
Rere masih terdiam, otaknya masih belum sinkron dengan apa yang Nayla ceritakan. Tak lama wajahnya terlihat senang, sepertinya Rere sudah menemukan titik terang. "Lo cemburu nya?" Seru Rere mencengangkan, karena bukan itu yang ingin Nayla dengar.
"Bisa gak sih serius? Gue cuma nanya, ngapain gue cemburu?" Tegas Nayla dengan emosi yang mulai menggebu.
"Kalau lo gak cemburu ngapain lo tanyain?" Tanya Rere mulai usil.
"Gue cuma penasaran, tuh foto di umpetin sama bang Rey pas gue lihat." Ujar Nayla penasaran.
"Lo tanyain gak itu siapa sama abang?"
"Dia bilang hanya masa lalu, tapi gue gak nanya. Dia malah ngejelasin itu tiba-tiba." Balas Nayla dengan polosnya. Dan berhasil membuat Rere kembali tertawa.
"Lo tuh lucu banget sih Nay, udah tahu jawabannya, ngapain lo tanya gue lagi? Itu tandanya abang gue gak mau lo salah paham makanya dia jelasin duluan." Seru Rere di sela tawanya.
"Tapi kalau memang cuma masa lalu kenapa dia terlihat panik banget pas gue lihat foto itu? Dan lagi foto itu masih terpajang manis di meja samping tempat tidurnya. Itu tandanya yang pertama ingin di lihat abang lo tiap pagi ya cewek itu. Bener gak sih? Dia itu pacar abang lo, kan?" Seru Nayla hampir tanpa jeda. Dan Rere mencebikkan bibirnya sebagai tanggapan.
"Gak usah banyak alasan! Kalau cemburu gak usah malu! Abang gue pesonanya memang tiada tara. Jadi bagaimana bisa lo gak terpikat sama dia." Ujar Rere dengan begitu bangganya.
Nayla mendengus kesal dan kali ini emosinya ikut meradang, jiwa petarung nya pun mendadak butuh pelampiasan.
"Sini lo, gue hajar!" Seru Nayla dengan nada mengancam. Membuat Rere seketika membungkam dan mengangsur tubuhnya sedikit ke belakang.
"Gue kan cuma bercanda Nay, galak banget." Seru Rere sedikit ketakutan sambil tersenyum cengengesan.
__ADS_1
Nayla membuang nafas kasar, seiring dengan luluhnya hati sang pendekar saat melihat sahabatnya yang terlihat menyesal.
"Lalu dia siapa? Masa lo gak tahu?" Tanya Nayla lagi, dirinya masih penasaran, kenapa sih sahabatnya itu gak langsung jawab aja sekarang. Nayla merebahkan tubuhnya dengan posisi telentang, manik-manik matanya menatap langit-langit dengan pandangan menerawang.
Rere mengernyitkan dahi, merasa aneh dengan sikap sahabatnya itu, katanya penasaran tapi kenapa wajahnya terlihat seperti tidak senang. Tapi Rere tak mau mengusik emosinya lagi, lebih baik ia cerita saja dulu tentang foto itu.
"Sesuai yang bang Rey bilang, kalau cewek itu cuma masa lalunya dia. Karena memang cewek itu mantannya abang. Tapi.... Setahu gue si cewek itu ninggalin bang Rey saat abang lagi sayang-sayangnya sama dia. Dan b*gonya abang malah nyalahin dirinya sendiri dengan kepergian cewek itu. Bucin banget dia dulu. Kesel gue." Rere bercerita panjang lebar. Entah kenapa dada Nayla mendadak sesak saat mendengar cerita Rere. Itu berarti dirinya hanya di jadikan pelampiasan. Untung saja Nayla menolak untuk jadi kekasih cadangannya.
Rere mengusap wajah Nayla dengan kasar, saat melihat sahabatnya malah melamun dan tatapan yang terlihat kosong. "Lo kenapa sih? Kan gue udah cerita, kenapa masih bengong?" Dan hal itu membuat pikiran Nayla yang sempat berkelana jadi kembali tempat asalnya.
