pie-then mengambil kunci itu dan berhasil keluar dari apartemen Hak-kun.
Kim Sha Pie-then langsung menuju lobi dan melihat mobil nya sudah ada disana.
Kim Sha Pie-then segera masuk ke dalam mobilnya setelah dia juga berhasil menemukan kunci mobil dalam kotak yang ada di depan pintu apartemen Hak-kun.
Kim Sha Pie-then langsung pulang, dan dia mendapat tatapan tajam dari Ryan.
Kim Sha Pie-then merasa gemetar karena takut Ryan akan marah padanya.
Namun siapa sangka jika Ryan langsung memeluknya.
" Maafkan aku yang tidak memikirkan kamu, sekarang ayo kita pergi ke dokter untuk berkonsultasi agar kamu bisa hamil." Pekik Ryan.
" Ah Ryan santai saja. Aku besok ada jadwal pemotretan. Jadi bagaimana kalau kita tunda waktu konsultasi sampai pemotretan ku selesai." Ucap Kim Sha Pie-then .
" Baiklah"
Kim Sha Pie-then tersenyum lega, karena bagaimanapun dia harus memastikan bahwa tidak akan ada bakal janin yang tumbuh di dalam diri nya sebelum dia berkonsultasi dengan dokter.
Karena tidak mungkin juga Kim Sha Pie-then akan berkonsultasi sekarang karena Ryan akan tahu bahwa ada beberapa tanda merah di dalam tubuhnya.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...