Destiny Of Love

Destiny Of Love
KASIHAN SEKALI


__ADS_3

" Erfan ? " Gisella berucap sambil mengernyit dahi. Tak percaya jika laki - laki itu bisa hadir di acara pernikahan Rey dan Nayla, bagaimana dia bisa mengenal Rey, Sedangkan mereka dulu tidak pernah saling kenal.


" Bagaimana kamu bisa ada di sini ? " Tanya Gisella penasaran.


Erfan memiringkan posisi duduknya hingga kini menghadap ke arah Gisella, dan mereka duduk berhadapan.


" Kebetulan Pak Rey adalah rekan bisnisku. Dan aku juga tahu jika dia adalah mantan pacarmu yang kau tinggal kabur bersama Martin. " Jawab Erfan dengan nada mengejek, " Oh iya, mana pacarmu itu ? sudah lama aku tidak melihatnya. " Imbuh Erfan yang tidak tahu jika Martin sudah meninggal karena kecelakaan.


Bukannya menjawab Gisella malah menunduk sedih, dirinya semakin terpuruk saja mendengar perkataan Erfan yang mengingatkannya pada sang kekasih yang sudah meninggalkannya selama - lamanya.


Erfan mengkerut dahi, melihat reaksi Gisella seperti itu, " Kenapa ? apa laki - laki itu sudah mengkhianatimu ? jadi itu alasannya dari tadi kamu menangis di sini ? "


" Jaga ucapanmu ! Martin bukan seorang pengkhianat. " Tukas Gisella sambil mendongakkan kepalanya dengan cepat dan rahang yang mengeras karena menahan emosinya yang tersulut seketika, merasa tak terima jika Erfan menghina kekasih terbaiknya itu.


Gisella terlihat sangat marah, dia tak ingin berlama - lama bersama laki - laki yang sering mengejeknya dulu saat masih bersama Martin. Dia selalu bilang, jika Martin tak pantas untuk Gisella, karena Erfan begitu sangat penasaran dengan gadis itu. Gisella memilih untuk pergi meninggalkan Erfan yang tampak terkejut dengan kemarahan Gisella.


Erfan mengerjap bingung, menatap kepergian Gisella yang di liputi emosi. Kalau bukan karena di khianati kenapa dia begitu sedih ? Menangis sendirian di tempat sepi ini, apalagi sekarang adalah pesta pernikahan sahabat Martin. Jika Gisella di sini pasti Martin juga berada di tempat yang sama.


Erfan masih dalam kebingungannya sampai satu tepukan di pundaknya membuyarkan semua pikirannya. " Pak Erfan sedang apa sendiri di sini ? " Tanya Jordy yang kebetulan melewati tempat duduk Erfan setelah mengambilkan minuman untuk Ana.


Erfan menoleh, sedikit mendongak melihat siapa yang berdiri menepuk pundaknya itu.


" Eh...Pak Jo, saya lagi menghirup angin segar di sini. " Jawab Erfan seadanya. Erfan sejenak berpikir lalu berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Jordy.


" Pak Jo, apa saya boleh bertanya ? " Tanya Erfan tanpa ragu.

__ADS_1


" Tanya apa ? "


Erfan melirik ke arah Gisella yang kini sedang berdiri bersama Nayla dan juga bu Rania. Dia berani menghampiri mempelai wanita karena Rey sedang menerima tamu rekan - rekan bisnisnya tak jauh dari sana.


" Anda kenal wanita itu ? " Tanya Erfan sambil menunjuk ke arah Gisella.


Jordy mengikuti arah telunjuk Erfan lalu mengangguk perlahan. " Kenal Pak, namanya Gisella. " Jawabnya. " Memangnya kenapa ? " Tanyanya kemudian.


Erfan tersenyum tipis, " Tidak apa - apa, saya kenal dia dulu dia teman sekolah saya, setahu saya dia punya kekasih bernama Martin. Kemana dia ? dari tadi saya tidak melihatnya bersama Gisella. " Tanya Erfan sangat penasaran.


Jordy terdiam, tiba - tiba raut wajahnya berubah suram, mengingat almarhum sahabatnya itu apalagi di acara pernikahan Rey rasanya seperti ada yang kurang.


" Kenapa Pak ? apa ada yang salah ? " Erfan merasa bingung dengan perubahan sikap Jordy, seperti sikap Gisella yang mendadak marah saat dirinya menyebut nama Martin.


" Mungkin pak Erfan tidak tahu, Martin sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan, beberapa hari sebelum hari pernikahannya bersama Gisella." Tutur Jordy dengan nada sedih.


