
Rey dan Nayla berjalan berpegangan tangan menuju pantai, terlihat disana Ardi dan Rere yang tengah asyik bermain bola voly pantai, sedangkan Ana yang katanya tadi ingin berenang malah di sibukkan dengan aksinya memunguti kerang dan bintang laut yang ikut tersapu oleh ombak ke bibir pantai, dan Jordy dengan setia selalu mengikuti kegiatan Ana.
" Ardi..... lempar sini " Teriak Nayla, saat melihat Ardi yang sedang memegang bola voly dan hendak melemparkannya ke arah Rere, Nayla pun dengan cepat melepaskan tangan Rey dari genggamannya. Rey tidak terima dia kembali menangkap tangan Nayla dan menarik tubuhnya ke arah Rey, hingga tubuh Nayla menubruk tubuh Rey dan dengan cepat Rey mendekap tubuh Nayla.
Ardi yang langsung menoleh saat Nayla berteriak memanggil namanya , tak ayal bibirnya pun tersenyum, tapi kembali merengut saat melihat Rey menarik tangan Nayla dan jatuh di pelukan Rey. Ardi dengan cepat mengalihkan pandangan nya pada Rere dan menyervis bola dengan sangat keras sehingga bola tersebut melambung tinggi dan jatuh ke tengah laut.
" Yah....bola nya ke laut " Seru Rere, dia hendak berlari memgambil bola tersebut, tapi dengan cepat Ardi berlari dan mencekal tangan Rere.
" Rere jangan, kamu lihat bolanya melewati zona aman, kita tunggu saja nanti bolanya juga kembali ke darat. " Ucap Ardi sambil memegang tangan Rere.
Rere tertegun, jantungnya berdegup lebih kencang, ini pertama kali nya Ardi memegang tangan Rere dengan sengaja, biasa nya Rere yang yang selalu agresif duluan, mencuri - curi kesempatan biar lebih dekat dengan Ardi.
***
Di sisi lain Nayla masih berusaha melepas tubuhnya dari pelukan Rey, " Mas, lepasin gak, malu tahu.." Ucap Nayla sambil menengok ke kanan dan kiri nya dan memukul-mukul pelan dada Rey.
Rey malah tersenyum " Biarin.. biar semua orang tahu, kalau kamu punya aku " Ucap Rey sedikit menggoda.
Nayla mendelikkan mata, rasanya jengah mendengar gombalan Rey yang tak ada habis nya. " Ya.. gak gini juga kan mas, aku bukan istri mu loh, jadi aku bukan sepenuhnya milik kamu " Ucap Nayla dengan penuh penekanan.
Mendengar itu, Rey seketika melepas pelukannya pada Nayla, " Maaf, mas lupa " ucap Rey dengan menunjukkan raut wajah yang kecewa.
Nayla tersenyum penuh kemenangan, lalu mencondongkan sedikit kepalanya ke arah Rey " Halalin dulu mas, baru aku akan menjadi milikmu seutuhnya ." Goda Nayla, lalu dengan cepat menegakkan kembali kepalanya, takut Rey akan mencuri kesempatan untuk menciumnya lagi.
Rey mencebikkan bibir " Kemaren aja bilangnya mau nunggu lulus kuliah dulu, sekarang tahu-tahu minta di halalin, aku bisa aja halalin kamu sekarang juga, kamu nya udah siap belum? " Tantang Rey, yang membuat nyali Nayla kembali menciut. Nayla jadi kelabakan sendiri, niatnya ingin menggoda malah dirinya, yang tak bisa berkata-kata.
" A...aku.." Nayla gugup, wajahnya terlihat merona.
Rey menyeringai " aku apa ?" Rey memang pandai memanfaatkan keadaan, jika bertarung adalah keahlian Nayla, tapi kalau urusan merayu Rey lah jago nya. Dia tidak akan kehabisan akal untuk itu.
__ADS_1
" Aku, mau main voly bersama Rere dan Ardi " Ucap Nayla dengan cepat dan berbalik hendak menjauh dari Rey, tapi langkah nya terhenti saat Rey memanggil namanya lagi.
" Apa ?" tanya Nayla
" Jangan terlalu dekat dengan Ardi, aku tidak suka " Ucap Rey dengan penuh penekanan.
Nayla mengerutkan dahi, tapi kemudian tersenyum juga " Ehm..gak janji ya.." Seru Nayla, lalu melanjutkan langkahnya menghampiri Rere dan Ardi.