Nayla berdecak, kepalanya sedikit mendongak untuk menjangkau wajah Rere yang duduk di sebelah atas kepalanya. "Pantas saja fotonya masih di simpan, ternyata abang lo masih mengharapkan dia datang." Serunya menarik kesimpulan.
"Eh, gak gitu. Abang udah berpaling sama lo. Kayaknya dia lupa mau buang tuh foto." Seru Rere memberi komentar.
Mendengar itu Nayla jadi tertawa, tapi di sudut hatinya ada sedikit luka. "Jangan ngaco! Kenapa jadi berpaling ke gue? Memangnya gue siapa?" Ujarnya berpura-pura.
"Jadi salah gue? Salah temen-temen gue?" Kelakar Nayla tanpa rasa bersalah.
"Apa sih lo." Rere jadi tertawa mendengar kelakar Nayla. "Gak lucu." Tegas Rere lagi. Nayla pun ikut tertawa.
"Gue tuh gak pantes buat abang elo. Gue cuma berasal dari keluarga miskin dan sederhana, sedangkan keluarga lo? Lo tahu sendiri perbedaannya." Ujar Nayla setelah berhenti tertawa, suaranya terdengar melemah. Dia mendadak lesu dan tidak bergairah. Ia masih bingung dengan perasaannya, terlebih sekarang Nayla tahu jika Rey ternyata masih terbayang-bayang oleh masa lalunya.
Dan tanpa di duga tawa Rere kembali memecah suasana. Rasanya lucu mendengar Nayla merendah seperti itu. Nayla tertegun melihat sahabatnya bisa tertawa lepas di atas kesedihan dirinya. Maunya apa dia? Minta di hajar sepertinya.
__ADS_1
Buk....
Satu pukulan sedikit keras mendarat dengan sempurna di lengan Renata. Dan si empunya tangan langsung menjerit kesakitan.
"Gila lo ya, mau bunuh gue lo?" Seru Rere dengan nada tinggi sambil mengusap lengannya yang begitu perih.
"Biasa aja, lo masih bernafas." Ucap Nayla dengan santainya.
"Kira-kira dong lo, kalau mukul gak usah pakai tenaga dalam, sakit banget ini." Seru Rere masih tak terima.
"Abisnya lo malah ketawa, orang gue lagi sedih juga. " Seru Nayla. Dia begitu kecewa seakan sahabatnya sendiri tidak peduli dengan perasaannya yang sedang terluka.
"Kenapa mesti sedih? Kalau memang lo suka sama abang gue kenapa lo tolak? Jangan pernah berpikir pantas atau gak pantas! Semua orang berhak untuk bahagia. Cinta itu gak mengenal status Nayla." Tutur Rere dengan bijaknya.
Dan ternyata kata-kata itu sedikit membekas di hati Nayla, benar juga apa kata sahabatnya. Tapi Nayla sudah berjanji pada ibunya untuk tidak jatuh cinta pada sembarangan orang. Apalagi anak orang kaya, seakan ada tembok besar yang akan menghalangi cinta mereka. Dia selalu ingat pesan ibunya kalau kita hidup di dunia nyata, dia harus realistis dalam mengambil keputusannya.
"Sekarang gue nanya sama lo, apa lo cinta sama abang gue?" Pertanyaan Rere membuat Nayla membeku seketika, pikirannya berkeliaran kemana-mana. Sejujurnya ia belum mengerti apa itu cinta. Bagaimana rasanya? Seperti apa ciri-ciri nya? Dan apakah perasaan aneh yang ia rasakan saat bersama Rey adalah sebuah cinta? Nayla masih bingung untuk mengartikannya.
"Kenapa diam?" Rere merasa tidak sabar, ia meraih telapak tangan Nayla dan menggenggamnya dengan erat. Hingga membuat si empunya tangan menatap gadis itu dengan tatapan bingung. Kali ini pertanyaan sahabatnya benar-benar serius.
***
bersambung.
__ADS_1
Minta dukungannya ya pembaca yang baik hati. Makasih.
Follow igeh : amih_amy ya...