" Saya turut berduka, maaf saya tidak tahu. Karena yang saya tahu dulu Martin bersama Gisella pergi keluar negeri. Makanya saya aneh melihat Gisella ada disini sekarang. " Ujar Erfan. Jordy hanya tersenyum tipis menganggapinya.


" Tolong jangan terlalu formal, jika di luar kantor panggil nama saja, Kita juga seumuran tentunya. " Imbuh Erfan sambil menepuk pundak Jordy pelan.


" Oh..iya pak, eh Erfan. " Sahut Jordy sedikit canggung.


" Begitu lebih enak terdengar. " seru Erfan sambil tertawa kecil, dan di balas juga oleh Jordy. Cukup lama mereka berbincang, membuat Jordy melupakan sesuatu yang akan membuatnya dalam masalah besar. Setelah lama mengobrol, saat Jordy meneguk minuman dari gelas yang dia pegang dirinya baru ingat jika telah di minta oleh sang kekasih mengambilkan minuman, entah sudah beberapa menit dia di sana bersama Erfan, yang pasti tak terasa minuman di tangannya sudah tinggal seperempat saja, tanpa sengaja Jordy telah meminumnya berkali - kali di sela obrolannya bersama Erfan.


" Aduh, kenapa aku bisa lupa? Inikan minuman buat Ana. " Gumam Jordy dalam hati sambil menatap gelas dengan air yang hampir tandas di tangannya itu.

__ADS_1


" Kenapa Jo ? " Erfan memiringkan kepalanya menatap Jordy yang dari tadi melihat gelas di tanganya itu dengan dahi mengkerut takut.


Jordy menoleh, lalu melempar senyum kecutnya pada Erfan yang menatapnya aneh. " Aku lupa minuman ini untuk kekasihku, tapi malah aku minum di sini. " Ucap Jordy sambil menyengir kuda.


Mendengar itu Erfan jadi tertawa, asisten Rey itu ternyata lucu juga, " Bersiaplah kau mendapat amukan dari kekasihmu Jo ! " Ledek Erfan kemudian di sela tawanya.


Jordy menelan ludahnya dengan susah payah, apalagi saat melihat wajah sang kekasih dari kejauhan yang sudah menunjukkan wajah seram. Jordy tak sadar jika Ana sudah memperhatikannya dari tadi. Ingin sekali Ana menghampiri tapi tak enak dengan orang di ajak berbincang oleh Jordy. Ana hanya bisa menunggu sang kekasih menoleh ke arah dirinya, tapi setelah sekian lama menunggu Ana semakin merasa kesal. Tapi masih tak berani mendekat karena tak ingin membuat suasana jadi rusak.


Erfan melihat wajah Jordy semakin pucat, tatapannya mengarah ke suatu tempat dan Erfan mengikuti arah pandang Jordy tersebut, lalu tersenyum lebar saat melihat gadis yang terlihat cemberut di ujung sana, yang dia yakini adalah kekasih Jordy. Erfan pun berinisiatif mengambilkan minuman yang sama dengan yang di ambil Jordy sebelumnya tanpa Jordy sadari.


" Ambil ini Jo ! dan berikan pada kekasihmu ! lihatlah dia begitu kehausan sampai ingin meminum darahmu ! " Ledek Erfan dengan tawa ringannya, membuat Jordy menoleh dan menatap minuman yang ada di sodorkan padanya.


" Sejak kapan kamu mengambilnya ? " Tanya Jordy heran.


" Kamu terlalu fokus melihat kekasihmu, cepatlah, sebelum dia benar - benar ingin mengganti muniman ini dengan darahmu ! " Seru Erfan yang membuat Jordy bergidik ngeri. Tanpa membuang waktu lagi, dia menukar gelas yang ada di tangannya itu dengan gelas yang berisi minuman yang masih penuh di tangan Erfan dan menghampiri Ana yang sudah bersiap melampiaskan kekesalannya.


Erfan hanya menggeleng pelan melihat tingkah rekan bisnisnya itu. Lalu matanya kembali mengarah pada gadis incarannya, selama bertahun - tahun Erfan memang belum bisa melupakan Gisella, walau sering gonta - ganti pasangan tapi hatinya masih saja terasa hampa.


" Kasihan sekali kamu Gisella. " Gumam Erfan dalam hati.


***


Maaf cuma sedikit, besok sambung lagi ya...


Jangan lupa Like, comment dan Votenya ya...

__ADS_1


Happy reading 😉😉


__ADS_2