Rey menajamkan kedua matanya, terlihat guratan kekesalan di kening nya saat ini, dia teramat cemburu jika Nayla selalu berada dekat-dekat dengan Ardi.
" Kenapa kalian malah duduk, bukannya tadi bermain voly pantai ?" Tanya Nayla dengan heran saat mendapati kedua sahabatnya malah duduk santai di atas pasir sambil merasakan kehangatan mentari pagi yang baru keluar dari peraduannya.
Ardi dan Rere menoleh bersamaan, " Bola nya loncat ke laut, di tungguin malah semakin jauh ke tengah tuh bola. " Ucap Rere, sambil tangannya menunjuk ke arah bola yang mengapung di laut.
Nayla pun menoleh ke arah laut yang di tunjukan oleh Rere " Jadi sekarang mau main apa ?" tanya Nayla sangat ingin bermain.
Rere mengangkat kedua bahunya. " Gue juga bingung " sahut nya.
" Kamu lihat apa ? Serius banget " Rey yang tiba-tiba datang membuyarkan pandangan Nayla. Dia pun menoleh dengan cepat.
" Mas , lihat pasangan itu, indah sekali aku melihatnya, seperti nya mereka sedang melakukan foto pra wedding " Nayla menunjukkan dengan tangannya apa yang baru saja dia lihat.
Rey menoleh ke arah yang di tunjuk Nayla, kemudian memicingkan matanya tajam
" Sepertinya aku kenal mereka " Ucap Rey
Nayla tersenyum miring " Tentu saja kamu kenal, dia itu Gisella, mantan pacarmu bersama calon suami nya, tidak mungkin kan dalam semalam kau melupakan mereka " Ucap Nayla dengan sinis tepat di telinga Rey.
Rey mendelikkan mata, menjauhkan sedikit kepalanya, karena telinga nya terasa mendengung dengan suara Nayla yang terasa masuk semua memenuhi gendang telinganya.
__ADS_1
" Kau masih cemburu ?" tanya Rey sedikit menggoda.
Rere dan Ardi kemudian beranjak berdiri, merasa penasaran dengan apa yang Nayla dan Rere perdebatkan, kemudian mempertajam pandangan mereka ke arah pasangan yang tengah sibuk melakukan gaya foto yang di arahkan kan oleh fotografer nya.
" Eh...itu Gisella ya ? " tanya Rere saat matanya dengan jelas mengangkap wajah perempuan yang mengenakan gaun berwarna merah muda dengan sangat anggunnya, dia memancarkan kecantikan alami dengan polesan make up yang terlihat natural.
" Cantik sekali kan Re..." Sahut Nayla penuh dengan kekaguman, sambil matanya mendelik ke arah Rey yang juga ikut memperdalam tatapannya.
Rere mencebikkan bibirnya " Untuk apa kalau cantik luarnya saja, kalau hatinya jahat kayak dia. " Umpat Rere sambil matanya tertuju pada Gisella.
Rey merasa terenyuh, Gisella memang pernah menyakitinya tapi entah kenapa hatinya seperti tidak terima, jika ada orang lain yang mengatakan kalau dia itu wanita yang jahat.
" Jangan bicara sembarangan Rere, Gisella punya alasan sendiri melakukan itu. Abang gak pernah ngajarin kamu berkata kasar. " Ucap Rey dengan nada sedikit tinggi.
Rere terkesiap, dia tak menyangka abangnya akan membela mantan pacarnya itu, padahal wanita itu sudah sangat jelas mengkhianatinya selama ini. Selintas kata-kata yang Nayla, yang di ucapkannya saat melakukan drama nya tadi pagi terngiang -ngiang di telinga Rere, ' Gue yakin sama perasaan Gisella tapi gak yakin dengan perasaan abang lo ' . Rere jadi merasa apakah ini arti yang tersirat di balik drama yang Nayla lakukan tadi pagi.
Rere pun menatap Nayla dengan tatapan sendunya. Nayla yang sadar kalau Rere sekarang sudah mengerti hanya tersenyum menanggapinya.
***
Sedikit dulu ya up nya.
makasih yang udah tetep dukung author yang mulai kehabisan kata-kata. Like dan koment readers tersayang selalu membuat semangat author nambah terus..
Apalagi di tambah vote yang bertubi-tubi, bikin semangat lagi tuh 😉😉😉
Semangat para pengumpul poin, biar tetep bisa masuk jajaran ranking..salam hangat dari author ya..
Baca juga ceritaku yang lain ya
__ADS_1
MY LOVELY IDIOT HUSBAND
terimakasih.